Tuesday, 20 July 2021

Surabaya (19/7) – Pelindo Marines (BUMN Pelindo III Group) bersama anak perusahaannya, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT Pelindo Energi Logistik, dan BMC Logistics, menyalurkan 11 ekor sapi dan 5 ekor kambing pada Idul Adha 1442 Hijriah tahun ini. Jumlah hewan kurban tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sejumlah 10 ekor sapi dan 2 ekor kambing. “Alhamdulillah, Pelindo Marines Group dapat menambah jumlah hewan kurbannya tahun ini. Semoga dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. Apalagi di tengah kondisi PPKM Darurat seperti sekarang ini yang meski tujuannya baik demi keselamatan masyarakat, tapi juga berimbas menekan kondisi perekonomian sebagian masyarakat,” ungkap Haris Budiarto, Ketua Panitia Kurban Pelindo Marines Group, Surabaya, Senin (19/7).

 

Ia menambahkan, pada masa Pandemi Covid-19 yang masih dalam PPKM Darurat ini Pelindo Marines Group tidak menyembelih sendiri hewan-hewan kurbannya. Namun disampaikan langsung ke takmir masjid dan masyarakat. “Tetap keselamatan menjadi alasan utama bagi panitia. Prosesi kurban tidak dilaksanakan sendiri sehingga menekan mobilitas pegawai dalam suasana PPKM Darurat. Selain itu dengan disampaikan langsung ke takmir-takmir masjid dan masyarakat membutuhkan yang berada di wilayah kerja kantor Pelindo Marines Group,” tambahnya.

Hewan-hewan kurban tersebut disalurkan tersebar ke berbagai provinsi wilayah kerja Pelindo Marines Group. Untuk wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, disalurkan ke beberapa masjid, di antaranya yaitu Masjid Ar Rahmah dan juga panti asuhan. Selain itu juga disalurkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Benoa Bali, serta Pelabuhan Banjarmasin dan Pelabuhan Kotabaru di Kalimantan. “Pelindo Marines Group berupaya menyampaikan hewan kurban ke beberapa pelabuhan, sebagai wujud perhatian ke para pemangku kepentingan hampir di seluruh wilayah kerja kami. Pelindo Marines Group tidak hanya berbisnis pelayanan marine terintegrasi tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan di hari baik, Peringatan Idul Adha,” pungkas Haris Budiarto.

Ustadz Ahmad Maimun Shodik, perwakilan panitia Masjid Ar Rahmah menyampaikan rasa terima kasih telah memercayakan beberapa hewan kurban Pelindo Marines Group ke pihaknya. “Bukan kali ini saja Pelindo Marines dan grup anak perusahaannya memercayakan kepada Ar Rahmah untuk menyembelih sesuai syariat (tuntunan Agama Islam) dan menyalurkan daging kurbannya ke masyarakat yang membutuhkan. Mereka sebagian besar merupakan dhuafa yang bermukim tak jauh dari Kantor Pelindo Marines Group. Jadi perhatiannya terasa di masyarakat,” kata Ustadz Maimun, ketika menerima hewan kurban secara simbolis.

Manajer Umum dan Humas PT PEL, Mohammad Irwan, menambahkan di Denpasar, Bali, satu ekor sapi disalurkan dan penyembelihannya dilaksanakan bekerja sama dengan Masjid Sabilul Hidayah yang dikelola TNI Angkatan Laut “Daging-daging kurban kemudian secara bersama-sama akan disampaikan ke warga masyarakat yang membutuhkan di Bali. Kami berharap kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam di manapun,” ujarnya.

Read more
Friday, 09 July 2021

Jakarta, TopBusiness – PT Pelindo Marine Service (PMS), merupakan anak usaha PT Pelindo III (Persero) yang telah berdiri sejak 31 Desember 2011. Perusahaan yang merupakan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di bidang penyelenggaraan jasa kepelabuhanan ini merupakan entitas perusahaan yang memiliki fungsi usaha mandiri yang bergerak di bidang jasa pelayanan angkutan di perairan, perkapalan dan industri kemaritiman lainnya.

