Wednesday, 24 April 2013

 General manager PT Pelindo Indonesia (Pelindo) II Cabang Tanjung Priok Ari Henryanto mengatakan rencana penaikan ongkos pelabuhan pemuatan/ ongkos pelabuhan tujuan (OPP/OPT) di pelabuhan Tanjung Priok sudah mendesak guna memberikan kepastian berusaha bagi perusahaan bongkar muat (PBM) sebagai mitra Pelindo II.

“Sudah sangat urgent, sedangkan upah buruh bongkar muat sudah naik 3 kali sejak 2008 dan PBM Tanjung priok mesti dipertahankan eksitensinya sebagai mitra Pelindo II,” ujarnya.

Dia menilai penyesuaian tarif bongkar muat itu tidak hanya mendukung operasional PBM tetapi juga untuk mendongkrak produktivitas pelayanan bongkar muat.

Namun, Ari menegaskan pihaknya msi membuka peluang dialog dengan gabungan importer nasioanal seluruh Indonesia (GINSI) dan asosiasi Logistik dan forwarder Indonesia (ALFI) hingga akhir bulan ini.

“Kalau tidak ada titik temu, saya akan berlakukan tarif baru untuk OPP/OPT di Priok mulai Mei, “tegasnya.

Dia menegaskan OPP/OPT di priok belum pernah di sesuakan sejak 2008, sedangkan PBM harus melakukan investasi di pelabuhan secara berkesinambungan.

Ari juga menepis anggapan bahwa rencana penyesuaian OPP/OPT di priok bertujuan menutupi beban biaya PBM.

KONTRIBUSI

Selama ini, PBM memberikan kontribusi kepada Pelindo II Cabang Tanjung Priok sebesar 40%dari hasil kegiatan bongkar muat.

“Kalau soal kontribusi PBM itu kan sudah diatur dan disetujui PBM terseleksi yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok,”Ujarnya.

Dia juga menyatakan pihaknya siap mengurangi besaran kontribusi PBM menjadi 30% jika standar prokdutivitas jauh dibawah standar yang di tetapkan keuda belah pihak.

Ari mencontohkan standar prokdutivitas bongkar muat peti kemass di dermaga konvensional sebanyak 60.000 twenty foot equivalent unit (TEUs) hingga 80.000 per 100m2 dermaga per tahun.

“Jika melewati standar itu cukup bayar kontribusi 30% tetapi jika dibawh itu kita kenakan pinalti, “tuturnya.

Sampai saat ini, dia mengungkapkan sudah ada satu PBM hamparan jala sagara dari total 16 PBM terseleksi di pelabuhan tanjung priok.

Sementara itu, ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder  Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Sofian  Pane sebelumnya menargetkan pembahasan OPP-OPT di pelabuhan tanjung priuk selesai akhir bulan ini.

Menurutnya, pihaknya sudah bertemu dengan pengurus asosiasi dalam menyikapi rencana penyesuaian OPP-OPT tersebut. “mudah-mudahan pada 1 Mei 2013 sudah ada penetapan tarif yang baru,”ujarnya.

SUMBER : Bisnis Indonesia

Read more
Tuesday, 23 April 2013

Kadin Indonesia mendesak PT Pelabuhan Indonesia II mengurungkan langkah mendirikan 22 anak perusahaan yang bergerak di bidang pendukung usaha kepelabuhan karena berpotensi memonopoli bisnis usaha itu.

Ketua komite tetap Pelaku dan penyedia jasa Logistik Kadin Indonesia Irwan Ardi hasman mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari seluruh asosiasi terkait mengeluhkan langkah BUMN itu merambah sector logistic, transportai, dan pendukung usaha kepelabuhan.

Menurutnya,PT Pelabuhan Indonesia  (Pelindo) II semestinya fokus membenahi biaya logistik yang tinggi di pelabuhan hingga menurunkan tingkat dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok yang masih 6 hari.

“Mestinya swasta dan BUM saling mendukung untuk menurunkan biaya logistik, kalau (swasta) sudah diadu dengan BUMN tentu itu tidak baik. Mestinya Pelindo II fokus pada layanan publik,”katanya.

