Thursday, 17 September 2020

SURABAYA – Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan perkembangan di dunia usaha tak terlepas dari peran serta institusi pendidikan sebagai lembaga pencetak calon-calon pekerja di semua lini bidang bisnis. Sehingga, sebagai hal yang positif bila PT Pelindo Marine Service (PMS) bersama Poltekpel Surabaya, dan Universitas Muhamadiyah Kupang berkolabirasi dalam sebuah forum Webinar yang mengangkat tema tentang ‘Kolaborasi Membangun SDM Transportasi Laut (Marine) & Logistik pada Situasi Turbulance Covid-19 menuju visi logistik Indonesia 2025’.

Sebagai keynote speech, Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo, M.Si, dengan nara sumber webiner, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS) Group, Drs. Eko Hariyadi Budiyanto, AK, MM, M.Sc, Direktur PT BMC logistics, Dr. Gugus Wijonarko, MM, Jetua LSP. P1 Poltekpel Surabaya, Dr. Trisnowati Rahayu, M. AP, Dosen Fakultas Ekonomi Universutas Muhamadiyah Kupang, Dr. Syarifudin, SE, MM.

Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo, M.Si yang bertindak sebagai keynote speech berpesan, bahwa inti dari kolaborasi adalah take and give.

“Masing-masing pihak saling berbagi value, baik antar institusi pendidikan, dan juga dengan industri,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Sedang, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS) Group, Eko Hariyadi Budiyanto mengatakan, Pelindo Marines, dari sisi bisnis sangat mengapresiasi adanya diskusi yang mempertemukan antara pemangku kepentingan di sisi bisnis dan pendidikan. Para mahasiswa atau pelajar di bidang maritim tidak bisa dibiarkan untuk mencari jalannya sendiri ke industri, tetapi harus dipandu untuk dipersiapkan.

Menurut Eko, kolaborasi dunia usaha dengan lembaga pendidikan itu tidak hanya bisa link and match (ketrampilan sesuai dengan kebutuhan industri), tetapi juga harus connected and ready to play.

“Artinya siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di tengah industri,” tandas Eko.

Eko memandang, sangat beralasan bila pemerintah semakin serius menyiapkan SDM untuk sektor maritim. Sektor ini terbukti relatif stabil, bahkan di masa krisis pandemi seperti sekarang ini.

“Di kala industri pariwisata, penerbangan, dan otomotif sedang tertekan, sektor logistik maritim bisa bertahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Drs. Suharto, M.T menyebut, langkah yang dibangun Poltekpel Surabaya dengan dunia usaha merupakan upaya untuk mempersiapkan SDM lulusanya siap berada di semua lini lapangan pekerjaan sesuai bidabg masing-masing.

“Pemerataan peningkatan SDM sektor transportasi laut,” ucapnya singkat. (RG/fid)

