Monday, 22 March 2021

Surabaya (22/3) - Direktur Utama Pelindo Marines Umar menerima gelar kehormatan dari Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA) tahun 2020. Pemberian gelar kehormatan tersebut bersamaan dengan pemberian kepada Direksi Pelindo III yaitu Direktur Utama Boy Robyanto dan Direktur Teknik Kokok Susanto. Seremoni penyematan gelar anggota kehormatan INAMPA diberikan langsung oleh Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja di Kantor Pusat Pelindo III, Senin (22/3).
Dalam sambutanya, Pasoroan Herman Harianja mengatakan bahwa pemberian gelar ini merupakan bentuk penghormatan INAMPA kepada Pelindo III yang terus mendukung pengembangan kompetensi SDM unggul di bidang kepanduan maritim, kepelabuhanan dan perkapalan serta mendukung berbagai program kerja organisasi INAMPA. “Ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada Pelindo III yang terus mendukung program-progam kerja INAMPA baik dari pengembangan SDM dan keprofesian, kami berharap gelar penghormatan ini bisa semakin menghangatkan hubungan kami dengan INAMPA,” ujar Presiden INAMPA.
Direktur Teknik Pelindo III Kokok Susanto yang mewakili Pelindo III menerima penghargaan gelar tersebut mengatakan bahwa pihaknya merasa terhormat mendapatkan gelar anggota kehormatan dari INAMPA, menurutnya INAMPA sebagai wadah organisasi profesi pandu telah berperan besar dalam mendukung peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan sebagai core business Pelindo III melalui kompetensi layanan kepanduan para anggotanya. Terlebih menurutnya pandu yang kompeten mampu meningkatkan kepuasan pengguna jasa perusahaan.
Direktur Utama Pelindo Marines Umar, menyampaikan merasa terhormat dengan menerima gelar anggota kehormatan dari INAMPA sebagai asosiasi profesi pandu di Indonesia. "Pelindo Marines sangat berkomitmen untuk turut mendukung pengembangan pandu Indonesia, berjalan besama program-program INAMPA. Peran pandu merupakan duta layanan di sektor kepelabuhanan, sehingga sangat penting," jelasnya.
Saat ini sedikitnya terdapat 216 pandu yang bertugas di wilayah kerja Pelindo III Group. Dari jumlah tersebut sekitar 10 Persen diantaranya telah menempati jabatan strategis di Pelindo III seperti Senior Manager hingga CEO Regional. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo III Group pada pengembangan SDM pandu diwilayah kerjanya. Selain itu catatan membanggakan lain diantaranya adalah tidak pernah terjadi kecelakaan kapal diwilayah kerja Pelindo III dalam kurun waktu 2020  selama proses pemanduan kapal di wilayah kerja Pelindo III.

Read more
Monday, 15 March 2021

Surabaya (15/3) - Delegasi Pelindo Marines yang terdiri dari Dhika Ramadhanny, Ery Ferriati, Mulyono, dan Dany Preistian berjuang dalam ajang Innoreactivation 2.0 yang diinisasi oleh BUMN Pelindo III. Pada acara tersebut Tim Pelindo Marines mengangkat inovasi Marine e-Commerce yaitu sebuah aplikasi marketplace terkait charter kapal yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
"Tujuan adanya inovasi ini yakni guna percepatan layanan baik untuk pemilik kapal maupun pengguna jasa. Karena inovasi ini dapat mendigitalisasi prosedur yang semula masih manual," jelas SM Komersial Pelindo Marines, Dhika Ramadhanny.
Ia melanjutkan, dari segi efisiensi biaya yang didapat sangat penting dalam bersaing dengan kompetitor. Manfaar berikutnya yaitu memudahkan memonitor ketersediaan dan produktivitas serta kinerja layanan. "Selain manfaatnya adalah mampu menciptakan ekosistem baru bisnis marine, mempermudah monitoring kinerja dan simplifikasi untuk pemilik kapal maupun pengguna jasa," ungkap Dhika lagi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Superintenden Pengembangan Bisnis, Dany Preistian. Banyak manfaat yang bisa didapat dari inovasi Marine e-Commerce, diantara yaitu sebagai  peningkatan kekuatan armada tanpa perlu investasi armada yang bisa menghemat hingga Rp 50 miliar per kapal. Kemudian dapat meraih pasar dengan variasi kebutuhan dengan valuasi kesempatan sekitar Rp 30 juta per bulan. "Dari segi  efisiensi biaya juga dapat mengurangi marketing fee yang diestimasikan Rp 60 juta per kapal per tahun, serta mengurangi biaya advertising yang bisa mencapai Rp 250 juta," ujarnya.
Mulyono, Manajer TI yang merupakan salah satu anggota tim, mengatakan bahwa dengan pengalaman dan portfolio karya Tim IT Pelindo Marines dalam mengembangkan aplikasi berbasis responsif web dan mobile, inovasi Marine e-Commerce tersebut bisa dibangun dengan budget yang efisien dan sesuai dengan timeline yang ditentukan. "Yang pasti sumber daya internal Pelindo Marines siap membangun inovasi ini, baik mandiri maupun bekerja sama dengan eksternal. Agar inovasi Marine e-Commerce bisa menjadi pilot project inovasi di sektor marine business yang bermanfaat bagi pelaku bisnis," ujarnya optimis.

