Saturday, 13 April 2013

Surabaya – Dalam rangka menambah fasilitas tambatan khusus curah cair di Pelabuhan Tanjung Perak, PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak membangun dermaga curah cair di Terminal Nilam Utara Pelabuhan Tanjung Perak.

Pembangunan dermaga curah cair di Nilam Utara sebagai salah satu upaya untuk mengurangi overload  arus curah cair di Pelabuhan Tanjung Perak akibat kapasitas curah cair yang tersedia sudah tidak seimbang dengan arus curah cair yang masuk pelabuhan.

Saat ini kapasitas terpasang di Pelabuhan Tanjung Perak hanya 2.116.800 ton, sedangkan realisasi arus curah cair pada tahun 2012 telah mencapai 4.949.968 ton, sedangkan peningkatan pertumbuhan arus barang jenis curah cair rata-rata mencapai 5% per tahun.

Dermaga curah cair ini mempunyai spesifikasi, diantaranya : platform yang mampu menangani kapal tanker 40.000 DWT dengan dimensi 27x12,1m¬2, menggunakan kontruksi beton bertulang dan dilengkapi dengan fender dan bollard, dan kedalaman kolam mencapai -10,00 meter LWS, breasting dolphin 4 (empat) unit dengan konstruksi beton bertulang, mooring bouy 2 (dua) unit, catwalk 4 (empat) unit dengan konstruksi rangka baja, trestle dengan dimensi 330 x 8 m¬2.
 
Dermaga curah cair yang merupakan fasilitas baru di Terminal Nilam ini sebelumnya telah diujicobakan melalui jalur pipa, yakni pada tanggal akhir bulan Januari 2013 lalu, dengan pembongkaran HCL sebanyak ±1.200 metric Ton yang dimuat dengan Kapal MT. CIPTA ANYER dari dermaga curah cair Terminal Nilam Utara ke tangki timbun di Nilam Tengah dan telah terlaksana dengan baik.

General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Rismarture, mengungkapkan bahwa harapannya dengan adanya dermaga khusus curah cair di Terminal Nilam ini dapat lebih meningkatkan produktivitas, meningkatkan pelayanan, memberikan kemudahan dan kelancaran bongkar muat, utamanya bongkar muat curah cair, serta dapat mengurangi rata-rata waiting time berth atau waktu tunggu kapal, khususnya untuk kapal curah cair di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelaksanaan uji coba pengoperasian dermaga curah cair Terminal Nilam Utara telah berjalan dengan baik, telah memenuhi syarat keselamatan pelayaran dan operasional pelabuhan baik dari fasilitas sisi darat maupun sisi laut siap dioperasikan. Sedangkan untuk instrumen dan peralatan safety berfungsi dengan baik dan siap dioperasikan dengan aman.

Sumber : dermaga.com

 

 

 

Read more
Sunday, 14 April 2013

Surabaya - Realisasi kunjungan kapal selama triwulan I tahun 2013 pada Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dikelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo III (Persero) telah mencapai 3.066 unit yang setara dengan 16.818.326 GT (Gross Tonage). Realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan triwulan I pada tahun sebelumnya, dalam satuan unit terjadi kecenderungan turun sebesar 14,19% (triwulan I/2012 sebanyak 3.573 unit) tetapi dalan satuan Gross Tonage (GT) meningkat 0,23% (triwulan I/2012 sebanyak 16.780.422 GT), hal ini menunjukkan kecenderungan kapal yang masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Perak berkurang jumlahnya tetapi beratnya masih sebanding tahun sebelumnya.
 
Saat ini angkutan laut masih merupakan moda transportasi yang paling murah dan efisien  dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, juga mengingat negara indonesia merupakan negara kepulauan, disamping itu ada kecenderungan kapal pengangkut menggunakan kapal dengan ukuran dan GT yang lebih besar supaya lebih efisien, namun hingga saat ini karena pipa gas yang melintang pada Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) masih belum dipindahkan, hal inilah menjadi salah satu penyebab peningkatan kapal dalam satuan berat masih relatif stabil dan tidak menunjukkan pertumbuhan yang siknifikan.

