Monday, 28 April 2014

Satu persatu langkah terkait dengan revitalisasi Pelabuhan Kalimas sudah dimulai. Salah satunya, tidak di perpanjang kontrak sewa gudang. Ada sembilan perusahaan yang izin sewanya tidak diperpanjang lagi.

“Tidak hanya masalah dengan perusahaan penyewa. Ini hanya mengenai revitalisasi pelabuhan, gudang tersebut diperbaiki. Karena itu, izin sewanya tidak diperpanjang”, kata Kepala Humas PT Pelindo III Cabang Pelabuhan Tanjung Perak Dhany Rachman Agustian.

Dia menyebutkan, terdapat empat kompleks pergudangan di pelabuhan tersebut. Ada 16 perusahaan yang menyewa. Masa sewanya berbeda-beda.”Kebetulan, masa sewa sembilan perusahaan itu habis sekarang”, lanjutnya.

Bagaimana dengan tujuh perusahaan yang kontrak sewa gedungnya belum habis ? Dhany menyatakan akan menawarkan dua opsi bagi mereka. Yaitu, ganti rugi atau investasi. Masa kontrak bakal di hentikan, lantas perusahaan penyewa di beri ganti rugi sesuai dengan waktu perjanjian. Jika kontrak sewa masih kurang setahun, ganti ruginya akan di hitung setahun.

Bila mereka tidak setuju , bakal di tunjukan opsi kedua. Perusahaan tersebut di minta menjadi investor revitalisasipelabuhan. Mereka bisa ikut serta berinvestasi untuk pembangunan terminal modern.” Terserahperusahaan penyewa mau pilih opsi yang mana,” ujar Dhany.

Selain gudang milik PT pelindo III, di sepanjang pelabuhan kalimas terdapat pergudangan milik swasta. Jumpahnya masih mencapai sekitar enam kompleks pergudangan. Gudang itu masih aktif di gunakan. Banguna tersebut merupakan milik swasta. Namun, lahan yang di gunakan adalah milik PT Pelindo III.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) itu menuturkan, pihaknya juga akan melakukan pendekatan dengan perusahaan pemilik gudang. Mereka pun bakal di tawari untuk berinvestaris dalam pembanguna tersebut. “Sekarang masih di proses. Kami yakin mereka mendukung pembangunan,” katanya.

Pembanguna fisik gudang , ujar Dhany, baru di mulai tahun depan. Lokasi pertama yang akan di bangun adalah pergudangandi dermaga tempat bersandarnyakapal pelayaran rakyat ( pelra ). Dengan itu, kegiatan bongkar muat barang tidak terganggu. Setelah itu, di bangun gedung lain.

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Prayitno menjelaskan, revitalisasi pelabuhan kalimas tidak cukup dilaksanakan hanya setahun, pembangunan membutuhkan waktu beberapa tahun. Diperkirakan, pembangunan baru tuntas pada 2018. Jika dihitung sejak sekarang, pihaknya butuh lima tahun untuk merampung proyek tersebut. ‘'Kalimas akan berubah bentuk menjadi pelabuhan modern”, tandasnya. (28/04/2014)

SUMBER : JAWA POS
Read more
Monday, 28 April 2014

Pengerjaan pembangunan Terminal Teluk Lamong yang hampir selesai disorot Wakil Presiden Boediono. Dia mempertanyakan perkembangan terbaru pemindahan pipa eks Kodeco di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Selain itu, wapres mengkhawatirkan masalah transpotasi darat yang menjadi akses dari dan menuju Teluk Lamong.

Dua pertanyaan itu muncul saat Boediono mengunjungi Terminal Teluk Lamong kemarin pagi (26/4). Dia datang pukul 09.30 bersama rombongan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan disambut petinggi PT Pelindo III serta pejabat Penprov Jatim. Yakni, Sekdaprov Achmad Sudarki dan Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi. Terjadi dialog sekitar setengah jam sebelum rombongan tersebut melihat langsung kondisi terkini terminal.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengungkapkan, jalan-jalan tersebut bakal semakin padat. potensi kerusakan jalan juga akan semakin tinggi. Dia berharap bukan hanya jalan raya yang dipakai, tetapi juga jalur kereta api. “Jalur kereta api ini akan sangat membantu”, ujarnya.

Pemanfaatan jalur kereta api itu memang telah masuk dalam perencanaan PT Pelindo III. Mereka telah memikirkan untuk membuat transportasi berbasis monorel yang akan menjadi akses pemindah peti kemas dari Tanjung Perak ke Teluk Lamong.