Corporate Secretary PMS, Arif Nurdiyanto mengatakan dalam menjalankan bisnis perusahaan, PMS berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) yang juga merupakan landasan bagi terbentuknya sistem, struktur dan budaya perusahaan yang fleksibel serta adaptif atas perubahan lingkungan bisnis yang kompetitif serta mampu membangun sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang handal.

“Penerapan GCG pada Pelindo Marine Service ditujukan untuk menjadikan GCG sebagai bagian dari budaya perusahaan, yang pelaksanaannya didukung oleh nilai-nilai perusahaan yang melekat di setiap insan Pelindo Marine Service,” tutur Arif menjelaskan prinsip-prinsip GCG yang merupakan salah satu unsur dalam Governance, Risk, and Compliance (GRC) saat sesi wawancara penjurian TOP GRC Awards 2021 yang digelar Majalah TOP Business secara virtual, Jumat (02/07/2021).

Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada semua organ dan jenjang organisasi secara terencana, terarah, dan terukur sedemikian rupa, sehingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat berlangsung secara konsisten dan sesuai dengan praktik-praktik terbaik (best practice) penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Arif menuturkan dalam implementasi GCG di perusahaan, PMS memiliki dua system kebijakan yakni kebijakan eksternal dan internal. Kebijakan eksternal mengacu pada Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara, Jo. Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-09/MBU/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.

Sementara di internal perusahaan, PMS dalam dua tahun terakhir telah memutakhirkan tiga kebijakan implementasi GCG yakni:

Pertama, Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT PMS Nomor: PER.22/TR.0101/PMS-2019 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Board Manual dan Code of Corporate Governance);

Kedua, Perubahan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT PMS Nomor: PER.01/TR.0101/PMS-2020 tentang Perubahan Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Board Manual dan Code of Corporate Governance);

Ketiga, Keputusan Bersama Dewan Komisaris, Direksi dan Serikat Pekerja PT PMS Nomor: PER.23/TR.0101/PMS-2019 tentang Pedoman Etika dan Perilaku  (Code of Conduct) di Lingkungan  PT PMS.

“Pada kebijakan pertama dan kedua mampu menghasilkan sistem pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien dan penerapan prinsip-prinsip GCG di perusahaan. Sementara pada kebijakan ketiga menghasilkan pedoman etika dan perilaku bagi semua insan PT PMS dalam melakukan interaksi berdasarkan nilai-nilai dan etika bisnis dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responbilitas, independensi dan fairness,” tuturnya.

Adapun dalam hal sistem dan kebijakan manajemen risiko, PT PMS juga memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan melalui Peraturan Direksi PT. Pelindo Marine Service Nomor: PER.30/PM.02/PMS-2019. Peraturan ini memberikan landasan awal untuk dapat terselenggaranya budaya (culture) sadar risiko di lingkungan perusahaan pada semua departemen, baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Selain itu, Manajemen Risiko PMS juga telah mengacu pada standar yang berlaku yakni ISO 31001:2018 terkait dengan Risk Management System  yang Memberikan landasan awal untuk dapat terselenggaranya budaya (culture) sadar risiko di lingkungan perusahaan pada semua departemen, baik dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

Perusahaan juga telah menerapkan ISO 22301:2012 tentang Business Continuity Management System yang memberikan rencana landasan untuk  penyusunan rencana-rencana kontigensi yang efektif, termasuk prosedur penanganan kejadian yang tidak terduga.

“Kedua standar ISO ini mempunyai dampak yang signifikan bagi perusahaan kami terutama pada pandemi Covid-19. Karena setiap bisnis pasti ada risikonya, dan Covid ini merupakan salah satu risiko yang harus kami mitigasi,” kata dia.

