Monday, 15 April 2013

PSA International, BUMN Sibgapura, siap bekerja dengan PT Pelabuhan Indonesia II untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Group CEO PSA International Tan Chong Meng mengatakan kesiapan itu mengacu kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok masih bisa dikembangkan seiring dengan pertumbuhan arus barang serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat positif, Priok masih bisa berkembang. Baik PSA ada disana (Priok) maupun tidak , atau jika ada orang lain yang bekerjasama dengan Pelindo II, peluang pertumbuhan itu ada,” ujarnya di sela-sela studi banding PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) atau IPC ke kantor dan pelabuhan PSA, Singapura.

Chong Meng menjelaskan keinginan PSA untuk bekerjasama dengan Pelindo II dilandasi dua hal. Pertama, PSA memiliki pengalaman yang cukup matang sejak sebelum memisahkan diri dari pemerintah Singapura, untuk kemudian bertransformasi menjadi entitas bisnis independen pada 1997. Kedua, PSA merupakan pemain regional yang berkeinginan mewujudkan kawasan Asean yang sehat.”Dulunya kami adalah tumpuan pemerintah. Sejak kami jadi komersial, dalam melihat pelabuhan lain, kalau kami tidak bisa menghasilkan uang dari situ, tentu kami akan pergi ke tempat lain”.

Saat ini, kawasan perdagangan Asean menjadi salah satu kawasan yang tumbuh positif diantara kawasan lainnya. Seperti diketahui, lanjutnya, Eropa masih butuh waktu untuk recovery, sementara AS masih terus mencoba memulihkan kondisi perekonomiannya.

“Kawasan perdagangan Asean menjadi sangat penting karena dua hal, yaitu kawasan ini memiliki pertumbuhan populasi dan juga pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tapi di sisi lain, unity and harmony di antara anggota Asean menjadi lebih penting,” ujarnya.

Chong Meng memandang Pelabuhan Singapura tidak bersaing dengan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Keduanya memiliki karakteristik pelabuhan yang berbeda, di mana Singapura menjadi transhipment port sementara Jakarta adalah destination port .

Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengatakan pihakna mencari partner strategis untuk mempercepat pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien. Menurutnya, diperlukan cara pandang yang lebih luas untuk menerima keberadaan mitra asing.

“Pelindo adalah BUMN, kami harus memberikan yang terbaik untuk rakyat, bagaimana agar pelabuhan itu bisa efisen. Cara paling cepat adalah bekerja sama dengan partner yang the best”, ujarnya.

Lino mengatakan banyak efek berganda yang didapat jika pengelolaan pelabuhan itu bisa efisien, seperti distribusi barang yang tepat waktu dan biaaya logistik yang lebih murah, yang seterusnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi, “Sayangnya pelabuhan di Indonesia masih banyak yang belum efisien, masih perlu dilakukan banyak pembenahan, maka dari itu kami butuh partner,” ujarnya.

PSA International, yang 100% dimiliki Temasek, adalah salah satu grup pelabuhan yang masuk lima besar di dunia.

Selain mengelola pelabuhan Singapura, PSA juga mengelola pelabuhan di luar Singapura, termasuk di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Total kapasitas pelabuhan yang dikelola PSA tahun lalu mencapai 60,1 juta TEUs, dimana 31,3 juta TEUs diantaranya adalah di Singapura. Pendapatan PSA International tahun lalu mencapai 4,5 miliar Dollar Singapura.

PSA International menjadi salah satu peserta tender pembangunan proyek terminal 2 dan 3 pelabuhan Kalibaru New Priok, yang diselenggarakan oleh Pelindo II.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Friday, 12 April 2013

Tujuh perusahaan pelayaran global membentuk konsorsium untuk menambah layanan rute Pelabuhan Tanjung Priok menuju Australia atau New Austrakian Service.

Layanan baru itu akan menggunakan satu kapal yang di operasikan masing-masing anggota konsorsium mulai pertengahan Mei 2013 melalui terminal Peti Kemas (TPK) Koja di pelabuhan Tanjung Priok.

General Manager TPK Koja Indra Hidayat Sani mengatakan tujuh perusahaan pelayaran yang bergabung dalam proses konsorsium yakni Regional Container Lines (RCL), Hapag Llyod, United Arab Shipping Company (UASC), China Shipping Containner Lines (CSCL), Hyunday Mercant Marine (HMM), Hanjin Shipping dan Orient Overseas Container Lines (OOCL).

Menurutnya, tambahan layanan itu akan dilaksanakan satu minggu sekali dengan komitmen baik kapal maupun muatannya telah disiapkan masing-masing anggota konsorsium.