Read more
Thursday, 04 March 2021

Surabaya (4/3) - 4 pegawai muda Pelindo Marines atau biasa disebut dengan mariners, telah menuntaskan partipasinya pada Knowledge Capture Program yang diinisiasi oleh Pelindo III. Keempat mariners tersebut yaitu Dwi Yudha, Prabawa Adhikara, Saifullah, dan Sofiriwianto, menuliskan hasil program tersebut dalam sebuah buku bertajuk "Aktivitas Kapal Tunda yang Dioperasikan oleh Pelindo Marines". Buku tersebut merupakan disusun tidak saja berdasarkan pengamatan dan analisa atas pengoperasian kapal tunda di anak usaha BUMN Pelindo III itu, tetapi juga senarai pemikiran dari para Subject Matter Expert (SME) di BUMN maritim terbesar di Indonesia tersebut.

Knowledge Capture merupakan teknik untuk memperoleh aspek pengetahuan teknis individu, sehingga wawasan, pengalaman, jaringan sosial dan pembelajaran dapat dibagi untuk mengurangi hilangnya pengetahuan organisasi. "Lokakarya terkait Knowledge Capture di Pelindo III Group diadakan dengan melibatkan para pegawai muda untuk proaktif menjadi agen pembelajar di perusahaan, dengan meng-capture atau mensarikan berbagai pengetahuan dan pengalaman dari para pegawai senior yang dinyatakan sebagai SME untuk topik-topik tertentu," jelasnya.

Dwi Yudha, salah satu peserta Knowledge Capture, mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman untuk mengikuti Knowledge Capture Program Pelindo III Group. "Misi yang diberikan kepada kami (tim penulis) untuk menyusun buku tersebut telah membawa kami untuk kembali belajar menambah pemahaman terkait regulasi dan pengelolaan kapal tunda, serta yang terpenting bisa berkesempatan untuk berdiskusi dengan para SME dari berbagai perspektif. Mulai dari operasional kapal tunda hingga safety dan manajemen risiko," ujar Superintendent SMMR di Pelindo Marines itu.

Capt. Hapsoro Nugroho M.Mar. yang menjadi salah satu SME untuk buku tersebut membenarkan bahwa Knowledge Capture Program tersebut sangat penting untuk membuat perusahaan sebagai suatu organisasi yang dinamis memiliki rekaman pengetahuan yang menjadi jembatan cakrawala pengalaman dari pegawai senior dengan puluhan tahun pengalaman ke para juniornya yang sedang merintis tahun-tahun awalnya di dunia maritim yang luas.

"Pengalaman kami berkarya di perusahaan selama puluhan tahun jadi bisa terekam sebagai pengetahuan yang diharapkan bermanfaat agar para generasi penerus bisa bekerja dengan lebih cepat berdasar lesson learned yang dituliskan pada buku, serta tentunya juga agar bisa berkarya dengan lebih inovatif dalam mengembangkan layanan dan operasional perusahaan. Agar bisa terus relevan dan bersaing secara global," pesannya.

Buku tentang aktivitas kapal tunda tersebut rencananya akan dijadikan materi virtual sharing session dari keempat penulis kepada para pegawai Pelindo Marines. Hal tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan updated insight dari pengoperasian kapal tunda di perusahaan, kepada para pegawai di berbagai departemen. Karena pengetahuan terkait operasional yang merupakan revenue generator penting juga dipahami oleh seluruh pegawai demi keberlanjutan perusahaan.

Read more
Friday, 26 February 2021

Surabaya (26/2) - Agenda rutin internalisasi #AKHLAK di Pelindo Marines yang dikemas dalam CEO Talks virtual kembali dilaksanakan. Direktur Utama Pelindo Marines Umar menegaskan tentang pentingnya implementasi value adaptif, loyal, dan kolaboratif, untuk menjadi landasan para mariners dalam berinovasi dan transformasi. "Nilai AKHLAK harus diingat sebagai satu kapal kita bersama yang membawa kita pada keberhasilan transformasi organisasi. Jadi kita harus keluar dari rutinitas dan membangun transformasi," pesannya.
Pemateri berikutnya yakni pakar manajemen Hendrik Lim yang menjadi narasumber pada diskusi yang dimoderasi oleh Manajer Pemasaran Dhika Ramadhanny. Diskusi transformasi berlangsung asyik dengan beberapa penanya. Hendrik Lim menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan value ialah seluruh insan organisasi harus percaya akan kesaktian nilai tersebut. "Seluruh bagian harus percaya 100% dan yakin dulu. Percaya akan kesaktian value AKHLAK sebagai nilai budaya yang bisa membawa Pelindo Marines bertransformasi menjadi lebih baik. Baru transformasi organisasi berbasis AKHLAK bisa berhasil," tegasnya.
Imam Syafii, peserta agenda virtual tersebut menanyakan dan membuka diskusi tentang kapan sebaiknya value itu perlu diubah. Karena perusahaan sebagai organisasi bersifat dinamis. Terutama terkait strategi dan kondisi sumber daya manusianya. Hendrik Lim kemudian memberikan analogi. Bila diibaratkan strategi perusahaan itu mesin, maka value merupakan oli pelumasnya. Berguna untuk melancarkan strategi. Jadi bila mesinnya tidak beroperasi dengan baik, maka olinya perlu diganti. Sehingga bila strategi perusahaan berganti karena ada pengembangan atau dinamisasi dan bila value yang eksisting kurang optimal dalam mendukung strategi, maka value perlu dipertimbangkan untuk menyesuaikan value yang relevan mendukung strategi perusahaan.

