Monday, 20 May 2013

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan bahwa ia berharap perbedaan kultur BUMN dapat dikurangi.

"Bila BUMN diumpamakan sebagai satu kelompok perusahaan, seharusnya kultur manajemen antarperusahaan tidak berbeda jauh," kata Dahlan Iskan pada acara BUMN Marketing Day 2012 di Jakarta, Rabu.

Namun nyatanya ia mendapati ada perbedaan yang besar mengenai kultur manajemen dari seorang direktur utama satu BUMN dengan BUMN lainnya.

Dahlan mengumpamakan bahwa sejumlah dirut BUMN sebagai "kuda liar" karena dianggap memiliki manajemen yang terlalu "kiri" sedangkan ada dirut lain yang disebut "lemah syahwat" karena menganut manajemen kanan.

"Menyatukannya memang tidak mungkin, tapi paling tidak perbedaan tersebut berkurang, misalnya bagaimana dirut yang merasa sebagai kuda liar dapat mengendalikan diri dan memberi wewenang kepada direksi lain sedangkan dirut yang merasa lemah syahwat diberikan dorongan agar tidak pasif," jelas Dahlan.

Ia memahami bahwa penyebab terjadinya perbedaan tersebut adalah karena aturan yang berlaku, sistem pengangkatan direksi, tanggung renteng risiko hingga persoalan gaji.

"Namun untuk perbaikan BUMN, perhatian saya tetap tertuju kepada dirut dan bukan direksi lain, tentu dirut juga diberi peluang bila meminta ada pergantian direksi, hanya keputusan pergantian perlu dilihat apakah alasannya logis atau tidak," tambah Dahlan.

Ia juga berharap agar para dirut BUMN memberikan kesempatan pengembangan karir kepada orang muda dan perempuan.

"Letak masa depan BUMN berada di tangan pemuda dan perempuan, jadi sewajarkan pimpinan perusahaan menyediakan suasana agar mereka dapat tampil," jelas Dahlan.

Ia juga mengusulkan agar perempuan dapat memperoleh cuti 1-2 tahun setelah melahirkan agar karir tetap mendapat kesempatan untuk berkembang.

Pada acara itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpilih menjadi "The Best BUMN Marketers 2012", diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Penghargaan itu merupakan hasil kerja sama majalah BUMN Track, BUMN Marketeers Club dan Markplus Inc kepada 32 BUMN yang dianggap mengembangkan marketing dan inovasi marketing.

Dahlan Iskan menjadi juri kehormatan dalam pemberian penghargaan itu sedangkan dewan juri terdiri dari Hermawan Kartajaya dan tim Markplus Inc.

Ada tiga aspek yang dinilai yaitu "strategic", terdiri atas "brand", produk dan manajemen bagi pelanggan; kedua adalah "tactical" yaitu komunikasi, penjualan dan layanan terakhir adalah "special award" yaitu marketing 3.0 dan "new wave of marketing".

Sumber : yahoo.com

Read more
Sunday, 19 May 2013

Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang telah dikucurkan PT Pelabuhan Indonesia III cukup besar. Terhitung Januari hingga Mei sudah Rp 1,5 miliar bantuan yang diberikan warga sekitar Terminal Multipurpose Teluk Lamong.

Sementara bantuan terakhir yang diberikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III sebesar Rp 75 juta untuk Pondok Pesantren Al Fatich, Kelurahan Tambak Oso Wilangun. Penyerahan bantuan itu diberikan langsung Diektur Keuangan Pelindo III, Wahyu Suparyono.

“Pemberian bantuan ini merupakan program Kemitraan Bina Lingkungan yang sudah dialokasikan perusahaan,” kata Wahyu.

Dia menambahkan bantuaan kemarin bersifat bantuan lunak yang penggunaannya diserahkan kepada penerima. Bantuan ini juga tidak ada keterikatan antara perusahaan dengan penerima.

Wahyu menyebutkan alasan pemberian bantuan ini ditujukan kepada warga sekitar proyek. Kebetulan posisi Ponpes Al Fatich juga mengembangkan pendidikan. Di ponpes ini juga adaMadrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dan Madrasah Aliyah (MA), selain Pondok Pesantren. Sementara jumlah santri dan siswi mencapai 600.

Hingga bulan Mei 2013 ini, alokasi untuk bantuan warga di sekitar proyek Teluk Lamong mencapai Rp 1,5 miliar. Sementara besaran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Selain itu nominal anggaran tiap-tiap kelurahan juga tidak sama.

Sumber : Radar Surabaya

 

 

 

 

Read more
Thursday, 16 May 2013

HaskoningDHV ditunjuk sebagai konsultan utama untuk mengawasi pembangunan tahap pertama Terminal Kalibaru atau New Priok Port.

Project Director Royal HaskoningDHV HermanPals mengatakan perseroan memenangkan proyek jutaan dolar pengerjaan pelabuhan utama Indonesia itu.

Menurutnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) menunjuk perseroan karena dinilai paling kompetitif dan terbaik dari segi metodologi yang diusulkan dan komposisi tim.

“Ini adalah salah satu pengembangan pelabuhan terbesar saat ini. Proyek strategis dalam hal pembangunan infrastruktur di Indonesia, sehingga untuk kedua pelabuhan dan terminal operator taruhannya tinggi,” katanya.