“Servis dengan satu kapal peti kemas yang di siapkan oleh konsorsium ini tidak akan menggangu servis reguler yang selama ini telah berjalan. Slotnya akan diisi konsorsium ini, bisa saja kargonya milik mereka semua”katanya di sela-sela rapat kordinasi penyiapan layanana baru itu Kamis(11/4).

Indra menjelaskan pihaknya akan menyiapkan kontrak atau window demi kepastian kapal milik masing-masing anggota konsorsium memperoleh waktu standar.

Dia menambahkan kehadiran konsorsium di TPK koja itu tidak akan mempengaruhi jadwal pelayanan kapal lainya, termasuk yang sudah dilaksanakan masing-masing anggota konsorsium sebelumnya.

”Justru kehadiran servis baru yang dimotori konsorsium ini di harapkan bisa mendongkrak throughtput peti kemas di TPK Koja Tahun ini, “ tuturnya.

Dia mengungkapkan pemegang saham TPK Koja yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan Hutchison Port Indonesia (HPI) telah menginstruksikan optimalisasi kapasitas TPK Koja agar bisa menangani 1 juta twenty foot  equivalent units (TEUs). “Kita akan mengarak ke sana dengan 1 juta TEUs dengan arus kunjungan kapal mencapai 412 unit.

Sepanjang tahun lalu tercatat sembilan perusahaan pelayaran global yang berkontribusi terhadap volume arus peti kemas ekspor impor yang dibongkar-muat melalui TPK Koja.

Sembilan perusahaan pelayaran (Ship-ping line) tersebut yakni Orient Overseas Container Lines (OOCL) dengan produksi peti kemas sebanyak 205.141 TEUs atau setara 24,9% , NYK line mencapai 166.526 TEUs setara 20,2%,Korean Marine Transport CO (KMTC) Line sebanyak 140.558 TEUs setara 17%.

Kemudian, Hanjin Shipping sebanyak 109.086 TEUs (13,2%), Mediterranean Shipping Company (MSC) sebanyak 99,572 TEUs (12,13%), Heung-A sebesar 36,472 TEUs (4,4%), Sinokor sebesar 22,204 TEUs (2,79%), Gold Star Line sebanayk 21.204 (2,58%) dan Mitsui OSK Line (MOL) sebanyak 14.231 TEUs atau setara 2,32%.

SUMBER : Bisnis Indonesia

Read more
Friday, 12 April 2013

 Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan penutupan akses masuk ke dermaga PT Karya Citra Nusantara di Pelabuhan Marundra oleh PT Kawasan Berikat Nusantara karena masalah ganti rugi tanah yang belum selesai.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sahat Simatupang mengatakan hal itu disampaikan manajemen PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mengklaim tidak menutup akses masuk dermaga karena tanah yang menjadi akses masuk itu tanah milik KBN, “ujarnya kepada Bisnis Kamis (11/4).

Menurutnya, pihaknya tidak ikut campur dalam penyelesaian masalah ganti rugi tanah di jalan masuk Pelabuhan Marundra masuk yang di sengketakan KBN dengan PT Karya Teknik Utama (KTU), selaku  pemegang saham mayoritas dermaga PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Namun, sahat menegaskan pihaknya tetap mendesak kedua belah pihak segera mnelesaikan kisruh internal itu agar akses menuju Pelabuhan Mrundra di buka kembali.

Sampai saat ini, tuturnya, pihaknya mengalihkan lima unit kapal ke pelabuhan Tanjung Priok dan enam kapal lainya di alihkan ke sejumlah dermaga laian selain dermaga yang dikelola PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Dia menilai saham KCN dimiliki KBN sebesar 15% sedangkan KaryaTeknik Utama sebesar 85.

“Kami kurang tahu apakah (KBN) minta ganti rugi tanah atau hal lain, “imbuhnya.

Kepala kantor kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan Marundra Casmiti juga menyatakan pihaknya mengirim surat ke KBN untuk membuka akses masuk ke dermaga.

Hari ini (kamis) kita kembali  kirim surat agar mereka pindahkan mobil pemadam kebakaran dan jangan di parkir di pintu akses masuk dermaga. Ini surat yang ketiga yang kami kirim,” ujarnya.

Casmiti menjelaskan surat itu dikirim karena dermaga yang dikelola PT KCN kembali ditutup oleh manajemen KBN.

Selama ini, dia menegaskan pihaknya berupaya melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak agar perselisihan internal segera selesai.

Dia juga menambahkan pihaknya beberapa kali berkoordinasi dengan kedua belah pihak, baik secara administratif maupun pertemuan langsung.

Namun, casmiti menyatakan upaya yang dilakukan itu belum berhasil menyelesaikan kisruh penutupan akses masuk Pelabuhan Marundra.