Jumlah kunjungan kapal tersebut berdasarkan kapal dalam negeri sebanyak 2.585 unit  atau setara  8.507.831 GT, sedangkan kapal luar negeri mencapai 481 unit atau setara 8.310.495 GT.  Adapun jumlah kunjungan kapal berdasarkan jenis kapalnya, diantaranya kapal petikemas terealisir 1.097 unit atau 8.652.040 GT, Kapal non petikemas 679 unit atau 2.506.279 GT, Kapal penumpang 326 unit atau 2.443.259 GT, Kapal tanker 270 unit atau 2.705.980 GT serta kapal lainnya terealisir 694 unit atau 510.768 GT.

Sedangkan jumlah kunjungan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sampai dengan triwulan I tahun 2013 mencapai 124.161 orang dimana telah terjadi penurunan sebesar 31,49% apabila dibandingkan dengan triwulan I tahun sebelumnya yang mencapai 181.228 orang. Apabila dirinci lagi, maka jumlah kunjungan penumpang meliputi kegiatan embarkasi/naik sebanyak 57.516 orang dan kegiatan debarkasi/turun sebanyak 66.645 orang.  
 
Adapun realisasi arus barang sampai dengan triwulan I tahun 2013 tercatat 2.841.576 ton atau turun 12,04% (triwulan I/2012 : 3.230.695 ton), 297.381 m3 atau naik 40,9% (triwulan I/2012 : 212.381 m3) dan 520.647 ton/liter atau meningkat 9,84% (triwulan I/2012 : 474.008 ton/liter).

Sedangkan arus petikemas yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama triwulan I tahun 2013 telah terealisasi sebanyak  568.780 box atau setara 680.241 TEU’s. Apabila diprosentasikan berdasarkan asal dan tujuan perdagangan, arus petikemas domestik masih mendominasi, dimana dalam satuan TEU’s diketahui sebanyak 44,7% merupakan petikemas internasional dan 55,4% adalah petikemas domestik. Realisasi arus petikemas internasional mencapai 303.536 TEU’s dan petikemas domestik mencapai 376.705 TEU’S.
 
Sebagai informasi, realisasi arus kapal, barang dan penumpang selama tahun 2012 lalu di Pelabuhan Tanjung Perak, telah tercatat arus kapal sebanyak 14.773 unit dengan berat 73.122.180 GT, sedangkan arus barang untuk jenis petikemas mencapai 2.398.613 box atau 2.864.491 TEU’s, arus barang jenis general cargo terealisir 7.327.119 ton/m3, curah kering sebanyak 7.205.864 ton dan curah cair tercapai 2.525.827 ton/liter. Sedangkan arus penumpang kapal laut mencapai 897.516 orang.

Sumber : dermaga.com

 

Read more
Monday, 15 April 2013

Arus Kunjungan kapal Cruise di Pelabuhan Benoa, Bali, terus meningkat. Pada triwulan I/2013 sebanyak 22 Cruise masuk di pelabuhan pariwisata terbesar di tanah air. Meskipun tidak mencapai target 38 kapal, tetapi realisasi tersebut lebih baik dibanding  pada periode yang sama tahun lalu.

General Manager PT Pelabuhan III Benoa Iwan Sabatini mengatakan,terhitung pada April sampai Oktober tahun ini arus kunjungan kapal cruise mulai sepi, mengingat di Eropa memasuki musin panas. “Kesempatan sepi ini akan kami manfaatkan penataan dan beberapa sarana dan fasilitas akibat angin dan hujan kencang yang terjadi selama triwulan I ini”

Iwan juga mengatakan bahwa kunjungan kapal ke Benoa pada Triwulan I ini adalah sebanyak 2.426 unit atau 35,71 persen dari target setahun. Sedangkan dari sisi gross ton (GT) mencapai 2,97vjuta GT atau 56,91 persen dari target tahun 2013. “Ini menarik karena terlihat adanya kunjungan kapal baik cruise maupun barang mulai meningkat size-nya,” ujar dia.