“Soal teknis, teknologi sudah dibuat. Hanya kami menunggu izin pemanfaatan ruang dari Pemkot Surabaya”, jelas Dirut PT Pelindo III Djarwo Surjanto. Izin serupa sedang dikoordinasikan dengan TNI-AL. Sebagian lahan yang bakal dilewati monorel itu memang adalah lahan militer.

Rencana lain yang tengah dibuat adalah akses dari terminal Teluk Lamong menuju Stasiun Veteran, Gresik. Akses itu pun akan dibikin dengan menggunakan model rel. Untuk mengurangi beban jalan dan kemacetan, PT Pelindo III sudah membuat rencana pembangunan flyover. Jalan layang tersebut bakal langsung menghubungi tol Surabaya – Gresik. Dengan demikian, truk-truk kontainer tidak perlu berdesakan dengan kendaraan lain.

Hal lain yang menjadi pemikiran wapres adalah keberadaan pipa eks Kodeco yang kini menjadi milik Pertamina Hulu Energi West Madura Offshare (PHE-WMO)tersebut. Menurut dia, pipa tersebut bisa mengganggu pengoperasian Teluk Lamong. “Saya berharap pipa (eks) Kodeco ini bisa segera digeser. Tanpa ini, tentu kelancaran arus tak akan bisa optimal”, tuturnya setelah mendengar paparan dari Djarwo Surjanto.

Pipa eks Kodeco itu memang harus dipindahkan dari lokasi sekarang. Tepatnya di APBS. Sebab, APBS bakal di lebarkan dan diperdalam. Bila APBS tidak segera dilebarkan, kapal-kapal besar tidak bisa leluasa masuk ke terminal. Menurut rencana, APBS itu dilebarkan dari 100 meter menjadi 150 meter. Termasuk kedalamannya dari 9,50 meter LWS (low water spring) menjadi  -13 meter LWS.

General Manager PHE WMO Byker Pardede mengatakan bahwa tender dan kontrak untuk pemindahan pipa itu telah terselesaikan. Bahkan, jadwal pemindahan pipa sepanjang 21 kilometer tersebut sudah dibuat. “Semoga, pada Oktober-Nopember, (pemindahan pipa) bisa seusai dengan jadwal,’ katanya. (27/04/2014)

SUMBER : JAWA POS
Read more
Thursday, 24 April 2014

PT Pelabuhan Indonesia III terus melakukan sinergi dengan pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mendorong perbaikan akses hinterland menuju pelabuhan itu.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) III Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Iwan Sabitini menuturkan hinterland atau daerah yang terkoneksi dengan pelabuhan mencakup wilayah industri di Ungaran, Kabupaten Semarang dan Demak membutuhkan akses infrastrukur yang memandai sebagai penunjang aktivitas pengiriman barang industri.

“Karena memiliki hubungan ekonomi, akses hinterland ke pelabuhan terus kami dorong melalui pemerintah untuk segera ditindaklanjuti baik jalan maupun jalur kereta,” tambahnya.

Adapun perbaikan infrastruktur pelabuhan dilakukan sesuai rencana kerja hingga 2018 seperti pembangunan dermaga sepanjang 105 meter dan penambahan lapangan penumpukan seluas 5,3 hektar.

TPKS terus berkomunikasi aktiv guna mendukung efesiensi bongkar muat melalui pendataan dan penjadwalan sandar kapal dan pembongkaran peti kemas sesuai dengan ketentuan.

Sepanjang kuartal 1/2014, TPKS berhasil meningkatkan produktivitas bongkar muat sebesar 18% menjadi 143.000 TEUs dari periode yang sama 2013 sebanyak 116.000 TEUs.

“Selain dukungan infrastruktur, keterbukaan informasi dan langkah memastikan customer bahwa pelayanan kami terbuka memang berperan dalam kelancaran bongkar muat,” tegasnya.

Iwan memaparkan bongkar muat peti kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih didominasi container barang ekspor-impor.

Pertumbuhan produktivitas yang mencapai 18% itu merupakan imbas dari peningkatan ekspor Jateng ke beberapa Negara seperti Amerika Serikat dan Brasil untuk garmen serta ke Jepang dan Timur Tengah untuk furniture.

DOMINAN EKSPOR

Iwan menguraikan, bongkar muat di TPKS masih didominasi produk ekspor-impor seperti garmen dan produk tekstil (38%), mebel dan furrnitur (15%) serta sisanya barang elektronik dan makanan olahan.

