Thursday, 03 April 2014

PT Terminal Teluk Lamong akan membatasi shipping line atau perusahan pelayaran yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong. Hal itu sengaja dilakukan untuk menekan tingginya arus barang dan peti kemas saat operasi penuh terminal yang di bangun dengan dana Rp 3,4 triliun itu pada semester kedua tahun ini.

Sementara pada awal mei 2014 nanti, Terminal Teluk Lamong yang nanti ditargetkan rampung di kerjakan pada akhir bulan ini akan memulai tahap uji coba operasional. Direktur utama PT Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi mengatakan, pembatasan itu untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kapal dan rute dari shipping line. Sebab, pihaknya tidak ingin menambah kongesti atau kepadatan trafik kapal dan rute di pelabuhan itu.

Kepada wartawan, Prasetyadi menyebutkan, jika Terminal Teluk Lamong telah memiliki pasar dan rute yang akan dilayani. “Saat ini, kami melayani Pelabuhan Belawan (Medan), Balikpapan, dan Indonesia Timur dulu. Memang tidak semuanya kami layani karena kami mencari terminal dengan windows system (kedatangan kapal yang terjadwal) dulu”, katanya disela sosialisasi pelayanan Terminal Teluk Lamong bersama shipping line di Hotel Shangri-la, hari Rabu kemarin (2/4).

Prasetyadi menambahkan, dipilihnya tiga pelabuhan itu tidak lepas dari windows system yang sudah berjalan di pelabuhan tersebut. Demikian juga dengan muatan yang dibawa dari ketiga terminal itu memungkinkan untuk di layani di Terminal Teluk Lamong.

Selain itu, sebagai terminal baru, Teluk Lamong mengedepankan pelayanan sebagai prioritas utama. Hal itu yang mengakibatkan Terminal Teluk Lamong tidak bisa menerima semua kapal dari rute-rute yang dianggap padat. “Kami mengedepankan service kepada maskapai agar bisa optimal, sekaligus menghindari kepadatan di terminal. Percuma kalau kami mengambil semua rute, sementara pelayanan tidak optimal. Tidak memunculkan solusi, mlah menambah masalah“, ucapnya.

Direktur Operasi PT terminal Teluk Lamong, Agung Kresno Suwarno menyebutkan, Terminal Teluk Lamong masih perlu uji coba sebelum full operation untuk domestik maupun internasional yang di jadwalkan pada September mendatang.

Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pegawai maupun infrastruktur agar mampu membiasakan diri dengan sistem yang baru. Sebelum full operation, PT Terminal Teluk Lamong akan melakukan uji coba dua kali seminggu. (03/04/2014)

SUMBER : RADAR SURABAYA
Read more
Thursday, 03 April 2014

Tenggelamnya KM. Journey menjadi catatan buruk bagi Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab, sebulan silam, KM Tanto Hari juga tenggelam dikoordinat yang sama, yakni, di Buoy 10. Hal ini yang membuat pemangku kepentingan mengambil kebijakan untuk menentukan area labuh jangkar.

Kepala Bidang Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama (KKU) Tanjung Perak Marzuki, kepadatan itu tidak hanya tampak pada arus kunjungan kapal dan barang, tetapi juga tampak dari kapal-kapal yang tidak melakukan aktivitas di sekitar pelabuhan.

Pria kelahiran Sumenep itu mengakui bahwa banyak kapal yang tidak memiliki aktivitas malah lego jangkar di sekitar pelabuhan. Padahal, umumnya lego jangkar adalah untuk menunggu jadwal bongkar muat atau masuk dok.

“Adapula kapal yang tidak aktif sama sekali malah lego jangkar”, ungkapnya. Kapal yang lego jangkar itu diantaranya berada di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Sementara, APBS itu tidak hanya askes masuk ke pelabuhan Surabaya, tetapi juga ke pelabuhan Gresik. Hal ini yang membuat konsep penataan area lego jangkar kemarin dihadiri semua pemangku kepentingan pelabuhan. Baik Surabaya maupun Gresik.

“Kami perlu sounding dahulu. Setelah clear, kami sampaikan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sebelum ditetapkan dalam notice of marine (berita pelaut Indonesia)”, urainya.

Notice of marine ini untuk memudahkan kapal Internasional mengetahui apa saja yang harus dan tidak dilakukan di pelabuhan. Sebab, dalam notice of marine dijelaskan pemetaan lokasi alur dan area logo jangkar. Pembuatan notice of marine ini juga untuk menghindari kejadian tabrakan kapal. Seperti tenggelamnya kapal KM Journey akibat bertabrakan deangan KMP Lambelu 1 April lalu. Kecelakaan ini bermula saat dua kapal ini sama-sama lego jangkar. Karena lamanya koordinasi, KM Journey menyeruduk KMP Lambelu.

Secara terpisah, Direktur Operasi  PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresno mengusulkan adanya pembuatan peta baru. Ini bertujuan untuk menciptakan pelabuhan Tanjung Perak yang aman dan tertib. Peta baru itu meliputi lokasi untuk lego jangkar. “Terus terang, posisi Teluk Lamong taerlalu dekat dengan APBS”, katanya.