Sumber:www.titikkomapost.com

Read more
Thursday, 17 September 2020

SURABAYA – Pada momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2020 ini, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak memberikan penghargaan atas prestasi kinerja operator pelabuhan dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atas peningkatan kinerjanya yang telah mendukung kelancaran arus logistik Nasional, khususnya di Jawa Timur.
Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Arif Toha mengatakan, dalam rangka memperingati Harhubnas tahun 2020 pihaknya memberikan penghargaan kepada insan maritim di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak sebagai wujud penilaian kepada mereka agar termotivasi untuk terus memperbaiki kinerjanya.
“Kita ingin Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pelabuhan yang efisien, yang cepat, yang mudah, dan berwawasan lingkungan terutama sehat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan di era New Normal saat sekarang ini,” katanya sesaat setelah prosesi penganugerahan penghargaan di Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (15/9/2020).
Penghargaan semacam ini, lanjut Arif, nantinya setiap tahun akan dilakukan pemberian kepada pihak-pihak yang dinilai layak untuk menyandang anugerahnya sebagai penyemangat agar semakin hari, semakin baik. Kemudian apa yang menjadi asa Kementerian Perhubungan ‘Wujudkan Asa, Majukan Indonesia’ itu bisa tercapai.
“Kriteria yang kami lakukan dari segi kinerjanya, optimalisasi dari pekerjaannya, juga administrasinya, serta kesesuaian dengan peraturan itu juga kita nilai. Diharapkan semua bisa melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance,” terang Arif.
Untuk mengukur keberhasilan pelayanan yang sudah dilakukan, Arif menambahkan, kami juga membuka layanan telepon aduan untuk mendapatkan feedback pelayanan yang sudah diberikan Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) kepada pengguna jasa dengan catatan ada data pendukungnya.
“Khususnya pelayanan OP dan Pelabuhan Tanjung Perak pada umumnya supaya kita bisa memperbaiki diri apa yang masih kurang dari pelayanan yang diberikan,” jelasnya. “Kita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, KTU kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Azhar Karim menambahkan, cara penilaian dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Kantor Otoritas Pelabuhan selama setahun operasi yang dilakukan secara intensif. “Penilaian ini fair yang dilakukan secara selektif,” ucap Azhar.
Sementara itu, salah satu penerima penghargaan TUKS terbaik, Direktur Utama Pelindo Marines, Eko Hariyadi Budiyanto menyampaikan, Pelindo Marines selalu berupaya disiplin untuk mematuhi aturan dan ketentuan regulator. Mulai dari tertib dalam pengurusan perizinan dan pelaporan kinerja operasional, serta kooperatif dalam memenuhi arahan dalam menjalankan operasional galangan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Tersedianya galangan kapal dengan service excellence tentunya juga menjadi kontribusi penting untuk mengoptimalkan performa Pelabuhan Tanjung Perak sebagai simpul penting di alur logistik nasional,” ujarnya.
Barikut daftar penerima penghargaan yaitu:
A. Kategori Terbaik Operator Terminal berdasarkan kinerja pelayanan operasional pelabuhan Tanjung Perak tahun 2020 diberikan kepada:1.PT. TERMINAL PETIKEMAS    SURABAYA 2.PT. BERLIAN JASA TERMINAL INDON ESIA 
B. Kategori terbaik Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS):1.PT.  INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. 2. PT. PELINDO MARINE SERVICE (PMS)
C. Kategori terbaik perusahaan keagenan kapal pelabuhan Tanjung Perak 2020:1. PT. MUTIARA TIRTA DEWATA 2. PT. SAMUDERA AGENCIES INDONESIA 3. PT. GLOBAL SHIPPING INDONESIA 
D. Kategori terbaik perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) pelabuhan Tanjung Perak tahun 20201 PT. SUNAN INTI TRANS2. PT. PERWINDA TRANSCOTAMA 3. PT. DIRGANTARA SURYA PERSADA 
E. Kategori terbaik Kinerja Pengelolahan Lingkungan Hidup pelabuhan Tanjung Perak:1. PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. 2. PT. TERMINAL TELUK LAMONG 3. PT. PAL INDONESIA (Persero)4. PT. TERMINAL PETIKEMAS SURABAAYA. (Omiz/rud)

https://www.titikomapost.com/2020/09/harhubnas-2020-otoritas-pelabuhan-anugerahi-12-perusahaan-terbaik/

Read more
Thursday, 20 August 2020

Surabaya (17/8) – Beberapa upaya dan target kinerja pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 erat kaitannya dengan sektor logistik. Target tersebut di antaranya yakni perbaikan ease of doing business (indeks kemudahan berbisnis), penurunan biaya logistik, mengurangi disparitas harga antara kawasan barat dan timur, memperbanyak pusat pertumbuhan ekonomi (pariwisata dan logistik), serta membawa Indonesia masuk dalam rantai suplai logistik dunia.

 

Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Agung Kuswandono pada webinar Marine Logistics Academy, Senin (17/8) lalu. “Permasalahan terkait penataan ekosistem logistik nasional harus dikerjakan bersama secara holistik. Pengembangan maritim termasuk yang mencakup banyak sektor dalam membangun (keterpaduan logistik di) Indonesia,” ujarnya.

 

Agung mencontohkan, misalnya pengembangan pelabuhan yang harus terkoneksi dengan akses jalan, layanan trucking, adanya fasilitas pendukung seperti cold storage untuk komoditas pangan misalnya. Pelabuhan dengan manajemen digital yang efektif perlu dikembangkan untuk operasional yang efisien, selain itu juga yang berkonsep greenport, karena pelabuhan tidak hanya milik industri, tapi lingkungan di sekitarnya juga milik masyarakat. “Salah satu yang sudah baik dan relatively berstandar internasional ialah Terminal Teluk Lamong yang dikelola Pelindo III (di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya). Jadi memang harus dikerjakan bersama oleh para pelaku bisnis logistik. Tidak bisa sektoral” tegasnya lagi.