Iwan menjelaskan, arus barang yang masuk ke Benoa dalam triwula I/2013 sebesar 75,212 ton atau sebesar 43,76 persen dari target setahun 2013. Sedangkan arus petikemas sebesar 5.508 box atau sebesar 21,7 persen. “Hal ini masih kurang menggembirakan karena angkutan petikemas makin banyak melalui darat dengan memanfaatkan BBM subsidi, sedangkan melalui kapal laut sudah dikenakan BBM nonsubsidi,hal ini makin memadatkan dan memacetkan jalanan jalur tengkorak,Denpasar ”kata dia.

“Investasi tahun ini untuk Pelabuhan Benoa mencapai Rp.179 miliar dan secara umum lebih difokuskan untuk dukungan pelayanan kapal cruise, yaitu seperti pendalaman kolam pelabuhan, perkuatan dermaga,penambahan X-ray dan beberapa fasilitas lainnya,” ujarnya.

Sumber : Radar Surabaya

 

Read more
Monday, 15 April 2013

PSA International, BUMN Sibgapura, siap bekerja dengan PT Pelabuhan Indonesia II untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Group CEO PSA International Tan Chong Meng mengatakan kesiapan itu mengacu kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok masih bisa dikembangkan seiring dengan pertumbuhan arus barang serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat positif, Priok masih bisa berkembang. Baik PSA ada disana (Priok) maupun tidak , atau jika ada orang lain yang bekerjasama dengan Pelindo II, peluang pertumbuhan itu ada,” ujarnya di sela-sela studi banding PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) atau IPC ke kantor dan pelabuhan PSA, Singapura.

Chong Meng menjelaskan keinginan PSA untuk bekerjasama dengan Pelindo II dilandasi dua hal. Pertama, PSA memiliki pengalaman yang cukup matang sejak sebelum memisahkan diri dari pemerintah Singapura, untuk kemudian bertransformasi menjadi entitas bisnis independen pada 1997. Kedua, PSA merupakan pemain regional yang berkeinginan mewujudkan kawasan Asean yang sehat.”Dulunya kami adalah tumpuan pemerintah. Sejak kami jadi komersial, dalam melihat pelabuhan lain, kalau kami tidak bisa menghasilkan uang dari situ, tentu kami akan pergi ke tempat lain”.

Saat ini, kawasan perdagangan Asean menjadi salah satu kawasan yang tumbuh positif diantara kawasan lainnya. Seperti diketahui, lanjutnya, Eropa masih butuh waktu untuk recovery, sementara AS masih terus mencoba memulihkan kondisi perekonomiannya.

“Kawasan perdagangan Asean menjadi sangat penting karena dua hal, yaitu kawasan ini memiliki pertumbuhan populasi dan juga pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tapi di sisi lain, unity and harmony di antara anggota Asean menjadi lebih penting,” ujarnya.

Chong Meng memandang Pelabuhan Singapura tidak bersaing dengan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Keduanya memiliki karakteristik pelabuhan yang berbeda, di mana Singapura menjadi transhipment port sementara Jakarta adalah destination port .

Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengatakan pihakna mencari partner strategis untuk mempercepat pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien. Menurutnya, diperlukan cara pandang yang lebih luas untuk menerima keberadaan mitra asing.

“Pelindo adalah BUMN, kami harus memberikan yang terbaik untuk rakyat, bagaimana agar pelabuhan itu bisa efisen. Cara paling cepat adalah bekerja sama dengan partner yang the best”, ujarnya.

Lino mengatakan banyak efek berganda yang didapat jika pengelolaan pelabuhan itu bisa efisien, seperti distribusi barang yang tepat waktu dan biaaya logistik yang lebih murah, yang seterusnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi, “Sayangnya pelabuhan di Indonesia masih banyak yang belum efisien, masih perlu dilakukan banyak pembenahan, maka dari itu kami butuh partner,” ujarnya.

