Tuesday, 29 December 2015

Lanjutnya Chairoel mengatakan, di usia yang masih 4 tahun ini di harapkan PMS tetap rendah hati dan tidak berlebihan. “masih banyak Pekerjaan yang harus kita selesaikan. Masih banyak cita-cita yang harus kita raih. Dalam kesederhaan mari kita capai dan gapai cita-cita tersebut menuju PMS yang lebih baik lagi kedepannya.” Serunya.

Selain itu juga Chairoel memberikan apresiasi untuk seluruh panitia HUT PMS atas terselenggaranya seluruh acara, dari perlombaan sampai pada hari HUT PMS yang jatuh pada tanggal 31 Desember nanti. “terimakasih rekan-rekan sekalian. Atas kerja keras dan kreatifitas kalian semua muncul berbagai acara dalam menyambung HUT yang ke 4 ini. Semoga di tahun-tahun berikutnya rekan-rekan semakin kreatif lagi.”

Selain Chairoel, dua Direksi lain yaitu Direktur Teknik, SDM & Umum dan Logistik Harry Poerwanto dan Direktur Operasi dan Komersial Wahyu Agung Prihartanto juga turut mengungkapkan harapannya untuk PMS di tahun 2016 mendatang.

“mari kita benar-benar mewujudkan PMS yang BerJuAl, Bersih tidak hanya fisik tetapi hati dan pikiran, Jujur dalam bertindak, bekerja dan bertutur kata, professional dalam bekerja.” Seru Harry

Sementara Wahyu berharap di tahun 2015, target kerja dapat tercapai. “di tahun 2016  harus lebih semangat lagi untuk bisa mencapai target kinerja.” Harap Wahyu.

Read more
Tuesday, 22 December 2015

Sebelumnya, pukul 08.00 acara yang rutin diadakan setiap tahun ini melakukan khataman Al Qur’an terlebih dahulu oleh 30 anak yatim piatu. Acara khataman berakhir pukul 11.30 yang kemudian dilanjutkan shalat dhuhur berjamaah dan makan siang bersama seluruh staff PMS dan anak yatim.

Selesai makan siang bersama anak yatim piatu, dilanjutkan tausiyah oleh Ustadz Imam Syafii. Dengan mengambil tema “Akhlak & Kepemimpinan Sebagai Pijakan Revolusi Mental dalam Pelaksanaan Tugas”, diharapkan seluruh pegawai PMS mengutamakan akhlak dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik dalam pembukaannya mengatakan bahwa kegiatan duniawi dan akhirat harus seimbang. “saya tidak bosan-bosannya mengingatkan teman-teman sekalian agar kita bisa menyeimbangkan antara bekerja dan ibadah.” Tutur Harry.

Para pegawai terlihat antusias mengikuti acara yang masuk dalam rangkaian 4 tahun menyambut HUT PMS ini. Terbukti seluruh pegawai PMS mengikuti rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Dalam tausiyahnya, ustadz Imam Syafii mengatakan agar kita tetap bersyukur. Besar kecilnya materi yang diterima harus tetap di syukuri. “ walaupun yang di dapat sedikit tidak apa-apa yang terpenting barakah.” Seru Ustadz Imam Syafii.

Setelah tausiyah, Manajemen juga menyerahkan bantuan berupa pemberian santunan berupa biaya operasional untuk 2 yayasan serta barang dan materi untuk 30 anak yatim. Tipung Muljoko selaku Manager SDM & Umum mengutarakan bahwa dengan adanya aksi social ini diharapkan dapat meningkatkan aspek kerohanianberupa kepedulian terhadap sesama. “harapannya seluruh manajemen dan pegawai dapat mencontoh perilaku-perilaku baik untuk diterapkan dalam kehidupannya baik dalam lingkungan keluarga maupun Perusahaan.”

Terakhir, acara dilanjutkan dengan sailing menggunakan kapal Cruise milik Pelindo 3 yang di operasikan oleh PMS. Acara yang juga merupakan bagian dari program CSR ini dimaksudkan agar para anak yatim ini mengerti mengenai dunia maritime. “kami ingin mengenalkan kepada mereka tentang dunia maritime serta profesi yang ada di dunia maritime khususnya terkait crew kapal.” Tutup Tipung.

Read more
Tuesday, 22 September 2015

Selasa (22/9), PMS melaunching kapal yang diberi nama KT Kresna 315. Kapal buatan Korea tahun 2007 ini mempunyai bollard pull hingga 40 ton sehingga dapat menarik kapal berjenis cargo, container yang lebarnya hingga 200 meter

Setelah melalui proses familirisasi dan sea trial di Korea untuk dilakukan pengujian dan percobaan kecepatan menggunakan GPS, terjadi kesepakatan pembelian yang ditandatangani di Singapore oleh Direktur Utama PMS, Moch Chairoel Anwar dengan pemilik kapal, Korin Star Co Ltd, MR. Shin In Chul, pada pertengahan Juni 2015 kemarin.