Menurutnya, pihaknya telah menampatkan petugas kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP) di dermaga yang dikelola PT KCN guna mencegah anarkis.

 

KESEPAKATAN LAMA

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu menilai Perselisihan pihak PT KBN dengan operator  dermaga PT KCN karena adanya keputusan yang disepakati bersama manajemen lama tetapi tidak diterima manajemen baru.

“Manajemen baru (karena) merasa dirugikan sehingga menginginkan di ubah kesepakatan dan akses pelabuha. Saya tidak berhak memvonis siapa yang salah dan benar,” katanya.

Said menilai pihak pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan pada pengelolahan pelabuhan yang bermasalah.

Dia menilai hal utama yang perelu diselesaikan adalah masalah pemegang saham yang mengelola dermaga KCN di pelabuhan Marundra.

Menurutnya, Pemerintah harus mendesak kedua pihak yang berselisih pihak mencari solusi bersama sehingga pelabuhan kembali beroperasi.

“Selama ini, maunya agar pengoperasian berjalan kembali karena distribusi barang terhambat tetapi perlu dilihat kembali apakah boleh pelabuhan di operasikan dalam kondisi bermasalah,”katanya.

Sementara itu, direktur Utama PT KBN Sattar taba kembal tidak berkomentar mengenai penutupan akses masuk Pelabuhan Marundra.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Monday, 08 April 2013

              Pada tanggal 08 April 2013 PT Pelindo Marine Service meresmikan gedung baru Grha Marine . Grha marine berlokasi di Jalan Prapat Kurung Utara No. 58 Surabaya, hal ini merupakan upaya PT PMS mengembangkan sarana dan fasilitas yang telah ada selama ini.

            Grha Merine ini belokasi cukup strategis karena berada di tengah – tengah lokasi bisnis jasa kepelabuhanan (terminal penumpukan, terminal curah cair dan kering).

           Grha Marine yang berlokasi di Prapat Kurung Utara ini memiliki 2 (dua) lantai dengan luas masing – masing lantai yaitu lantai 1 (satu) 62 m2  dan lantai 2 (dua) 546 m2.  Lanatai 2 (dua) merupakan fungsi utama dai kegiatan bisnis PT PMS karena di desain dengan fungsi sebagai Multifunction /Hall Room, VIP Room, Lobby dan Pantry, sedangkan lanatai 1 (satu) disain untuk lobby dan recepsionis.Kapasitasnya juga cukup besar  dapat menampung 200 (dua ratus) orang.

          Dalam acara peresmian ini dihadiri oleh Dekom dan Setkom PT PMS, Pejabat – Pejabat Kantor Pusat   PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Instansi Pemerintah dan Pimpinan Proyek pembangunan Grha Marine. 

         PT PMS juga telah memiliki website untuk lebih memperkenalkan bisnis PT PMS melalui media on line. Website PT PMS bisa diakses melalui www.pelindomarine.com.  Banyak informasi yang dapat diperoleh melalui website PT PMS antara lain tentang Perusahaan (PT PMS), Fasilitas serta kegiatan bisnis,Bursa Kapal,  Wisata bahari dan berita – berita yang terkait dengan kepelabuhanan.

         Acara dibuka dengan sambutan Direksi dan Komisaris Utama PT PMS, dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta peninjauan ruang.

          Peresmian Grha Marine dan Lounching Website ini diharapkan mampu menjadi Kebangkitan dan Kiprah PT PMS untuk lebih maju dalam bisnis jasa perkapalan baik secara nasional maupun internasional.

Read more
Tuesday, 05 March 2013

Belum ada kesungguhan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun rel kereta api di Terminal Multipurpose Teluk Lamong melegakan PT Pelabuhan Indonesia III. Sejauh ini konsep pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong sudah berjalan dengan masterplan.

            Pimpinan Proyek Teluk Lamong Harry Dharmawan menegaskan tidak akan mengubah desain pelabuhan prestisius itu. Apalagi sejauh ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga belum kunjung memberikan kepastian pembangunan rel kereta api.

            “Untuk mengubah desain pelabuhan, membutuhkan biaya besar dan waktu yang panjang. Sementara pengerjaan proyek ini sudah berjalan, dan di antaranya sudah selesai,” kata Harry Dharmawan, kemarin. Dia mengakui wacana dari KAI untuk membangun rel kereta sudah pernah dibahas tahun lalu.

            Wacana tersebut direspons positif oleh Pelindo III selaku operator pelabuhan. Bahkan Pelindo III berencana membawa konsep tersebut untuk dibahas dengan melibatkan pemerintah. Hal ini untuk melihat secara detail keseriusan KAI membangun rel di Teluk Lamong. Kebetulan KAI tengah mengembangkan bisnis angkutan barang.