PSA International, yang 100% dimiliki Temasek, adalah salah satu grup pelabuhan yang masuk lima besar di dunia.

Selain mengelola pelabuhan Singapura, PSA juga mengelola pelabuhan di luar Singapura, termasuk di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Total kapasitas pelabuhan yang dikelola PSA tahun lalu mencapai 60,1 juta TEUs, dimana 31,3 juta TEUs diantaranya adalah di Singapura. Pendapatan PSA International tahun lalu mencapai 4,5 miliar Dollar Singapura.

PSA International menjadi salah satu peserta tender pembangunan proyek terminal 2 dan 3 pelabuhan Kalibaru New Priok, yang diselenggarakan oleh Pelindo II.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Friday, 12 April 2013

Tujuh perusahaan pelayaran global membentuk konsorsium untuk menambah layanan rute Pelabuhan Tanjung Priok menuju Australia atau New Austrakian Service.

Layanan baru itu akan menggunakan satu kapal yang di operasikan masing-masing anggota konsorsium mulai pertengahan Mei 2013 melalui terminal Peti Kemas (TPK) Koja di pelabuhan Tanjung Priok.

General Manager TPK Koja Indra Hidayat Sani mengatakan tujuh perusahaan pelayaran yang bergabung dalam proses konsorsium yakni Regional Container Lines (RCL), Hapag Llyod, United Arab Shipping Company (UASC), China Shipping Containner Lines (CSCL), Hyunday Mercant Marine (HMM), Hanjin Shipping dan Orient Overseas Container Lines (OOCL).

Menurutnya, tambahan layanan itu akan dilaksanakan satu minggu sekali dengan komitmen baik kapal maupun muatannya telah disiapkan masing-masing anggota konsorsium.

“Servis dengan satu kapal peti kemas yang di siapkan oleh konsorsium ini tidak akan menggangu servis reguler yang selama ini telah berjalan. Slotnya akan diisi konsorsium ini, bisa saja kargonya milik mereka semua”katanya di sela-sela rapat kordinasi penyiapan layanana baru itu Kamis(11/4).

Indra menjelaskan pihaknya akan menyiapkan kontrak atau window demi kepastian kapal milik masing-masing anggota konsorsium memperoleh waktu standar.

Dia menambahkan kehadiran konsorsium di TPK koja itu tidak akan mempengaruhi jadwal pelayanan kapal lainya, termasuk yang sudah dilaksanakan masing-masing anggota konsorsium sebelumnya.

”Justru kehadiran servis baru yang dimotori konsorsium ini di harapkan bisa mendongkrak throughtput peti kemas di TPK Koja Tahun ini, “ tuturnya.

Dia mengungkapkan pemegang saham TPK Koja yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan Hutchison Port Indonesia (HPI) telah menginstruksikan optimalisasi kapasitas TPK Koja agar bisa menangani 1 juta twenty foot  equivalent units (TEUs). “Kita akan mengarak ke sana dengan 1 juta TEUs dengan arus kunjungan kapal mencapai 412 unit.

Sepanjang tahun lalu tercatat sembilan perusahaan pelayaran global yang berkontribusi terhadap volume arus peti kemas ekspor impor yang dibongkar-muat melalui TPK Koja.

Sembilan perusahaan pelayaran (Ship-ping line) tersebut yakni Orient Overseas Container Lines (OOCL) dengan produksi peti kemas sebanyak 205.141 TEUs atau setara 24,9% , NYK line mencapai 166.526 TEUs setara 20,2%,Korean Marine Transport CO (KMTC) Line sebanyak 140.558 TEUs setara 17%.

Kemudian, Hanjin Shipping sebanyak 109.086 TEUs (13,2%), Mediterranean Shipping Company (MSC) sebanyak 99,572 TEUs (12,13%), Heung-A sebesar 36,472 TEUs (4,4%), Sinokor sebesar 22,204 TEUs (2,79%), Gold Star Line sebanayk 21.204 (2,58%) dan Mitsui OSK Line (MOL) sebanyak 14.231 TEUs atau setara 2,32%.