Dengan telah disusunnya ISO melalui penerapan business continuity plan, perusahaan sudah siap untuk menerapkan beberapa pelaksanaan bisnis lanjutan, apabila terdampak pada perusahaan, antara lain dampak dari pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun ini.

Sebagai contoh konkret dalam penerapan GRC pada masa pandemi, Arif menyatakan pihaknya sangat concern dengan wabah Covid-19. Sehingga perusahaan menyusun pedoman business continuity plan atas wabah Covid-19 pada PMS dan seluruh anak usaha.

“Ini sangat menjadi fokus di perusahaan kami ketika covid ini datang, maka mitigasi apa yang dapat kami lakukan agar perusahaan ini tidak terdampak secara massif. Yaitu ketika Covid ini diinformasikan oleh pemerintah, kami dalam tim dan dengan adanya business continuity management yang sudah kami susun, kami melakukan upaya mitigasi secara berkesinambungan. Yaitu dengan cara penyusunan pedoman business continuity atas wabah Covid-19 bagi PMS dan juga anak perusahaannya,” paparnya.

Kemudian, melakukan re-asesmen terhadap daftar risiko PMS dan seluruh anak perusahaannya berkaitan dengan event Covid-19. “Yang kedua, melakukan re-asesmen. Karena dulu business continuity management itu disusun belum ada gambaran akan adanya pandemi ini. Tapi, ketika sudah ada pandemi ini langsung upaya yang dilakukan oleh manajemen adalah re-asesmen terhadap risiko Covid ini dan juga bagaimana menyusun business continuity management-nya seperti apa,” tambahnya lagi.    

Selanjutnya, perusahaan juga menyusun sistem dan prosedur tentang Pencegahan dan Penanganan Wabah Covid-19. PMS lalu membentuk tim satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan virus Covid-19 melalui Surat Perintah Direksi No. SP.97/OS.0102/PMS-2020, tanggal 26 Maret 2020. Secara umum tim Satgas Covid PMS punya empat tugas yakni test, tracing, treatment dan isolation.

“Tugasnya yakni pemberian fasilitas penunjang pencegahan penularan, untuk seluruh pegawai darat dan laut, baik berupa pemberian masker secara berkala setiap minggu, pemberian multivitamin, kemudian pemberian cairan disinfektan setiap ruangan. Perusahaan juga melakukan rapid test untuk covid secara berkala,” terang Arif.

Digitalisasi GCG

Arif menambahkan implementasi GCG juga menyentuh tren digitalisasi proses bisnis perusahaan. Peraturan GCG mengarahkan perusahaan untuk menyusun IT Masterplan demi menyokong pengembangan proses bisnis dan implementasi GCG.

“Di Pelindo Marines kami mengembangkan secara mandiri, IMAIS (Integrated Marine Information System) yang telah mencakup berbagai modul mulai dari pengelolaan SDM, monitoring operasional, hingga aplikasi pendukung pengguna jasa dan mitra kerja. Digitalisasi ini mempercepat dan mengukuhkan GCG perusahaan,” tambah Arif.

Berkat berbagai kebijakan dan strategi penerapan GCG yang telah dilakukan, PMS mampu mewujudkan kinerja bisnis yang sangat baik, khususnya mengingat situasi pandemi yang berlangsung.

Ini terlihat pada laporan kinerja bisnis di tahun 2020 PMS berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,515 triliun dengan beban usaha sebesar Rp1,149 triliun. Adapun laba usaha yang diperoleh sebesar Rp365 miliar dengan laba setelah pajak sebesar Rp271 miliar dan total asset sebesar Rp1,845 triliun. 