Tepat pukul 10.30, acara Launching KT Kresna dimulai. Moch Chairoel Anwar, selaku Direktur Utama PMS mengatakan bahwa pengadaan kapal tunda ini merupakan program PMS pada tahun 2014. “Alhamdulillah program ini bisa kita laksanakan. Sehingga dari tahun 2014 sampai tahun ini (2015) kita mempunyai kapal tunda dengan daya diatas 3000 HP sebanyak 2 unit dan mulai hari ini KT Kresna sudah dapat dioperasikan” Tutur Chairoel

Kapal yang dibeli dengan harga 41 M dan berbendera Korea ini merupakan aset milik PMS sendiri setelah sebelumnya PMS membeli KT Kresna 306 di akhir tahun 2014. Dengan demikian aset Kapal Tunda yang dimiliki oleh PMS dari pertama berdiri tahun 2011 hingga saat ini adalah sebanyak 7 buah kapal.

Acara kemudian dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh Manager Operasi PMS, Hapsoro Nugroho dengan Manager Pelayanan Kapal PT Pelindo III Cab Tanjung Perak, yang diwakilkan oleh Ari Setiawan dan disaksikan oleh Direksi PMS dan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, beserta Pejabat Pelindo III Cabang Tanjung Perak kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Harry Poerwanto, Direktur Teknik, SDM dan Umum, Logistik untuk diberikan kepada nahkoda KT Kresna 315 dan pemecahan kendi oleh Otoritas Pelabuhan. Terakhir dilakukan sea trial melewati terminal Teluk Lamong hingga jembatan Suramadu.

Secara terpisah, Harry Poerwanto, Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik PMS mengatakan bahwa, penambahan Kapal Tunda diperuntukkan untuk memperkuat posisi Perusahaan dalam melayani cabang. “kita sebenarnya berusaha untuk terus memenuhi kebutuhan pasar dengan tetap meningkatkan pelayanan. PMS tidak mau hanya sekedar memenuhi kebutuhan pasar saja, namun dari segi kualitas tetap kita tingkatkan. Maka dari itu kita sediakan kapal berdaya mesin 3600 HP ini.” Ujar Harry.

Kapal buatan tahun 2007 ini mempunyai daya mesin 3600 HP dengan fasilitas mesin  dan navigasi lengkap sesuai dengan standart Internasional Kapal Tunda dan masih sangat bagus. Desain kapal yang lebih stabil membuat crew kapal yang ikut serta menjemput merasakan kenyamanan saat berhadapan dengan ombak besar. “KT Kresna 315 ini cocok di gunakan untuk melayani penundaan di wilayah perairan Tanjung Perak yang berarus deras, Teluk Lamong dan sekitarnya. Dengan daya mesin 3600 HP dan bollard pull hingga 40 ton, sudah memenuhi kebutuhan konsumen dalam pelayanan penundaan.” Tutup Harry  

Kapal bermesin Niigata yang mempunyai Gross Tonase (GT) hingga 213 Ton yang terkenal bandel dan mempunyai Propulsion Z-peller, dengan begitu dapat manuver hinga 360 derajat

Read more
Wednesday, 09 September 2015

Acara yang dibuka oleh Kepala KSOP dan di hadiri oleh KSOP  Celukan Bawang Bali,GM cabang celukan bawang,anggota insa,agen serta pemilik kapal pelayaran lainya ini menuturkan bahwa,saat ini celukan bawang memang tidak termasuk wilayah wajib pandu. Namun demi keselamatan pelayaran,Ketut menghimbau agar para pengguna jasa menggunakan Pandu. "guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kapal pada saat akan sandar, lepas ke atau dari tambatan." ucap Ketut.

Ketut juga menambahkan bahwa ke depannya Pelabuhan Celukan Bawang akan diusulkan menjadi wilayah perairan wajib pandu. "mungkin ke depannya akan di usulkan ke Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk dapat di jadikan wilayah perairan wajib pandu." ujarnya

Respon positif datang dari para undangan yang menghadiri acara launching sekaligus sosialisasi ini. Terlihat setelah acara selesai banyak diantara mereka yang masih mengajak Tim dari PMS untuk berdiskusi dan menanyakan proses alur transaksi pemesanan pandu.

Di harapkan memang setelah adanya sosialisasi ini pengguna jasa angkutan laut sadar akan pentingnu safety. "keselamatam tidak bisa diukur dengan materi. Yang paling penting memang adalah safety." ujar Wahyu Agung Prihartanto, Direktur Operasi dan Kmoersial sekaligus sebagai pembicara dalam acara sosialisasi dan launching ini.

Lanjutnya, Wahyu juga mengatakan bahwa Pandu dari PMS nantinya akan memberikan pelayanan "pandu yang menunggu kapal, bukan kapal yang menunggu pandu". Apabila nantinya terjadi keterlambatan dari pihak pandu, Wahyu mengatakan biaya add service/mobdemob akan dihapus atau menjadi free. "selain itu juga saya meminta pada rekan-rekan yang hadir untuk tidak memberikan fee kepada para pandu dari PMS." seru Wahyu disambut persetujuan oleh peserta yang hadir.

untuk sementara sambil melihat progres Pelabuhan terbesar nomor 2 di Bali ini, PMS menyediakan 2 orang tenaga pandu dan 1 kapal tunda.