            Harry Dharmawan menyebut pembangunan rel kereta api di Teluk Lamong sangat membantu, mengurai kepadatan lalu lintas. Berdasarkan prediksi Pelindo III, truk yang lalu lalng d Teluk Lamong mencapai 1.500 perhari.

            “Bisa dibayangkan seperti apa nantinya kondisi lalu lintas di Kalianak, Margomulyo, Osowilangun, dan sekitarnya. Keberadaan Kereta Api di Teluk Lamong akan sangat membantu untuk menekan kepadatan lalu lintas,” ungkapnya.

            Sebetulnya Pelindo III sudah menyiapkan antisipasi dengan mengusulkan pembangunan Simpang Susun. Tetapi usulan tersebut sejauh ini belum ada respons dari Kementrian Pekerjaan Umum.

 

Sumber : Radar Surabaya

Read more
Tuesday, 05 March 2013
Manajer SDM dan Umum Pelindo IV Balikpapan Teguh Haryono mengatakan pihaknya perlu mencari strategis bisnis baru pasca beralihnya aktivitas bongkar muat koontainer ke Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau. Fungsi pelabuhan sebagai terminal penumpang akan tetap berlangsung dengan perbaikan pada fasilitas yang perlu direnovasi. “Tahun ini kami rencanakan untuk renovasi dan mempercantik terminal penumpang agar penumpang betah di dalamnya,” ujarnya. Teguh mengakui aktivitas pelabuhan tertinggi didominasi oleh kapal ro-ro yang sepanjang tahun lalu mencapai 599 panggilan atau 43% dari total panggilan. Hal ini disebakan oleh tingginya arus distribusi barang dari luar daerah ke Balikpapan. Adapun untuk kapal penumpang, pihaknya mencatat hanya mendapatkan 230 panggilan sepanjang tahun lalu atau sekitar 17% dari total panggilan. Peningkatan arus penumpang biasanya terjadi hanya pada saat mudik atau tahun baru karena harga tiket pesawat udara yang hamper menyentuh batas atas. Teguh menuturkan Pelindo IV Balikpapan tengah mengembangkan bisnis supply base dengan memanfaatkan lapangan kontainer Semayang yang tidak lagi banyak diisi oleh peti kemas. Masih prospektifnya bisnis pengeboran minyak di lepas pantai Selat Makasar menjadi salah satu alasan pengembangan nisnis Pelabuhan Semayang ke supply base. “Sudah ada yang menjajaki peluang untuk kerja sama. Kami harapkan ini terealisasi dan bisa menarik pelaku bisnis lain untuk bekerja sama,” tukasnya. Adapun untuk car terminal Pelindo Balikpapan akan memanfaatkan lapangan Tukung seluas 6.300 meter persegi guna menampung kendaraan sehingga tidak lagi menggunakan area jalan. Rencananya, Pelindo juga akan melakukan reklamasi untuk menambah luasan areal. Teguh mengaku telah mengomunikasikan usulan ini kepada Pemkot Balikpapan dan telah memperoleh persetujuan,”Jadi, Pelabuhan Semayang akan lebih rapi karena kapal dengan muatan yang macam-macam dilokasikan di Lapangan Tukung.” Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menambahkan pemerintah mendukung pengembangan Pelabuhan Semayang menjadi supply base karena sifatnya yang hanya berhubungan dari laut ke laut. Namun, untuk bisnis car terminal,pihaknya masih keberatan karena akan memengaruhi kondisi lalu lintas di dalam kota. “Kalau bisa yang semacam itu di TPK Kariangau saja. Kami juga masih menunggu pengembangan di sana karena baru 10 ha yang dikembangkan dari luas total 72,5 ha,” tambahnya. KUALA TANJUNG Dalam perkembangan lain, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, sudah memasuki tahap penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), sehingga pembangunan fisiknya dapat dimulai pada 2014. Asisten Corporate Secretary Humas Pelindo I Medan Eriansyah mengaku tahapan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Baru memasuki penyusunan amdal, sedangkan studi kelayakan dan detail engineering design (DED) sudah selesai. “ Kini tahapan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah memasuki penyusunan amdal. Diharapkan pembangunan fisik sudah bisa dimulai pada tanggal 2014,” ujarnya di Medan. Tahun lalu, Pelindo I Medan menjalin kerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Hutama Karaya untuk membangun Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hun port dengan inventasi sedikitnya Rp 4 triliun. Menurut Eriansyah, sesuai jadwal yang ditetapkan, memang kemajuan pembangunan Kuala Tanjung masih pada tahap yang wajar mengingat perizinan yang harus dipenuhi sebanyak 11 jenis. Sumber : Bisnis Indonesia
Read more