“Kinerja keuangan pada 2020 relatif dapat bertahan dalam melalui krisis akibat pandemi Covid-19. Meski terkoreksi tipis secara year on year, baik dari sisi pendapatan, beban usaha, dan laba setelah pajak, berkisar antara 1-3 persen saja,” ujar Arif

Kinerja positif itu juga ditopang oleh produksi pada 2020 yang tetap tercapai sesuai target meskipun adanya pandemi covid-19. Terutama oleh konsistensi core business perusahaan, yakni layanan pemanduan dan penundaan kapal, serta tug & assist (SBPP) yang meningkat dibandingkan tahun 2019, dan terdapat segmen baru yakni dikontribusikan dari layanan pengangkutan FAME oleh PMS dan PEL, serta jasa reklamasi oleh APBS. https://www.topbusiness.id/52890/dengan-grc-pelindo-marine-service-mampu-jaga-performa-bisnis-di-masa-pandemi.html

Penulis: Abi Abdul Jabbr Siddik

Read more
Friday, 25 June 2021

Adagium 'Pembeli adalah raja' mengingatkan akan pentingnya posisi pengguna jasa dalam bisnis. Karenanya, Direksi dan Delegasi Pengembangan Bisnis Pelindo Marines hadir menyapa langsung para pengguna jasa utama pada Pelindo III Prime Customers' Business Forum 2021 di Denpasar. Direktur Utama Pelindo Marines, Umar, memaparkan langsung peningkatan pelayanan yang sudah dicapai Pelindo Marines kepada para pengguna jasa. "Pelindo Marines perlu terus mengomunikasikan perkembangan bisnis yang sedang di-creat saat ini dan yang akan datang," ujarnya. 
"Para pengguna jasa utama memanfaatkan kesempatan one-on-one meeting dan sharing session untuk mendiskusikan pengembangan bisnis mereka, dengan optimalisasi dan penyesuaian layanan prima Pelindo Marines," tambah Umar, di sela acara. 
Selain itu juga dibuka gerai pameran Pelindo Marines untuk lebih mengenalkan lagi kepada khalayak terkait inovasi layanan perusahaan. Pada gerai tersebut, Tim Pengembangan Bisnis kami akan menyapa dan mengenalkan tentang integrasi layanan Pelindo Marines dengan anak perusahaannya, yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT Pelindo Energi Logistik, dan PT Berkah Multi Cargo atau BMC Logistics. "Dengan mengusung tagline 'Integrated Marine Services', kami berharap dapat mewujudkan visi sebagai solusi layanan marine yang terintegrasi dengan standar global untuk layanan prima yang diberikan," tambah Senior Manajer Marketing Pelindo Marines Dhika Ramadhanny Putra. 
Agenda yang diselenggarakan dengan #ProtokolKesehatan ketat tersebut menjadi momen silaturahmi untuk meningkatkan koordinasi kerja sama meningkatkan efisiensi logistik negeri. Industri maritim merupakan industri multi-pemangku kepentingan yang menjadi tulang punggung perekonomian. Terutama vitalnya fungsi logistik, terlebih di era Pandemi Covid-19 yang penuh pembatasan fisik.

Read more
Thursday, 24 June 2021

Bali, 24 Juni 2021.Pelindo Marines mendapatkan apresiasi The Most Improved Implementation untuk paparannya terkait inovasi dan eksekusi Program Kerja Bidang HSSE pada Forum HSSE Pelindo Bersatu di Denpasar. Agenda yang dihadiri bersama oleh Tim HSSE dari Pelindo 1, Indonesia Port Corporation, Pelindo III, dan Pelindo 4. "Agenda ini menjadi forum koordinasi dan konsolidasi untuk menyatukan visi misi HSSE Pelindo Bersatu. Setiap tim HSSE memaparkan inovasi dan pencapaiannya masing-masing sebagai sharing knowledge,"kata SM SMMR Pelindo Marines Abdulloh Makhrus.
"Selain itu juga sebagai kesempatan untuk koordinasi dan konsolidasi untuk mewujudkan operasional pelabuhan yang memperhatikan prinsip-prinsip keselamatan dan keberlanjutan. Terlebih di masa Pandemi #Covid19 seperti saat ini, pelabuhan tetap harus berjalan aman demi kelancaran urat nadi logistik negeri," tambahnya.
Salah satunya inovasi dari Bidang HSSE Pelindo Marines yaitu menggunakan safety induction tanpa bertatap muka dan mengalihfungsikan sementara kapal yang idle untuk tempat isolasi mandiri pegawai yang terkonfirmasi Covid-19. Pelindo Marines mendapatkan pesan untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi lainnya, Serta terus mempertahankan apa yg sudah bagus diterapkan.