 

Pada diskusi yang sama, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan, Cris Kuntadi membenarkan, bahwa perlu ada terobosan yang dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan logistik. Di antaranya menghidupkan kembali atau membangun jalur kereta api sebagai akses ke pelabuhan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi BBM untuk truk yang masih mendominasi porsi moda angkutan di Indonesia.

 

Ia mengungkapkan, bahwa perlu ada perimbangan porsi angkutan logistik di Indonesia. “Saat ini angkutan logistik masih terlalu mengandalkan angkutan jalan (darat) dengan presentase 90,4 persen. Sementara (angkutan) laut hanya 7 persen dan penyeberangan (ferry) hanya 2 persen. Kemudian kereta api malah hanya 0,6 persen,” paparnya.

 

Ia melihat hal tersebut merupakan salah satu penyebab tingginya biaya logistik nasional. Peningkatan penggunaan angkutan laut, penyeberangan, dan kereta api akan meningkatkan efisiensi karena kapal dan kereta api merupakan moda angkutan dengan biaya terendah bila dikomparansi dengan kemampuan angkutnya. “Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi yang mengatur keterpaduan angkutan multimoda. Mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, hingga Peraturan Menteri Perhubungan. Sehingga diharapkan bisa mendorong partisipasi dan kolaborasi yang lebih selaras dari banyak pihak,” kata Cris Kuntadi.

 

Sementara itu masih dalam diskusi tersebut, Direktur Utama Pelindo Marines (Pelindo III Group) Eko Hariyadi Budiyanto menyebutkan bahwa marine & logistics merupakan sektor jasa yang relatif bisa bertahan, bahkan berkembang, di masa pandemi covid-19 ini. “Potensi ekonomi dari sektor marine & logistics juga terbuka dari pasar internasional, yakni jasa pemanduan di Selat Malaka, perairan internasional di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya.

 

Setidaknya ada sekitar 75 ribu kapal per tahun yang melintasi Selat Malaka. Pelindo Marines merupakan entitas BUMN Indonesia yang sudah menggarap jasa pemanduan internasional tersebut. “Layanan marine dan logistik yang terintegrasi sangat potensial, tidak hanya pemanduan kapal, tetapi juga dikembangkan ke penundaan kapal, ship-to-ship transfer, bunkering, supplies, spare parts, hingga kru kapal. Sehingga potensi ekonomi maritimnya sangat besar untuk digarap dengan kolaborasi bersama,” kata Eko Hariyadi Budiyanto.

 

###

Hafidz Novalsyah

Humas PT Pelindo Marine Service (Pelindo III Group)
hafidz.novalsyah@pelindomarines.com

Read more
Monday, 17 August 2020

Pelindo Marines Group menilai pengusaha lokal harus bisa mengoptimalkan pasar maritim dunia karena Indonesia memiliki beberapa selat dengan posisi yang strategis.

Bisnis.com, JAKARTA - Menyambut HUT Kemerdekaan Ke-75 RI, Indonesia harus dapat mengambil pasar internasional menjadi bagian dari rantai pasok dunia serta memanfaatkan posisinya guna memberikan jasa maritim mumpuni terutama di Selat Malaka, Sunda dan Lombok.

CEO Pelindo Marines Group Eko Hariyadi mengatakan potensi ekonomi maritim di Selat Malaka sangat besar karena posisinya sebagai alur laut dunia yang membuat lebih dari 75.000 kapal melalui selat itu setiap tahunnya.

"Potensi ekonomi maritim di Selat Malaka berupa devisa negara mencapai US$130 miliar, penciptaan lapangan kerja hingga 200.000 orang, miliaran rupiah nilai jasa pelayaran, ship to ship transfer, bunkering, supplies, spare parts, kru, limbah, layanan pandu dan tunda," jelasnya, Senin (17/8/2020).

Dia menegaskan potensi ini dapat digarap oleh Pelindo Marines karena sudah turut melakukan pandu kapal-kapal di wilayah selat tersebut. Dia pun menyebutnya cukup mudah, karena sudah dapat bersaing di jalur padat tersebut.

Dia juga menyebut Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok pun harus dimanfaatkan dari sisi ekonomi oleh pengusaha domestik.

Pihaknya menyebut potensi Selat Sunda hingga 54.000 kapal per tahunnya, sementara di Selat Lombok mencapai 37.000 kapal per tahun. Walaupun skalanya tak sebesar Selat Malaka, kedua selat ini pun memiliki potensi ekonomi yang bisa digarap.