Pembuatan peta baru ini juga baertujuan untuk membersihkan ranjau laut bekas perang dunia kedua. Dia mencotohkan ditemukannya tiga ranjau laut pada dua pekan silam saat pengerukan turning basin di dermaga domestik Teluk Lamong. (03/04/2014)

SUMBER : RADAR SURABAYA
Read more
Tuesday, 25 March 2014

Setoran PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) naik 19,5 persen jika di bandingkan dengan 2012. Untuk periode 2012, perusahaan pelat merah itu telah menyetorkan Rp 1,12 triliun. Kenaikan itu di tunjang meningkatnya pendapatan dan laba perseroan.

Setoran itu terbagi tiga. Yakni pajak Rp 694 miliar, kontribusi jasa pemaduan dan penundaan Rp 6 miliar, serta dividen Rp 420 miliar. Pada 2012, setoran Pelindo III pada negara sekitar Rp937 miliar. ”Kontribusi kami kepada negara secara keseluruhan naik 19,5 persen. Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III pada 2013”, kata direktur utama Pelindo III Djarwo Surjanto pekan lalu.

Keuangan perseroan yang tumbuh signifikan terlihat dari realisasi pendapatan yang mencapai Rp 5,12 triliun dan laba bersih 1,2 triliun. Pada 2012, pendapatan perseroan tercatat Rp 4,42 triliun dengan laba bersih sekitar 950 miliar.

”Naiknya kinerja keuangan tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di pelabuhan pelabuhan yang kami kelola . Arus kapal di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo III meningkat dari 74.915 unit pada 2012 menjadi 78.189 unit pada 2013. Sisi ukuran kapal juga naik dari sebelumnya 262.790 GT, kemudian pada tahun lalu 298.907 GT, jumlah peti kemas yang ditangani juga naik dari 3,9 juta TEUs menjadi 4,1 juta TEUs”, kata dia.

Selain ramai, bahkan ada beberapa pelabuhan yang membutuhkan pengembangan guna mengantisipasi kelebihan kapasitas. Antara lain Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dan Pelabuhan Banjarmasin.

Misalnya di Pelabuhan Tanjung Perak dengan membangun Terminal Teluk Lamong. Proyek itu menelan biaya Rp 3,4 triliun. “Perkembangan pembangunan fisik sudah 90 persen dan alat bongkar muat diperkirakan tiba pada April 2014. Kami optimistis terminal teluk lamong bisa di uji coba mei 2014”, tandasnya. (24/03/2014)

SUMBER : JAWA POS
Read more
Tuesday, 25 March 2014

Kehadiran Terminal Teluk Lamong (TTL) di harapkan dapat melengkapi terminal di Pelabuhan Tanjung Perak. Sehingga, para pengusaha shipping line semakin banyak memiliki pilihan untuk menyandarkan kapalnya. Sebaliknya, operator terminal juga semakin berupaya melakukan perbaikan pelayanan.

Saat ini, kapal peti  kemas dan kapal curah kering bisa memilih beberapa terminal untuk sadar dan bongkar muatan. Untuk kapal peti kemas bisa memilih Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Berlian yang dikelola oleh PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), Terminal Nilam Timur , dan Terminal Jamrud Selatan serta Terminal Mirah.

Sedangkan untuk kapal curah kering, dapat memilih Terminal Nilam dan Terminal Jamrud Utara dan Selatan. Semua terminal itu sudah menggunakan peralatan bongkar muat modern seperti Container Crane (CC) dan Harbour Mobile Crane (HMC).

Dengan kehadiran Terminal Teluk Lamong yang akan mulai dioperasikan pada Mei nanti, menjadikan pengusaha pelayaran (shipping line) dapat memilih pelayanan cepat dan tepat waktu tanpa menimbulkan biaya tambahan.

Jika sekarang ini masih terjadi antrian kapal menunggu tambatan, maka dengan adanya Terminal Teluk Lamong, kegiatan kapal di pelabuhan menjadi semakin cepat.

Direktur Utama PT Nilam Port Terminal Indonesia (NPTI), Irwan Cahyadi mengatakan, dengan adanya Terminal Teluk Lamong, menjadikan kompetisi pelayanan di terminal semakin menarik.

“Pelayaran nanti bebas memilih mau di terminal yang selama ini sudah dipakai atau pindah ke terminal baru, Teluk Lamong. Kompetisi pelayanan di terminal juga semakin menarik. Ini memicu masing-masing terminal untuk semakin memperbaiki pelayanannya. Yang jelas, operator Terminal Nilam tidak takut,’’ tegas Irwan.

Apalagi, tambah dia, Terminal Nilam Timur pada akhir 2014 nanti akan mendapatkan peralatan baru berupa container crane menggantikan alat yang lama. Tentu saja, kegiatan bongkar muat peti kemas domestik akan semakin cepat. Produktivitas bongkar muatnya juga akan semakin meningkat.

