Thursday, 15 October 2020

PT Pelindo III melalui Anak Usahanya PT Pelindo Marine Service meraih penghargan dari ajang TOP GRC Tahun 2020 Award sebagai pemenang dengan dua kategori sekaligus yaitu, TOP GRC 2020 # 4 Stars dan The Most Commied GRC Leader 2020. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Majalan Top Business bekerjasama dengan IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan Risk Management.Berdasarkan penjurian, PT Pelindo Marine Service dinilai telah mengimplementasikan sistem dan kebijakan manajemen risiko mengacu pada standar yang berlaku. Serta dipandang telah berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip Governance, Risk & Compliance dengan baik. Termasuk memiliki sistem manajemen yang berkesinambungan, seperti ISO 31001:2018 tentang Risk Management System dan ISO 22301:2012 tentang Business Continuity Management System. Keduanya berdampak signifikan bagi perusahaan, terutama ketika pandemi Covid-19. Award tersebut adalah salah satu bentuk penghargaan sebagai komitmen PT Pelindo Marine Service untuk tetap mengimplementasikan program Ahklak yang menjadi budaya Perusahaan. Sebagai bukti juga bahwa Perusahaan menjalankan fungsi GRC dengan baik. Dalam kondisi sulit seperti ini, PT Pelindo Marine Service membuktikan dengan konsisten mendukung setiap program pemerintah dalam melayani operasional Pelabuhan tetap Prima, sehingga arus logistic tidak mengalami kendala,

Read more
Thursday, 24 September 2020

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berhasil mengembangkan jangkauan distribusi energi di tanah air. Setelah di Benoa, Bali, kali ini mereka sukses melakukan pengapalan liquefied natural gas (LNG) perdana di Amurang.

-------

PT Pelindo III melalui PT Pelindo Energi Logistik (PEL) terus aktif mendukung program pemerintahan Presiden Jokowi, yaitu pemerataan listrik Indonesia. Momen bersejarah itu ditandai dengan keberhasilan mereka melakukan pengapalan LNG perdana ke Amurang, Sulawesi Utara, Senin (14/9).

Pengapalan itu merupakan wujud nyata kolaborasi antara PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG), anak perusahaan PT PLN (Persero), dengan PT PEL. Dalam kolaborasi itu, PT PEL menyediakan layanan pengapalan untuk mengangkut Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT PLN.

LNG tersebut digunakan untuk program gasifikasi pembangkit terapung di Amurang. Di pengapalan LNG perdananya, jumlah kargo LNG yang dibawa sebanyak 13.500 m3. Untuk selanjutnya, kapal itu akan beroperasi tiga kali setiap dua bulannya.

 

Plt Direktur Utama PT PEL Vitus Satoto Putro mengungkapkan, jadwal pengapalan ke depannya akan lebih fleksibel. Frekuensinya akan menyesuaikan kebutuhan serapan gas yang diatur PLN Sulawesi. ”Pengapalan perdana kemarin menjadi langkah awal kami mendistribusikan kebutuhan energi ke Sulawesi,” ujarnya.

Vitus juga menjelaskan bahwa kolaborasi proyek itu bertujuan memastikan penyediaan energi listrik ke Sulawesi yang lebih bersih dan efisien dengan penggunaan LNG. Hal itu merupakan bentuk dukungan Pelindo III Group melalui PT PEL kepada pemerintah dalam mewujudkan program gasifikasi pembangkit-pembangkit di Indonesia. Sinergi itu juga bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi suplai energi di Indonesia.

Keberhasilan pengapalan LNG ke Amurang itu sekaligus membuktikan bahwa PT PEL mampu menjaga keandalan distribusi energi di tengah pandemi. Terbukti, layanan distribusi LNG melalui terminal LNG Benoa di Bali tetap beroperasi sesuai kebutuhan pembangkit listrik sejak awal pandemi hingga saat ini. Terminal LNG Benoa merupakan kerja sama PT PEL dengan PT Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN Persero) yang mengelola PLTDG Pesanggaran Bali.

Perluasan distribusi dan sinergi antarpihak itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Isi rekomendasinya adalah mengakselerasi kolaborasi antar BUMN dalam mewujudkan ketersediaan energi nasional yang handal dan efisien.