Irwan juga meminta Pelindo II fokus ke bisnis inti mengelola pelabuhan tanpa harus mendirikan hingga 22 anak usaha baru yang merambah jasa pendukung kepelabuhan dan logistik.

Dia menyatakan langkah yang di ambil BUMN itu berpotensi memonopoli bisnis yang mangancam kelangsungan usaha swasta di pelabuhan yang tidak sebanding dalam hal persaingan usaha dengan perseroan yang disokong pemerintah.

Wakil sekretaris Jendral Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mendesak pembatalan pendirian puluhan anak usaha Pelindo II karena berpotensi memonopoli usaha pendukung kepelabuhan. Dia juga mengidikasikan pendirian 22 anak usaha itu bias mendapatkan keistimewaan.

“Kalau dulu Presiden Soekarno bilang bahwa kita menghadapi bangsa sendiri, itu benar, karena saat ini kami berhadapan dengan BUMN asing. “ paparnya.

Dia menyatakan pihaknya sudah melapor hal itu kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Komisi itu juga sudah menyatakan ada undikasi awal adanya persaingan usaha tidak sehat.

Tidak berhenti melapor ke KPPU, dia mengungkapkan pihaknya juga sudah menyatakan ada indikasi awal adanya persaingan usaha tidak sehat.

Tidak berhenti melapor ke KPPU, dia mengungkapkan pihaknya juga akan membawa maslah ini ke DPR pada pekan ini.

Ketua umum Asosiasi Pengusaha  Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Bambang K Rachwadi berharap Direktur Utama Pelindo  II Richard Joost Lino itu bisa mempertimbangkan kembali pendirian anak usaha itu karena akan mengancam usaha swasta di pelabuhan.

Sampai saat ini, Dia menuturkan jumlah perusahaan bongkar muat di Jakarta hanya 16 perusahaan sebagai dampak dari seleksi yang ada dari jumlah awalnya 129 perusahaan. Sebelumnya, total perusahaan . Sebelumnya, APBMI di seluruh Indonesia mencapai 1023 perusahaan.

TIDAK MONOPOLI

Sekertaris Perusahaan PT Pelindo II Yan Budi Santoso menyatakan permintaan pembatalan 22 anak usaha itu muncul sebagai akibat adanya kekhawatiran dari perilaku usaha.

“Ini belum jalan. Sebetulnya ini karena kekhawatiran, padahal ada peluang untuk saling bermitra,”katanya.

Dia menilai tidak ada niat perseroan untuk mematikan usaha swasta atau mitra bisnis di pelabuhan yang selama ini sudah berjalan.

Menurutnya, pendirian anak usaha yang bergerak di bidang sewa peti kemas, penyediaan alat, dan sistem informasi itu bertujuan meningkatkan efisiensi di pelabuhan.

“Kami dirikan anak usaha itu ya memanguntuk mandukung core business kami yakni untuk meningkatkan produktivitas pelabuhan, efisiensi, dan ini nanti akan di tunjang dengan keberadaan anak usaha, “ungkapnya.

Yan Budi menilai pendirian anak usaha itu sebetulnya tidak melawan hokum karena sudah di atur dengan perundang-undangan

SUMBER : Bisnis Indonesia

Read more
Tuesday, 16 April 2013

Kementrian Perhubungan meningkatkan fungsi sistem pemantauan lalu lintas pelayaran atau vessel traffic system di empat pelabuhan utama di Indonesia.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Boby R Mamahit mengatakan peningkatan fungsi itu bertujuan meningkatkan keselamatan di pelabuhan. Selama ini,  vessel traffic system (VTS) hanya berfungsi sebagai pemantau lalu lintas pelayaran di wilayah perairan.

Menurutnya,keempat pelabuhan itu yakni Tanjung Perak Surabaya, Soekarno-Hatta Makassar, Tanjung Priok Jakarta, dan Belawan Medan.Peningkatan fungsi VTS itu direalisasikan dengan menggandeng operator pelabuhan yakni PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, IV guna mensinergikan alat pelayanan lalu lintas pelayaran dengan peralatan yang dimilik oleh BUMN itu.

