Dampak Disrupsi Psikologis
Wednesday, 28 July 2021

Surabaya (28/7) - Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung dan bahkan terjadi gelombang kedua di Indoesia. Varian Delta semakin ditakuti dan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat. Kondisi tersebut membuat banyak di antara kita yang mulai berisiko kecemasan, depresi, dan trauma. 
Pada CEO Talks Pelindo Marines Edisi Juli 2021, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Lia Indi Agustiana, mengingatkan bahwa dalam semangat Peringatan 1 Tahun AKHLAK BUMN, Mariners diharapkan bisa menjaga pengamalan nilai budaya AKHLAK untuk membantu penugasan sehari-hari. "Dengan integritas dan profesionalitas, beban pikiran menjadi lebih tenang dalam bekerja. Kita harus stay healthy and stay happy. Sehingga kesehatan mental kita lebih terjaga," pesannya.
Lia Indi juga meneruskan pesan dari Presiden RI Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir, bahwa insan BUMN harus berkontribusi dalam upaya-upaya penanganan Pandemi Covid-19. "Insan BUMN sebagai bagian dar masyarakat yang terdidik, perlu proaktif dan inovatif menjalankan perannya untuk bergotong royong meredakan dampak Pandemi Covid-19. Termasuk menjernihkan berbagai hoaks yang mengeruhkan pikiran masyarakat hingga menghambat upaya-upaya mitigasi medis dan pemulihan ekonomi," ujarnya.
Psikolog perusahaan Meutia Ananda yang juga hadir sebagai pembicara, menegaskan bahwa Mariners tidak perlu malu dan ragu untuk memeriksakan diri bila merasa ada gejala dampak disrupsi psikologis. Karena kesehatan mental merupakan hak bagi setiap pegawai.
"Cara untuk meminimalisir dampak disrupsi psikologis, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkumpul bersama keluarga, dan selalu berpikiran positif. Agar kita bisa berkativitas sehari-hari dengan produktif dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, sehingga bisa turut berkontribusi pada negara dan masyarakat," tutupnya.