Peran PT PEL dalam menyediakan layanan pengapalan ke daerah bukan kali pertama dalam hal distribusi Energi Nasional. PT PEL juga menjadi pelopor pembangunan mini LNG Terminal pertama di Indonesia melalui Terminal LNG Benoa. Hal itu menempatkan PT PEL sebagai partner yang tepat untuk pengembangan distribusi energi di tanah air. (ree/kkn)

Sumber: PT Pelindo Energi Logistik @ptpelindoenergilogistik

Read more
Tuesday, 22 September 2020

Surabaya (22/9) - Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak menggelar kegiatan Padat Karya Bersih Lingkungan dan Penghijauan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (22/9). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2020 dan digelar dengan pengawasan ketat terkait disiplin pelaksanaan protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Sejumlah pemangku kepentingan di pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia tersebut turut menghadiri dan melakukan penanaman pohon secara simbolis di Taman Bundaran Nilam.

 

Direktur SDM Pelindo III, Edi Priyanto, pada kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya. Bahwa fokus luar biasa dari kegiatan tersebut yakni dilibatkannya 220 warga sekitar kawasan pelabuhan yang secara ekonomi terdampak Pandemi Covid-19. “Pelibatan warga sekitar yang membutuhkan bantuan merupakan perwujudan Ini menjadi salah satu perwujudan core value BUMN, AKHLAK. Kurang lebih maknanya BUMN Pelindo III Group menjalankan amanah untuk menjaga keharmonisan relasi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat,” ungkapnya.

 

Direktur Utama Pelindo Marines, anak usaha BUMN Pelindo III, Eko Hariyadi Budiyanto, juga menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak yang telah menginisiasi diadakannya kegiatan ini. Kegiatan ini luar biasa karena membuat para pemangku kepentingan, insan maritim Tanjung Perak bergotongroyong menghijaukan kawasan di sekitar lingkungan kerja dan usahanya,” ujarnya yang hadir bersama seluruh direksi di PMS Group, juga anak perusahaannya, APBS, PEL, dan BMC Logistics.

 

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Arif Toha dalam sambutannya mengingatkan pada tema Harhubnas 2020, ‘Wujudkan Asa, Majukan Indonesia’. “Semoga semangat Harhubnas 2020 tidak bersifat seremonial belaka. Namun dapat memberikan energi positif bagi kebersamaan kita semua, termasuk bersama masyarakat, untuk melestarikan lingkungan. Semoga kegiatan baik seperti ini dapat berkensinambungan,” katanya.

Read more
Thursday, 17 September 2020

SURABAYA – Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan perkembangan di dunia usaha tak terlepas dari peran serta institusi pendidikan sebagai lembaga pencetak calon-calon pekerja di semua lini bidang bisnis. Sehingga, sebagai hal yang positif bila PT Pelindo Marine Service (PMS) bersama Poltekpel Surabaya, dan Universitas Muhamadiyah Kupang berkolabirasi dalam sebuah forum Webinar yang mengangkat tema tentang ‘Kolaborasi Membangun SDM Transportasi Laut (Marine) & Logistik pada Situasi Turbulance Covid-19 menuju visi logistik Indonesia 2025’.

Sebagai keynote speech, Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo, M.Si, dengan nara sumber webiner, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS) Group, Drs. Eko Hariyadi Budiyanto, AK, MM, M.Sc, Direktur PT BMC logistics, Dr. Gugus Wijonarko, MM, Jetua LSP. P1 Poltekpel Surabaya, Dr. Trisnowati Rahayu, M. AP, Dosen Fakultas Ekonomi Universutas Muhamadiyah Kupang, Dr. Syarifudin, SE, MM.

Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo, M.Si yang bertindak sebagai keynote speech berpesan, bahwa inti dari kolaborasi adalah take and give.

“Masing-masing pihak saling berbagi value, baik antar institusi pendidikan, dan juga dengan industri,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Sedang, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS) Group, Eko Hariyadi Budiyanto mengatakan, Pelindo Marines, dari sisi bisnis sangat mengapresiasi adanya diskusi yang mempertemukan antara pemangku kepentingan di sisi bisnis dan pendidikan. Para mahasiswa atau pelajar di bidang maritim tidak bisa dibiarkan untuk mencari jalannya sendiri ke industri, tetapi harus dipandu untuk dipersiapkan.

Menurut Eko, kolaborasi dunia usaha dengan lembaga pendidikan itu tidak hanya bisa link and match (ketrampilan sesuai dengan kebutuhan industri), tetapi juga harus connected and ready to play.

“Artinya siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di tengah industri,” tandas Eko.

Eko memandang, sangat beralasan bila pemerintah semakin serius menyiapkan SDM untuk sektor maritim. Sektor ini terbukti relatif stabil, bahkan di masa krisis pandemi seperti sekarang ini.