Kontrak itu merupakan bagian dari tahap pertama pengembangan terminal bagian utara Kalibaru dan termasuk pengembangan kapasitas peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 4,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pembangunan salah satu pelabuhan terbesar di dunia itu sudah dimulai sejak groundbreaking dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada  23 Maret 2013. Bila proyek itu selesai pada 2023, kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini menangani sebagian besar ekspor dan impor Indonesia akan naik menjadi 18 Juta TEUs atau naik lenih dari tiga kali lipat dari saat ini.

Pals menambahkan Kalibaru berperan penting dalam pembangunan Indonesia, memperkuat rantai logistik nasional, meningkatkan daya saing global dan berfungsi sebagai hubungan internasional.

Sumber : Bisnis Indonesia
Read more
Wednesday, 15 May 2013

Distributor BBM PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencari dana Rp 7 triliun – Rp 8 triliun untuk membiayai tahap pertama proyek pelabuhan industri terintegrasinya di Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan dana untuk proyek bernama Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) itu akan berasal dari lima sumber, yakni dana kas internal, modal disetor Pelindo IIII, penjualan aset, sisa dana obligasi, dan pinjaman perbankan.

Dia menjelaskan Pelindo III adalah mitra perseroan di proyek tersebut. Untuk dana obligasi sudah diraih Desember tahun lalu Rp 1,5 triliun. Adapun, penjualan aset akan berupa tanah kawasan industri, sedangkan pinjaman perbankan akan dibicarakan dengan sejumlah bank krediturnya.

Haryanto menyebutkan beberapa bank yang selama ini sudah mendanai bisnis eksisting perseroan antara lain PT Bank BCA Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, JP Morgan dan beberapa bank asing.

Proyek JIIPE adalah proyek yang akan mengakomodasi seluruh bagian dari kawasan industri yang berintegrasi dengan fasilitas pelabuhan laut dalam, serta ditunjang oleh infrastruktur dan perlengkapan yang baik.

Proyek tersebut nantinya akan menjadi penting sebagai gerbang ekspor impor untuk Jawa Timur. Proyek ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap I berupa kawasan industri seluas 700 hektar dan dermaga sepanjang 600 meter yang diharapkan selesai semester II / 2015.

Sumber : Bisnis Indonesia

 

Read more
Monday, 13 May 2013

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan mengurangi emisi pada pengoperasian Terminal Multipurpose Teluk Lamong tahun 2014 nanti. Perusahaan plat merah ini akan menggunakan listrik sebagai pasokan energi untuk operasionalnya.

Kebutuhan energi untuk operasional di Teluk Lamong sebesar 16 Mega watt (MW) yang terbagi dalam dua line (jalur). Kebutuhan operasional yang paling pokok adalah Ship to Shore Crane (STS) dan Automatic Stacking Crane (ASC).

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengungkapkan , penggunaan energi listrik untuk menekan biaya operasional pembelian bahan bakar serta menekan pembuangan emisi. “ Peralatan yang kita gunakan lebih ramah lingkungan, karena sumber energinya 90 persen dari listrik,” kata Edi.

Dia menambahkan penggunaan listrik ini untuk mendukung program eco green port (pelabuhan ramah lingkungan) yang digagas sejak tahun lalu. Setidaknya, ada tiga peralatan bongkar muat yang diharapkan bisa menekan buangan emisi.

Edi menyebut STS dan ASC yang sepenuhnya menggunakan listrik. Alat ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang menggunakan listrik.               “ Sebelumnya kami (Pelabuhan Tanjung Perak) selalu menggunakan solar untuk pengoperasian Rubber Tyrd Gentry (RTG) dan Container Crane (CC). Dua alat ini telah kita ganti dengan STS dan ASC,” jelasnya.

Sementara Automatic Terminal Trailer (ATT) masih menggunakan solar. Tetapi ATT ini jauh lebih efisien dibanding operasional truk pemindah kontainer dari kapal menuju lapangan penumpukan.

Mesin ATT secara otomatis mati dalam beberapa menit ketika tidak digunakan. Artinya pembuangan emisi melalui bahan bakar bisa ditekan. Selain itu, roda yang dimiliki ATT jauh sedikit dibanding truk kontainer. Hal ini berfungsi menghindari limbah karet.

 

Read more
Saturday, 11 May 2013

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana memasang tiga Shore to Ship (STS) Crane di Pelabuhan Domestik Teluk Lamong. Pemasangan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan arus petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara untuk dermaga internasional diperkirakan terpasang dua STS Crane.

“Dari tahun ke tahun, pertumbuhan petikemas domestik selalu mengalami kenaikan, termasuk pergeseran tren,” kata Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto.

Saat ini pembangunan dermaga di Terminal Multipurpose Teluk Lamong telah seratus persen selesai untuk internasional. Sedangkan untuk domestik hingga 30 April pembangunannya sudah mencapai 54 persen.

Menurut Edi, tiga STS Crane yang dibeli dari Konecranes, Finlandia, itu akan dipasang di dermaga domestik. Sedangkan dua STS lainnya akan dioperasikan untuk dermaga petikemas internasional yang kini sudah selesai pembangunannya.

Edi menjelaskan, meski membeli STS dari perusahaan yang sama tetapi fungsi crane ini berbeda. “ Untuk petikemas internasional menggunakan twin lift, dimana bisa mengangkut dua petikemas sekaligus ukuran 20 feet.

Demikian juga dengan kemampuannya, Edi mengatakan memiliki perbedaan. Untuk crane internasional ukurannya lebuh tinggi dan jangkauannya lebih panjang.

Sumber : Radar Surabaya

Read more