“Untuk pasar domestik masih kecil sekali karena focus kita internasional. Namun, untuk mengisi waktu idle kita dorong sector domestic dengan tawaran diskon pelayaran 40%,” katanya.

Selama ini, bongkar muat container domestic masih dilakukan untuk rute Tanjung Priok-Semarang dan Kumai Kalimantan-Semarang. Aktivitas bongkar muat barang domestik baru dimulai pada semester II-2013 sehingga terus diupayakan untuk lebih produktif.

Pada 2014, TPKS menargetkan layanan bongkar muat dosmetik 15.000 TEUs-18.000 TEUs dengan 3 kapal. Untuk pelayaran internasional, bongkar muat ditargetkan mencapai 498.000 TEUs sepanjang 2014. (23/04/2014)

SUMBER : BISNIS INDONESIA
Read more
Thursday, 24 April 2014
Juni mendatang proyek revitalisasi Pelabuhan Kalimas dimulai. Desain pembanguan Pelabuhan Kalimas sudah rampung. 

Jika pembangunan sudah rampung, pelabuhan tersebut akan betul –betul berubah. ”Banyak gedung baru yang akan berdiri. Tidak seperti sekarang ini”, jelas Kepala Humas PT PELINDO III Edi Priyanto.

Nanti kawasan itu di bagi dalam tiga zona. Zona pertama berdiri atas ruang terbuka hijau (RTH), apartemen, hotel, dan perkantoran. Zona kedua meliputi tempat rekreasi komersial dan publik serta pusat bisnis. Zona ketiga terdiri atas pergudangan dan pelayaran rakyat (Pelra).

Kawasan tersebut akan banyak didatangi warga karena banyak fasilitas publik yang di bangun. Selain menikmati RTH berupa taman cantik yang berada dipinggir sungai, warga dapat berjalan-jalan di jalur pedestrian. ”Jalur pedestrian itu akan dilengkapi dengan pagar sehingga aman bagi masyarakat,” ucap Edi”. Juga terdapat berbagai macam wahana permainan”, lanjutnya.

Para pengusaha juga bisa lebih nyaman menjalankan bisnisnya. Selain bisa melihat langsung proses bongkar muat barang dari kapal, mereka bisa menginap di hotel. Bahkan, mereka bisa menyewa atau membeli apartemen akan di bangun. “Tentu nanti banyak gedung tinggi, mulai satu lantai hingga 20 lantai”, terang Edi.

Walau desain gedung baru sudah rampuh, rencana itu harus di bahas dengan pemkot Surabaya. Edi mengatakan sudah mengirimkan desain tersebut ke pemkot utuk meminta masukan. Sebab, revitalisasi pelabuhan harus di sesuaikan dengan rencana tata ruang kota. “Proyek baru dikerjakan setelah ada lampu hijau dari pemkot”, katanya.

Berapa anggaran yang di siapkan ? Edi belum bersedia menyebutkan besaran anggaran pembangunan. Nanti ada investor yang membiayai pembangunan tersebut. “Saat ini kami belum bisa menyebutkan nilai investasi. Nanti saja kalau sudah mulai pembangunan”, terang dia.

Rencananya, revitalisasi di mulai Juni mendatang. Edi berharap semua persiapan sudah matang bulan depan. Pemkot sudah memberikan masukan terkait desain pembangunan. (22/04/2014)

SUMBER: JAWA POS
Read more
Thursday, 03 April 2014

PT Terminal Teluk Lamong akan membatasi shipping line atau perusahan pelayaran yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong. Hal itu sengaja dilakukan untuk menekan tingginya arus barang dan peti kemas saat operasi penuh terminal yang di bangun dengan dana Rp 3,4 triliun itu pada semester kedua tahun ini.

Sementara pada awal mei 2014 nanti, Terminal Teluk Lamong yang nanti ditargetkan rampung di kerjakan pada akhir bulan ini akan memulai tahap uji coba operasional. Direktur utama PT Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi mengatakan, pembatasan itu untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kapal dan rute dari shipping line. Sebab, pihaknya tidak ingin menambah kongesti atau kepadatan trafik kapal dan rute di pelabuhan itu.