“Di kala industri pariwisata, penerbangan, dan otomotif sedang tertekan, sektor logistik maritim bisa bertahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Drs. Suharto, M.T menyebut, langkah yang dibangun Poltekpel Surabaya dengan dunia usaha merupakan upaya untuk mempersiapkan SDM lulusanya siap berada di semua lini lapangan pekerjaan sesuai bidabg masing-masing.

“Pemerataan peningkatan SDM sektor transportasi laut,” ucapnya singkat. (RG/fid)

Sumber:www.titikkomapost.com

Read more
Thursday, 17 September 2020

SURABAYA – Pada momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2020 ini, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak memberikan penghargaan atas prestasi kinerja operator pelabuhan dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atas peningkatan kinerjanya yang telah mendukung kelancaran arus logistik Nasional, khususnya di Jawa Timur.
Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Arif Toha mengatakan, dalam rangka memperingati Harhubnas tahun 2020 pihaknya memberikan penghargaan kepada insan maritim di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak sebagai wujud penilaian kepada mereka agar termotivasi untuk terus memperbaiki kinerjanya.
“Kita ingin Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pelabuhan yang efisien, yang cepat, yang mudah, dan berwawasan lingkungan terutama sehat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan di era New Normal saat sekarang ini,” katanya sesaat setelah prosesi penganugerahan penghargaan di Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (15/9/2020).
Penghargaan semacam ini, lanjut Arif, nantinya setiap tahun akan dilakukan pemberian kepada pihak-pihak yang dinilai layak untuk menyandang anugerahnya sebagai penyemangat agar semakin hari, semakin baik. Kemudian apa yang menjadi asa Kementerian Perhubungan ‘Wujudkan Asa, Majukan Indonesia’ itu bisa tercapai.
“Kriteria yang kami lakukan dari segi kinerjanya, optimalisasi dari pekerjaannya, juga administrasinya, serta kesesuaian dengan peraturan itu juga kita nilai. Diharapkan semua bisa melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance,” terang Arif.
Untuk mengukur keberhasilan pelayanan yang sudah dilakukan, Arif menambahkan, kami juga membuka layanan telepon aduan untuk mendapatkan feedback pelayanan yang sudah diberikan Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) kepada pengguna jasa dengan catatan ada data pendukungnya.
“Khususnya pelayanan OP dan Pelabuhan Tanjung Perak pada umumnya supaya kita bisa memperbaiki diri apa yang masih kurang dari pelayanan yang diberikan,” jelasnya. “Kita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, KTU kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Azhar Karim menambahkan, cara penilaian dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Kantor Otoritas Pelabuhan selama setahun operasi yang dilakukan secara intensif. “Penilaian ini fair yang dilakukan secara selektif,” ucap Azhar.
Sementara itu, salah satu penerima penghargaan TUKS terbaik, Direktur Utama Pelindo Marines, Eko Hariyadi Budiyanto menyampaikan, Pelindo Marines selalu berupaya disiplin untuk mematuhi aturan dan ketentuan regulator. Mulai dari tertib dalam pengurusan perizinan dan pelaporan kinerja operasional, serta kooperatif dalam memenuhi arahan dalam menjalankan operasional galangan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Tersedianya galangan kapal dengan service excellence tentunya juga menjadi kontribusi penting untuk mengoptimalkan performa Pelabuhan Tanjung Perak sebagai simpul penting di alur logistik nasional,” ujarnya.
Barikut daftar penerima penghargaan yaitu:
A. Kategori Terbaik Operator Terminal berdasarkan kinerja pelayanan operasional pelabuhan Tanjung Perak tahun 2020 diberikan kepada:1.PT. TERMINAL PETIKEMAS    SURABAYA 2.PT. BERLIAN JASA TERMINAL INDON ESIA 
B. Kategori terbaik Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS):1.PT.  INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. 2. PT. PELINDO MARINE SERVICE (PMS)
C. Kategori terbaik perusahaan keagenan kapal pelabuhan Tanjung Perak 2020:1. PT. MUTIARA TIRTA DEWATA 2. PT. SAMUDERA AGENCIES INDONESIA 3. PT. GLOBAL SHIPPING INDONESIA 
D. Kategori terbaik perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) pelabuhan Tanjung Perak tahun 20201 PT. SUNAN INTI TRANS2. PT. PERWINDA TRANSCOTAMA 3. PT. DIRGANTARA SURYA PERSADA 
E. Kategori terbaik Kinerja Pengelolahan Lingkungan Hidup pelabuhan Tanjung Perak:1. PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. 2. PT. TERMINAL TELUK LAMONG 3. PT. PAL INDONESIA (Persero)4. PT. TERMINAL PETIKEMAS SURABAAYA. (Omiz/rud)

https://www.titikomapost.com/2020/09/harhubnas-2020-otoritas-pelabuhan-anugerahi-12-perusahaan-terbaik/