Read more
Thursday, 24 June 2021

Surabaya, 24 Juni 2021. Sekretaris Perusahaan Pelindo Marines Arif Nurdiyanto berbagi pengalaman tentang pentingnya Business Acumen pada Sharing Time: Why Does Business Acumen Matter? Agenda virtual tersebut diselenggarakan oleh @pmmb_pelindo3 yang merupakan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat @pelindo3 #pmmbfhcibumn . "Business Acumen sebagai kapabilitas penting untuk meningkatkan kontribusi pegawai. Maka penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di industri maritim yang terus berkembang," jelas Arif Nurdiyanto.
Sepanjang sesi, para mahasiswa antusias menanyakan rahasia pengembangan Business Acumen pegawai di Pelindo Marines. Salah satunya Geraldo Hiroshi dari Institut Teknologi Telkom Surabaya, ia tertarik menanyakan tentang layanan pandu di perairan internasional Pelindo Marines dan dinamika persaingannya. 
Arif Nurdiyanto lalu menjelaskan justru di situlah bukti pentingnya Business Acumen. "Dengan mengoptimalkan Business Acumen, Pelindo Marines terus mengembangkan layanannya, baik dengan diversifikasi, ekspansi, maupun inovasi. Jadi tidak hanya mengoptimalkan layanan pandu di wilayah kerja domestik, tetapi juga di perairan internasional," ungkapnya. Kegiatan Sharing Time tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi dari trainer untuk lebih membekali peserta akan teori tentang Business Acumen.

Read more
Wednesday, 23 June 2021

Pelindo Marines menerima kunjungan Kepala Sekolah SMK SPM Nasional Purwokerto beserta jajarannya. Kunjungan bertujuan untuk mendiskusikan potensi dukungan Pelindo Marines pada pengalaman belajar para kadet di sekolah nautika dan teknika kapal niaga tersebut. Kepala Sekolah Edi Wahyono yang memimpin rombongan menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kualitas mengajar dan pengalaman belajar para kadet, diharapkan agar ada dukungan dari para praktisi. "Keterkaitan antara akademisi dan akademia dengan para praktisi yang profesional di bidangnya sangat penting untuk agar kualitas lulusan instansi pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri," ujarnya.
Sekretaris Perusahaan Pelindo Marines, Arif Nurdiyanto, yang menerima kunjungan tersebut membuka diskusi hangat dengan tim guru SMK SPM Nasional Purwokerto di ruang rapat Kantor Pusat Grha Marine. "Setelah melihat pemaparan dari Bapak Kepala Sekolah dan Tim Guru (SMK SPM Nasional Purwokerto), semakin jelas bahwa posisi praktisi dan entitas bisnis sangat penting bagi institusi pendidikan. Apalagi di sektor industri maritim yang sangat praktikal dan perkembangan teknologinya sangat cepat," katanya. 
Senior Manager Teknik Pelindo Marines Ary Joko Susilo kemudian mendampingi Kepala Sekolah dan Tim Guru SMK SPM Nasional Purwokerto mengunjungi Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Pelindo Marines. Selama kunjungan lapangan dimanfaatkan untuk tukar pikiran dan pendapat terkait berbagai isu perkembangan teknik mesin perkapalan dan industri maritim pada umumnya. "Kami harapkan Pelindo Marines dapat terus mendukung dunia pendidikan maritim, agar kualitas kadet yang dilahirkan juga semakin bagus untuk mendukung kejayaan maritim Indonesia," ungkapnya.

Read more