Saat ini, Terminal Nilam Timur yang memiliki panjang 320 meter dengan tiga CC mampu melakukan kegiatan bongkar muat rata-rata 12 boks per jam per CC. Tahun 2013 lalu, Terminal Nilam Timur berhasil membukukan bongkar muat sebesar 312 ribu TEUs.

Diakui Irwan bahwa Teluk Lamong menjadi tantangan baru bagi operator terminal lain. Karena, Terminal Teluk Lamong menggunakan konsep modern dan serba mekanis. Sistem pengoprasiannya juga dominan menggunakan kecanggihan teknologi informasi (TI). Sehingga, standar produktivitas bongkar muatnya lebih terukur.

Direktur Personalia dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Edy Hidayat mengungkapkan, Terminal Teluk Lamong akan dikendalikan oleh orang-orang muda dan pintar. Lowongan kerja yang diiklankan telah menjaring pelamar lebih dari 8.000 orang. Sementara jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 250 orang. Hebatnya, kelompok sarjana yang melamar itu sebagian besar memiliki IPK 3,6. (24/03/2014)

SUMBER : RADAR BISNIS
Read more
Tuesday, 25 March 2014

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) berencana melepas saham perdana di lantai bursa (IPO) pada kuartal IV/2014 pasca Pemilu Presiden.

Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan keputusan IPO harus menunggu momentum yang tepat dan mencermati kondisi pasar dengan baik.

“IPO lihat pasarnya dulu. Mungkin setelah pergantian presiden nanti”. Ujarnya.

Dalam waktu dekat, perseroan akan menerbitkan obligasi berdominasi dolar senilai lebih dari       US$ 400 juta dengan tenor sekitar 7 tahun. Keputusan penerbitan obligasi tersebut telah mendapat restu dari pemegang saham pada RUPS yang digelar November 2013 lalu.

Selain itu, dana segar hasil penerbitan obligasi akan dimanfaatkan untuk sejumlah proyek pembangunan di Pelabuhan Tanjung Emas, Tanjung perak, dan Tanjung Benoa.

Pada 2014, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp5 triliun. Beberapa proyek yang sedang digarap, yakni pengembangan kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang berlokasi di Manyar, Gresik Jawa Timur dengan nilai investasi sekitar Rp 4 triliun, pengembangan Terminal Teluk Lamong Rp 3,5 triliun, dan pengembangan penumpang Pelabuhan Tanjung Perak.

Lebih jauh Pelindo III menyetor uang Rp 1,12 triliun ke negara sepanjang tahun ini.

Jumlah itu terdiri dari setoran pajak Rp 694 miliar, konstribusi jasa pemaduan dan penundaan Rp 6 miliar serta dividen sebesar Rp 420 miliar.

Djarwo mengatakan konstribusi tahun ini meningkat dibandingkan pada 2012 lalu perseroan menyetor sekitar Rp 937 miliar. (22/03/2014)

SUMBER : BISNIS INDONESIA
Read more
Tuesday, 25 March 2014

Proyek pembangunan kapal selam kali pertama di PT PAL indonesia akan dimulai pada april mendatang. Pembangunan ini baru tapi infrastruktur yang meliputi gedung dan fasilitas senilai USD 150 juta atau setara dengan Rp 1,7 triliun.

Pembangunan infrastruktur ini diperkirakan memakan waktu sekitar 7 bulan atau di harapkan tuntas pada november 2014. Sementara proses produksi atau pembangunan kontruksi kapal selam baru akan dimulai pada tahun 2015 mendatang.

“Saat ini kita sedang melakukan persiapan secara menyeluruh. Di antaranya penyediaan lahan, fasilitas , dan nggarannya. Tapi lokasi anggaran yang ada baru untuk fasilitas saja,” kata Direktur Desain dan Teknologi PT PAL indonesia, Saiful Anwar, kemarin.

Sementara alokasi anggaran untuk pembangunan konstruksi kapal selam baru dibahas ditingkat kementerian. Dia mengatakan alokasi itu baru diketahui setelah Kementerian Pertahanan selaku pemilik proyek mendapat persetujuan dan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

Saiful menjelaskan, PT PAL indonesia baru pertama membangun kapal selam hasil kerja sama dengan perusahaan Korea Selatan, dan sekarang dalam proses. “Sedangkan satu unit lainnya kita yang akan membangun. Sepenuhnya kita”, tegasnya.

Kapal selam ketiga inilah yang nanti akan dikerjakan oleh para tenaga ahli yang sudah mengikuti alih teknologi (transfer of technology) di Korea Selatan. Kapal selam itu akan dikonstruksi di PT PAL.

Terpisah, Direktur Operasi PT PAL indonesia Edy Widarto mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan lahan dan infrastruktur untuk kepentingan industri kapal selam itu. Sub-kontraktor untuk pembangunan infrastruktur ini adalah BUMN  PT Waskita Karya. Edy mengikuti, pembangunan kapal selam ini masih akan didominasi komponen produk impor. (25/03/2014)

SUMBER : RADAR BISNIS
Read more