Read more
Monday, 15 February 2021

Gresik (15/2) - Terminal Manyar yang menjadi gerbang laut kawasan industri terintegrasi pelabuhan, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) disandari kapal curah kering besar MV. Andes Queen. Kapal berbendera Panama tersebut memiliki panjang Length of Average  (LOA) 183 meter dan mengangkut komoditas pupuk sebesar hingga 33.000 metrik ton. 
2 kapal tunda yang dioperasikan oleh Pelindo Marines, yakni KT. Jayanegara 203 dan KT. Kresna 315 melayani proses penyandaran kapal besar tersebut dengan lancar. Tren kedatangan kapal-kapal berukuran besar terus meningkat di flagship project yang dikembangkan oleh BUMN Pelindo III bersama AKR Corporindo tersebut. 
Belum lama ini Pemerintah telah menetapkan JIIPE sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK JIIPE terletak pada lahan seluas sekitar 3.000 hektar yang terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan laut yang memiliki 4 fasilitas dermaga.  Kapal besar dengan ukuran hingga 100.000 DWT dapat sandar dan melakukan bongkar muat di JIIPE. Selain itu, pada pelabuhan yang dioperasikan oleh PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) itu memiliki area labuh kapal yang menapai luas 6.200 meter persegi. Pasar layanan Pelindo Marines di Terminal Manyar, pelabuhan fasilitas JIIPE diproyeksikan akan turut meningkat seiring pengembangan kawasan KEK potensial tersebut.

Read more
Friday, 29 January 2021

 

Kapal Tunda Anoman V yang dioperasikan oleh PT Pelindo Marine Service memimpin layanan penundaan untuk KMP Ferrindo 5 di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

KMP Ferrindo 5 merupakan long distance ferry (LDF) yang melayari rute baru PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dari Pelabuhan Patimban, Jawa Barat dengan rute sejauh 444 mil selama 40 jam.

“Inovasi rute logistik dengan kapal ro-ro ini penting karena akan mengurangi beban jalan darat dan mengakselerasi kegiatan Pelabuhan Patimban yang baru beroperasi,” cuit akun Twitter resmi milik PT Pelindo III (Persero), Selasa (2/2).

Kemudian, kesiapan kapal-kapal tunda PT Pelindo Marine Service juga tak kalah penting.

Karena harus memastikan proses sandar dan mulai berlayar kapal-kapal logistik negeri ini agar berjalan aman dan efisien, demi kelancaran distribusi kargo nasional.

Seperti diberitakan pada Bisnis.com, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membuka rute pelayaran ferry jarak jauh alias long distance ferry dengan tiga rute baru, yakni Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin yang akan dilayani dengan KMP Ferrindo 5.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pengoperasian tahap awal lintasan LDF dari Pelabuhan Patimban, Subang, menuju Pelabuhan Panjang, Lampung ini merupakan lintasan LDF keempat yang dilayani ASDP setelah lintasan Surabaya-Lembar, Jakarta-Surabaya, dan Ketapang-Lembar.

"Dengan dibukanya lintasan ini, menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang yang akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa dan Sumatra serta Pulau Kalimantan. Kita tahu selama ini jalur logistik Jawa dan Sumatra melalui penyeberangan terfokus di lintasan Merak-Bakauheni," katanya saat peluncuran lintasan Patimban-Panjang, Minggu (10/1/2021).

Lintasan ferry jarak jauh Patimban-Panjang ini beroperasi sejauh 210 mil dengan waktu tempuh pelayaran 19 jam ini akan dilayani oleh KMP Ferrindo 5 yang dioperasikan ASDP.

Untuk lintas Patimban-Banjarmasin sejauh 444 mil dengan estimasi waktu tempuh 40 jam, dan lintas Patimban-Pontianak 420 mil dengan estimasi waktu tempuh 38 jam. KMP Ferrindo 5  memiliki spesifikasi teknis berukuran 3.566 GT, dengan panjang Kapal (LOA) 91,74 meter, dan lebar kapal 15,5 meter dengan kapasitas angkut 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran.

Read more