“VTS yang dimiliki oleh pelabuhan besar itu Surabaya, Makassar , Priok, Belawan selama ini digunakan hanya untuk memantau keselamatan berlayar kapal tapi alat itu bisa disinergikan dengan peralatan yang ada di Pelindo,”.

Beliau mencontohkan bentuk sinergi itu misalnya dalam hal pelayanan pemanduan untuk keselamatan di alur pelabuhan agar nantinya menjadi lebih efisien.

VTS merupakan sistem pemantauan lalu lintas pelayaran yang diterapkan oleh pelabuhan atau suatu manajemen armada perkapalan. Prinsip kerja VTS mirip seperti sistem yang dipakai air traffic control (ATC) di dunia penerbangan.

Sistem VTS digunakan antara lain radar, closed circuit television (CCTV), very high frequency (VHF) radiotelephony, dan automatic identification system (AIS). AIS berfungsi untuk melacak pergerakan kapal dan memberikan keselamatan navigasi di wilayah geografis yang terbatas.

FUNGSI PENJAGAAN

Selain bisa menjaga kestabilan lalu lintas pelayaran, ungkapnya, VTS bisa menjalankan fungsi penjagaan dan pengontrolan kanal lalu lintas agar tercapainya efisiensi multimoda transportasi di suatu pelabuhan.

Kemenhub menjelaskan bahwa peningkatan fungsi VTS di Pelabuhan Tanjung Priok sebetulnya sudah berjalan, hanya saja penerapan secara keseluruhan tinggal menunggu integrasi atau penyatuan aturan dari PT Pelindo II dengan sistem yang dimiliki.

“Nanti aturan setempat mereka akan buat aturan sendiri untuk pengguna VTS sebagai pelayanan untuk keselamatan kapal masuk dan kapal ke luar pelabuhan. Alat sudah ada tinggal sinergi dengan sistem Pelindo itu,”umgkapnya.

Kemenhub mencatat total pagu indikatif untuk program pengelolaan dan penyelenggaraan transportasi laut pada 2013 sebesar Rp.8,16 triliun dengan pori kenavigasian Rp.594,9 miliar, sisanya untuk penjagaan laut dan pantai, perkapalan, lalu lintas, dan manajemen dan teknis lainnya.

Sepanjang tahun lalu, pemerintah sudah menyelesaikan 109 pembangunan pelabuhan sehingga pada tahun ini khusus untuk kenavigasian menjadi prioritas. Penyelenggaraan sistem kenavigasian juga akan diarahkan ke Selat Sunda dan Selat Lombok dengan penambahan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) dan tidak kalah penting juga sistem komunikasi termasuk pembangunan VTS.

Menteri perhubungan E.E Mangindaan pernah menyatakan ada kendala di kenavigasian karena pembiayaan APBN terbatas. Menurutnya, Kemenhub tetap berupaya secara maksimal sesuai dengan program MP3EI yakni  mengupayakan keterlibatan swasta dalam mendukung kenavigasian.

Sumber : Bisnis Indonesia

 

 

Read more
Saturday, 13 April 2013

Surabaya – Dalam rangka menambah fasilitas tambatan khusus curah cair di Pelabuhan Tanjung Perak, PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak membangun dermaga curah cair di Terminal Nilam Utara Pelabuhan Tanjung Perak.

Pembangunan dermaga curah cair di Nilam Utara sebagai salah satu upaya untuk mengurangi overload  arus curah cair di Pelabuhan Tanjung Perak akibat kapasitas curah cair yang tersedia sudah tidak seimbang dengan arus curah cair yang masuk pelabuhan.

Saat ini kapasitas terpasang di Pelabuhan Tanjung Perak hanya 2.116.800 ton, sedangkan realisasi arus curah cair pada tahun 2012 telah mencapai 4.949.968 ton, sedangkan peningkatan pertumbuhan arus barang jenis curah cair rata-rata mencapai 5% per tahun.