SUMBER : Bisnis Indonesia

Read more
Friday, 12 April 2013

 Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan penutupan akses masuk ke dermaga PT Karya Citra Nusantara di Pelabuhan Marundra oleh PT Kawasan Berikat Nusantara karena masalah ganti rugi tanah yang belum selesai.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sahat Simatupang mengatakan hal itu disampaikan manajemen PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mengklaim tidak menutup akses masuk dermaga karena tanah yang menjadi akses masuk itu tanah milik KBN, “ujarnya kepada Bisnis Kamis (11/4).

Menurutnya, pihaknya tidak ikut campur dalam penyelesaian masalah ganti rugi tanah di jalan masuk Pelabuhan Marundra masuk yang di sengketakan KBN dengan PT Karya Teknik Utama (KTU), selaku  pemegang saham mayoritas dermaga PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Namun, sahat menegaskan pihaknya tetap mendesak kedua belah pihak segera mnelesaikan kisruh internal itu agar akses menuju Pelabuhan Mrundra di buka kembali.

Sampai saat ini, tuturnya, pihaknya mengalihkan lima unit kapal ke pelabuhan Tanjung Priok dan enam kapal lainya di alihkan ke sejumlah dermaga laian selain dermaga yang dikelola PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Dia menilai saham KCN dimiliki KBN sebesar 15% sedangkan KaryaTeknik Utama sebesar 85.

“Kami kurang tahu apakah (KBN) minta ganti rugi tanah atau hal lain, “imbuhnya.

Kepala kantor kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan Marundra Casmiti juga menyatakan pihaknya mengirim surat ke KBN untuk membuka akses masuk ke dermaga.

Hari ini (kamis) kita kembali  kirim surat agar mereka pindahkan mobil pemadam kebakaran dan jangan di parkir di pintu akses masuk dermaga. Ini surat yang ketiga yang kami kirim,” ujarnya.

Casmiti menjelaskan surat itu dikirim karena dermaga yang dikelola PT KCN kembali ditutup oleh manajemen KBN.

Selama ini, dia menegaskan pihaknya berupaya melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak agar perselisihan internal segera selesai.

Dia juga menambahkan pihaknya beberapa kali berkoordinasi dengan kedua belah pihak, baik secara administratif maupun pertemuan langsung.

Namun, casmiti menyatakan upaya yang dilakukan itu belum berhasil menyelesaikan kisruh penutupan akses masuk Pelabuhan Marundra.

Menurutnya, pihaknya telah menampatkan petugas kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP) di dermaga yang dikelola PT KCN guna mencegah anarkis.

 

KESEPAKATAN LAMA

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu menilai Perselisihan pihak PT KBN dengan operator  dermaga PT KCN karena adanya keputusan yang disepakati bersama manajemen lama tetapi tidak diterima manajemen baru.

“Manajemen baru (karena) merasa dirugikan sehingga menginginkan di ubah kesepakatan dan akses pelabuha. Saya tidak berhak memvonis siapa yang salah dan benar,” katanya.

Said menilai pihak pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan pada pengelolahan pelabuhan yang bermasalah.

Dia menilai hal utama yang perelu diselesaikan adalah masalah pemegang saham yang mengelola dermaga KCN di pelabuhan Marundra.

Menurutnya, Pemerintah harus mendesak kedua pihak yang berselisih pihak mencari solusi bersama sehingga pelabuhan kembali beroperasi.

“Selama ini, maunya agar pengoperasian berjalan kembali karena distribusi barang terhambat tetapi perlu dilihat kembali apakah boleh pelabuhan di operasikan dalam kondisi bermasalah,”katanya.

Sementara itu, direktur Utama PT KBN Sattar taba kembal tidak berkomentar mengenai penutupan akses masuk Pelabuhan Marundra.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more