Read more
Thursday, 20 August 2020

Surabaya (17/8) – Beberapa upaya dan target kinerja pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 erat kaitannya dengan sektor logistik. Target tersebut di antaranya yakni perbaikan ease of doing business (indeks kemudahan berbisnis), penurunan biaya logistik, mengurangi disparitas harga antara kawasan barat dan timur, memperbanyak pusat pertumbuhan ekonomi (pariwisata dan logistik), serta membawa Indonesia masuk dalam rantai suplai logistik dunia.

 

Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Agung Kuswandono pada webinar Marine Logistics Academy, Senin (17/8) lalu. “Permasalahan terkait penataan ekosistem logistik nasional harus dikerjakan bersama secara holistik. Pengembangan maritim termasuk yang mencakup banyak sektor dalam membangun (keterpaduan logistik di) Indonesia,” ujarnya.

 

Agung mencontohkan, misalnya pengembangan pelabuhan yang harus terkoneksi dengan akses jalan, layanan trucking, adanya fasilitas pendukung seperti cold storage untuk komoditas pangan misalnya. Pelabuhan dengan manajemen digital yang efektif perlu dikembangkan untuk operasional yang efisien, selain itu juga yang berkonsep greenport, karena pelabuhan tidak hanya milik industri, tapi lingkungan di sekitarnya juga milik masyarakat. “Salah satu yang sudah baik dan relatively berstandar internasional ialah Terminal Teluk Lamong yang dikelola Pelindo III (di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya). Jadi memang harus dikerjakan bersama oleh para pelaku bisnis logistik. Tidak bisa sektoral” tegasnya lagi.

 

Pada diskusi yang sama, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan, Cris Kuntadi membenarkan, bahwa perlu ada terobosan yang dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan logistik. Di antaranya menghidupkan kembali atau membangun jalur kereta api sebagai akses ke pelabuhan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi BBM untuk truk yang masih mendominasi porsi moda angkutan di Indonesia.

 

Ia mengungkapkan, bahwa perlu ada perimbangan porsi angkutan logistik di Indonesia. “Saat ini angkutan logistik masih terlalu mengandalkan angkutan jalan (darat) dengan presentase 90,4 persen. Sementara (angkutan) laut hanya 7 persen dan penyeberangan (ferry) hanya 2 persen. Kemudian kereta api malah hanya 0,6 persen,” paparnya.

 

Ia melihat hal tersebut merupakan salah satu penyebab tingginya biaya logistik nasional. Peningkatan penggunaan angkutan laut, penyeberangan, dan kereta api akan meningkatkan efisiensi karena kapal dan kereta api merupakan moda angkutan dengan biaya terendah bila dikomparansi dengan kemampuan angkutnya. “Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi yang mengatur keterpaduan angkutan multimoda. Mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, hingga Peraturan Menteri Perhubungan. Sehingga diharapkan bisa mendorong partisipasi dan kolaborasi yang lebih selaras dari banyak pihak,” kata Cris Kuntadi.

 

Sementara itu masih dalam diskusi tersebut, Direktur Utama Pelindo Marines (Pelindo III Group) Eko Hariyadi Budiyanto menyebutkan bahwa marine & logistics merupakan sektor jasa yang relatif bisa bertahan, bahkan berkembang, di masa pandemi covid-19 ini. “Potensi ekonomi dari sektor marine & logistics juga terbuka dari pasar internasional, yakni jasa pemanduan di Selat Malaka, perairan internasional di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya.

 

Setidaknya ada sekitar 75 ribu kapal per tahun yang melintasi Selat Malaka. Pelindo Marines merupakan entitas BUMN Indonesia yang sudah menggarap jasa pemanduan internasional tersebut. “Layanan marine dan logistik yang terintegrasi sangat potensial, tidak hanya pemanduan kapal, tetapi juga dikembangkan ke penundaan kapal, ship-to-ship transfer, bunkering, supplies, spare parts, hingga kru kapal. Sehingga potensi ekonomi maritimnya sangat besar untuk digarap dengan kolaborasi bersama,” kata Eko Hariyadi Budiyanto.

 

###

Hafidz Novalsyah

Humas PT Pelindo Marine Service (Pelindo III Group)
hafidz.novalsyah@pelindomarines.com

Read more