Dermaga curah cair ini mempunyai spesifikasi, diantaranya : platform yang mampu menangani kapal tanker 40.000 DWT dengan dimensi 27x12,1m¬2, menggunakan kontruksi beton bertulang dan dilengkapi dengan fender dan bollard, dan kedalaman kolam mencapai -10,00 meter LWS, breasting dolphin 4 (empat) unit dengan konstruksi beton bertulang, mooring bouy 2 (dua) unit, catwalk 4 (empat) unit dengan konstruksi rangka baja, trestle dengan dimensi 330 x 8 m¬2.
 
Dermaga curah cair yang merupakan fasilitas baru di Terminal Nilam ini sebelumnya telah diujicobakan melalui jalur pipa, yakni pada tanggal akhir bulan Januari 2013 lalu, dengan pembongkaran HCL sebanyak ±1.200 metric Ton yang dimuat dengan Kapal MT. CIPTA ANYER dari dermaga curah cair Terminal Nilam Utara ke tangki timbun di Nilam Tengah dan telah terlaksana dengan baik.

General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Rismarture, mengungkapkan bahwa harapannya dengan adanya dermaga khusus curah cair di Terminal Nilam ini dapat lebih meningkatkan produktivitas, meningkatkan pelayanan, memberikan kemudahan dan kelancaran bongkar muat, utamanya bongkar muat curah cair, serta dapat mengurangi rata-rata waiting time berth atau waktu tunggu kapal, khususnya untuk kapal curah cair di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelaksanaan uji coba pengoperasian dermaga curah cair Terminal Nilam Utara telah berjalan dengan baik, telah memenuhi syarat keselamatan pelayaran dan operasional pelabuhan baik dari fasilitas sisi darat maupun sisi laut siap dioperasikan. Sedangkan untuk instrumen dan peralatan safety berfungsi dengan baik dan siap dioperasikan dengan aman.

Sumber : dermaga.com

 

 

 

Read more
Sunday, 14 April 2013

Surabaya - Realisasi kunjungan kapal selama triwulan I tahun 2013 pada Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dikelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo III (Persero) telah mencapai 3.066 unit yang setara dengan 16.818.326 GT (Gross Tonage). Realisasi tersebut apabila dibandingkan dengan triwulan I pada tahun sebelumnya, dalam satuan unit terjadi kecenderungan turun sebesar 14,19% (triwulan I/2012 sebanyak 3.573 unit) tetapi dalan satuan Gross Tonage (GT) meningkat 0,23% (triwulan I/2012 sebanyak 16.780.422 GT), hal ini menunjukkan kecenderungan kapal yang masuk dan keluar Pelabuhan Tanjung Perak berkurang jumlahnya tetapi beratnya masih sebanding tahun sebelumnya.
 
Saat ini angkutan laut masih merupakan moda transportasi yang paling murah dan efisien  dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, juga mengingat negara indonesia merupakan negara kepulauan, disamping itu ada kecenderungan kapal pengangkut menggunakan kapal dengan ukuran dan GT yang lebih besar supaya lebih efisien, namun hingga saat ini karena pipa gas yang melintang pada Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) masih belum dipindahkan, hal inilah menjadi salah satu penyebab peningkatan kapal dalam satuan berat masih relatif stabil dan tidak menunjukkan pertumbuhan yang siknifikan.

Jumlah kunjungan kapal tersebut berdasarkan kapal dalam negeri sebanyak 2.585 unit  atau setara  8.507.831 GT, sedangkan kapal luar negeri mencapai 481 unit atau setara 8.310.495 GT.  Adapun jumlah kunjungan kapal berdasarkan jenis kapalnya, diantaranya kapal petikemas terealisir 1.097 unit atau 8.652.040 GT, Kapal non petikemas 679 unit atau 2.506.279 GT, Kapal penumpang 326 unit atau 2.443.259 GT, Kapal tanker 270 unit atau 2.705.980 GT serta kapal lainnya terealisir 694 unit atau 510.768 GT.