Sebagaimana diketahui, selain membantu pemerintah dalam menggali dan memenuhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan membantu Otoritas Pelabuhan/UPP dalam Melaksanakan fungsi pelayanan pemanduan, adanya kerjasama ini juga untuk memperkuat holding Pelindo III.

Di kesempatan yg sama, GM Pelindo III cabang Celukan Bawang Bali ,Dewa Adikumarajaya mengatakan bahwa dengan adanya pelayanan tambahan terkait dengan jasa pemanduan di Pelabuhan Celukan Bawang akan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan bagi kapal-kapal yang melaksanakan kegiatan sandar dan lepas di Pelabuhan Celukan Bawang. "setidaknya dapat meminimalisir demorage." tutup Dewa.

Read more
Monday, 10 August 2015

Sebelumnya, Ada beberapa criteria dalam pemilihan pengecatan Kapal Taxi, salah satu criteria tersebut adalah dipilihkan kapal taxi Pelabuhan yang pemiliknya memang dirasa tidak mampu melakukan pemeliharaan, yaitu Pengecatan. Namun Chairoel Anwar mengatakan, tidak perlu berkecil hati karena PMS akan menyumbangkan lampu LED yang akan dipasangkan untuk seluruh Kapal Taxi Pelabuhan yang bisasa bersandar di Surabaya Veem Tanjung Perak. “harapannya, agar seluruh Taxi Kapal yang ada di Pelabuhan tetap terang jika beroperasi pada malam hari.”

Chairoel juga mengatakan bahwa dipilihnya pengecatan Taxi  Kapal Pelabuhan yang menjadi salah satu program CSR dari PMS kali ini adalah karena PMS ingin berbagi dengan mereka yang secara stretegis dekat dengan Perusahaan tujuannya agar bisa dirasakan langsung. Secara simbolis, Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik menyerahkan cat kepada Ketua Paguyuban Kapal Taxi yang ada di Pelabuhan. Selain dilakukan serah terima cat, acara yang dihadiri oleh seluruh Direksi PT PMS, Manager SDM dan Umum, Manager Operasi serta beberapa Pegawai PMS ini juga dilakukan Pengecatan.

Direktur Teknik, SDM & Umum dan Logistik, Direktur Operasi dan Komersial dan  Manager Operasi turut mengambil bagian dalam proses Pengecatan Kapal yang dibagi dalam 3 hari ini. “Kami sengaja membagi dalam 3 sesi karena kalau dilakukan dalam sehari sebayak 15 kapal tidak akan selesai.” Ujar Harry Poerwanto, Direktur Teknik SDM & Umum, Logistik selaku Ketua Koordinator acara Pengecatan Kapal Taxi Pelabuhan ini.

Dilain kesempatan, Amang selaku Ketua Paguyuban Taxi kapal Pelabuhan mengaku senang karena masih ada yang memperhatikan mereka. “tidak menyangka kalau masih ada Perusahaan yang Peduli untuk melakukan pemeliharaan Taxi Kapal ini. Dan PMS adalah Perusahaan pertama yang membantu kami dalam pemeliharaan kendaraan yang menjadi mata pencaharian kami ini.” Ucapnya.

Read more
Monday, 10 August 2015

Parsoroan Herman Harinanja selaku Presiden Inampa,sengaja didatangkan khusus oleh PMS untuk memberikan motivasi kepada seluruh Jajaran yang ada di PMS. Bukan tanpa alas an Herman ditunjuk sebagai motivator dalam acara yang menjadi agenda rutin dari PMS ini.

“Kami sengaja mendatangkan beliau karena beliau adalah Ketua dari Organisasi Pandu dimana salah satu bisnis utama dari PMS merupakan Pemanduan.” Ujar Tipung Muljoko Manager SDM dan Umum sekaligus Koordinator acara.

Selain  itu Tipung berharap, setelah mengikuti motivasi ini seluruh yang hadir dapat membiasakan diri untuk tidak berfikir dengan cara yang biasa dalam hal positif yang berkaitan dengan pekerjaan.

Dalam menyampaikan motivasinya, Herman mengingatkan bahwa SDM yang dimiliki harus di maintenance terus menerus baik softskill maupun motivasinya. “karena teman-teman semua ini adalah asset Perusahaan,” Seru Herman

Dalam acara yang berlangsung selama 4 jam ini, Herman juga memberikan motivasi kepada seluruh yang hadir untuk bisa disiplin dalam bekerja. “Tidak ada Perusahaan besar yang didirikan tanpa disiplin. Semua bermula dari disiplin. Disiplin diri, disiplin waktu, disiplin dalam bekerja” Ujarnya

Terakhir, Herman mengajak seluruh yang hadir untuk tetap bersemangat bersama menuju PMS Jaya. “untuk sampai kesana, kita juga harus mencintai pekerjaan kita. Kalau sudah mencintai pekerjaan, semangat itu tidak akan padam.” Seru Mantan Direktur Personalia dan Umum Pelindo IV (Persero) ini.

Read more