Kepada wartawan, Prasetyadi menyebutkan, jika Terminal Teluk Lamong telah memiliki pasar dan rute yang akan dilayani. “Saat ini, kami melayani Pelabuhan Belawan (Medan), Balikpapan, dan Indonesia Timur dulu. Memang tidak semuanya kami layani karena kami mencari terminal dengan windows system (kedatangan kapal yang terjadwal) dulu”, katanya disela sosialisasi pelayanan Terminal Teluk Lamong bersama shipping line di Hotel Shangri-la, hari Rabu kemarin (2/4).

Prasetyadi menambahkan, dipilihnya tiga pelabuhan itu tidak lepas dari windows system yang sudah berjalan di pelabuhan tersebut. Demikian juga dengan muatan yang dibawa dari ketiga terminal itu memungkinkan untuk di layani di Terminal Teluk Lamong.

Selain itu, sebagai terminal baru, Teluk Lamong mengedepankan pelayanan sebagai prioritas utama. Hal itu yang mengakibatkan Terminal Teluk Lamong tidak bisa menerima semua kapal dari rute-rute yang dianggap padat. “Kami mengedepankan service kepada maskapai agar bisa optimal, sekaligus menghindari kepadatan di terminal. Percuma kalau kami mengambil semua rute, sementara pelayanan tidak optimal. Tidak memunculkan solusi, mlah menambah masalah“, ucapnya.

Direktur Operasi PT terminal Teluk Lamong, Agung Kresno Suwarno menyebutkan, Terminal Teluk Lamong masih perlu uji coba sebelum full operation untuk domestik maupun internasional yang di jadwalkan pada September mendatang.

Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pegawai maupun infrastruktur agar mampu membiasakan diri dengan sistem yang baru. Sebelum full operation, PT Terminal Teluk Lamong akan melakukan uji coba dua kali seminggu. (03/04/2014)

SUMBER : RADAR SURABAYA
Read more
Thursday, 03 April 2014

Tenggelamnya KM. Journey menjadi catatan buruk bagi Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab, sebulan silam, KM Tanto Hari juga tenggelam dikoordinat yang sama, yakni, di Buoy 10. Hal ini yang membuat pemangku kepentingan mengambil kebijakan untuk menentukan area labuh jangkar.

Kepala Bidang Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama (KKU) Tanjung Perak Marzuki, kepadatan itu tidak hanya tampak pada arus kunjungan kapal dan barang, tetapi juga tampak dari kapal-kapal yang tidak melakukan aktivitas di sekitar pelabuhan.

Pria kelahiran Sumenep itu mengakui bahwa banyak kapal yang tidak memiliki aktivitas malah lego jangkar di sekitar pelabuhan. Padahal, umumnya lego jangkar adalah untuk menunggu jadwal bongkar muat atau masuk dok.

“Adapula kapal yang tidak aktif sama sekali malah lego jangkar”, ungkapnya. Kapal yang lego jangkar itu diantaranya berada di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Sementara, APBS itu tidak hanya askes masuk ke pelabuhan Surabaya, tetapi juga ke pelabuhan Gresik. Hal ini yang membuat konsep penataan area lego jangkar kemarin dihadiri semua pemangku kepentingan pelabuhan. Baik Surabaya maupun Gresik.

“Kami perlu sounding dahulu. Setelah clear, kami sampaikan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sebelum ditetapkan dalam notice of marine (berita pelaut Indonesia)”, urainya.

Notice of marine ini untuk memudahkan kapal Internasional mengetahui apa saja yang harus dan tidak dilakukan di pelabuhan. Sebab, dalam notice of marine dijelaskan pemetaan lokasi alur dan area logo jangkar. Pembuatan notice of marine ini juga untuk menghindari kejadian tabrakan kapal. Seperti tenggelamnya kapal KM Journey akibat bertabrakan deangan KMP Lambelu 1 April lalu. Kecelakaan ini bermula saat dua kapal ini sama-sama lego jangkar. Karena lamanya koordinasi, KM Journey menyeruduk KMP Lambelu.

Secara terpisah, Direktur Operasi  PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresno mengusulkan adanya pembuatan peta baru. Ini bertujuan untuk menciptakan pelabuhan Tanjung Perak yang aman dan tertib. Peta baru itu meliputi lokasi untuk lego jangkar. “Terus terang, posisi Teluk Lamong taerlalu dekat dengan APBS”, katanya.

Pembuatan peta baru ini juga baertujuan untuk membersihkan ranjau laut bekas perang dunia kedua. Dia mencotohkan ditemukannya tiga ranjau laut pada dua pekan silam saat pengerukan turning basin di dermaga domestik Teluk Lamong. (03/04/2014)

SUMBER : RADAR SURABAYA
Read more