Sedangkan jumlah kunjungan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sampai dengan triwulan I tahun 2013 mencapai 124.161 orang dimana telah terjadi penurunan sebesar 31,49% apabila dibandingkan dengan triwulan I tahun sebelumnya yang mencapai 181.228 orang. Apabila dirinci lagi, maka jumlah kunjungan penumpang meliputi kegiatan embarkasi/naik sebanyak 57.516 orang dan kegiatan debarkasi/turun sebanyak 66.645 orang.  
 
Adapun realisasi arus barang sampai dengan triwulan I tahun 2013 tercatat 2.841.576 ton atau turun 12,04% (triwulan I/2012 : 3.230.695 ton), 297.381 m3 atau naik 40,9% (triwulan I/2012 : 212.381 m3) dan 520.647 ton/liter atau meningkat 9,84% (triwulan I/2012 : 474.008 ton/liter).

Sedangkan arus petikemas yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama triwulan I tahun 2013 telah terealisasi sebanyak  568.780 box atau setara 680.241 TEU’s. Apabila diprosentasikan berdasarkan asal dan tujuan perdagangan, arus petikemas domestik masih mendominasi, dimana dalam satuan TEU’s diketahui sebanyak 44,7% merupakan petikemas internasional dan 55,4% adalah petikemas domestik. Realisasi arus petikemas internasional mencapai 303.536 TEU’s dan petikemas domestik mencapai 376.705 TEU’S.
 
Sebagai informasi, realisasi arus kapal, barang dan penumpang selama tahun 2012 lalu di Pelabuhan Tanjung Perak, telah tercatat arus kapal sebanyak 14.773 unit dengan berat 73.122.180 GT, sedangkan arus barang untuk jenis petikemas mencapai 2.398.613 box atau 2.864.491 TEU’s, arus barang jenis general cargo terealisir 7.327.119 ton/m3, curah kering sebanyak 7.205.864 ton dan curah cair tercapai 2.525.827 ton/liter. Sedangkan arus penumpang kapal laut mencapai 897.516 orang.

Sumber : dermaga.com

 

Read more
Monday, 15 April 2013

Arus Kunjungan kapal Cruise di Pelabuhan Benoa, Bali, terus meningkat. Pada triwulan I/2013 sebanyak 22 Cruise masuk di pelabuhan pariwisata terbesar di tanah air. Meskipun tidak mencapai target 38 kapal, tetapi realisasi tersebut lebih baik dibanding  pada periode yang sama tahun lalu.

General Manager PT Pelabuhan III Benoa Iwan Sabatini mengatakan,terhitung pada April sampai Oktober tahun ini arus kunjungan kapal cruise mulai sepi, mengingat di Eropa memasuki musin panas. “Kesempatan sepi ini akan kami manfaatkan penataan dan beberapa sarana dan fasilitas akibat angin dan hujan kencang yang terjadi selama triwulan I ini”

Iwan juga mengatakan bahwa kunjungan kapal ke Benoa pada Triwulan I ini adalah sebanyak 2.426 unit atau 35,71 persen dari target setahun. Sedangkan dari sisi gross ton (GT) mencapai 2,97vjuta GT atau 56,91 persen dari target tahun 2013. “Ini menarik karena terlihat adanya kunjungan kapal baik cruise maupun barang mulai meningkat size-nya,” ujar dia.

Iwan menjelaskan, arus barang yang masuk ke Benoa dalam triwula I/2013 sebesar 75,212 ton atau sebesar 43,76 persen dari target setahun 2013. Sedangkan arus petikemas sebesar 5.508 box atau sebesar 21,7 persen. “Hal ini masih kurang menggembirakan karena angkutan petikemas makin banyak melalui darat dengan memanfaatkan BBM subsidi, sedangkan melalui kapal laut sudah dikenakan BBM nonsubsidi,hal ini makin memadatkan dan memacetkan jalanan jalur tengkorak,Denpasar ”kata dia.

“Investasi tahun ini untuk Pelabuhan Benoa mencapai Rp.179 miliar dan secara umum lebih difokuskan untuk dukungan pelayanan kapal cruise, yaitu seperti pendalaman kolam pelabuhan, perkuatan dermaga,penambahan X-ray dan beberapa fasilitas lainnya,” ujarnya.

Sumber : Radar Surabaya

 

Read more