"Saya melihat sudut pandang pelaku usaha, kenapa mesti dideklarasikan TSS di kedua selat ini selain safety ada manfaat ekonomi yang bisa diambil," ujarnya.

Dia menegaskan pentingnya pengusaha domestik di sektor maritim dapat menggaet potensi tersebut dan menjadi pemain dunia, karena dari sisi jasa Indonesia pun mampu bersaing secara internasional.

Sumber: Bisnis Indonesia @Bisnis.com

Read more
Saturday, 15 August 2020

In the midst of the Covid-19 Pandemic, Pelindo Marines, Pelindo III's subsidiary in the marine services sector, continues to try to listen to customer input and complaints. The use of information technology is optimized by holding a virtual customer visit agenda. "We will hold virtual customer visits with service users, ranging from regional clusters of East Java, Central Java, Bali Nusra, Kalimantan, to international service users of Pelindo Marines services in the Strait of Malacca," explained Pelindo Marines President Director Eko Hariyadi Budiyanto, Saturday (15/8).
Eko Hariyadi Budiyanto revealed that optimization of information technology is a solution to comply with the adaptation period for new habits. "Maintaining communication and coordination with service users also opens up opportunities for service development projections and business networks. So that the business continues to grow in line with complying with health protocols, "he said.In addition, Pelindo Marines is also collaborating with ITS Techno Sains research consultants to conduct customer surveys to gather input from service users. One of the research leaders, Saut Gurning, confirmed that at least 100 marine service users and stakeholders would be contacted to provide input. "Input from customers will be processed data to formulate not only the company's future business development. But also a strategy to survive in the era of crisis, so that the company's business sustainability plan can be formulated more accurately, "he added.Pelindo Marines' business line in the multimodal service sector, BMC Logistics, has used the Customer Mobile Application to make it easier for service users to find out the position of their containers, without having to come to the field or wait for confirmation. The Customer Mobile application is a customer service innovation at the container depot so that information distribution can take place more quickly and accurately."This application is equipped with various features to make it easier for service users. Among other things, you can find out the number of containers going in and out per day, as well as the number of containers stock in the depot. Then the search for container data such as DO number, BL number, vessel, consignee, transport truck number, and so on, can be accessed easily, "said Director of BMC Logistics, Juneddy Sinaga, on a separate occasion.Then there is also the APBS Smart Client application for ship operators crossing shipping access to the Tanjung Perak Port, Surabaya and Gresik Port, Surabaya West Shipping Line. "The APBS Smart Client application helps service users to monitor APBS flow services. In addition, it also functions to simplify the collection to repayment process, which is integrated with Pelindo III's data and system, as a port operator, "said APBS President Director Wawan Sulistyawan in Surabaya."This application system brings the benefits of being transparent and real time transaction processing. In addition, in future application development, later if there is a service user complaint there is no need to bother contacting personally, it is enough to enter the complaint ticket in the application so that it is systemized and can be immediately responded to by the person in charge, "he added.Red and White MaskMeanwhile, from the LNG Terminal at Benoa Harbor Bali, PT Pelindo Energi Logistik (PEL), the Pelindo Marines business line that operates the terminal, has a unique way of serving customers in the atmosphere of the Republic of Indonesia's Independence commemoration. "The Benoa LNG terminal team wore masks with a red and white pattern. The action is to exemplify the fighting spirit of the heroes of independence, in that we serve customers with high-risk energy logistics operations with great care, ”said PEL Operations and Engineering Director, Vitus Satoto, from Surabaya.

Read more
Wednesday, 12 August 2020

Surabaya, 12 Agustus 2020, President Director of PT Pelindo Marine Service, Eko Hariyadi Budiyanto was one of the speakers in the Online Knowledge Capture Book Review "Casting the Nets of Hope at the Lamong Bay." He has an active role in PT Pelindo III  hard work in establishing one of the world's most advanced terminals owned by Indonesia, Terminal Teluk Lamong.

Other speakers who were also experienced experts for the discussion were Rumaji (Director of Operations and Engineering PT  Terminal Teluk Lamong 2018-2020) and Nur Rachmad Hartanto (Terminal Teluk Lamong Construction Project Team). The discussion became a moment for sharing experiences among generations of the Pelindo III knowledge management program. At the beginning of the webinar, a moment of silence was held as a tribute to the late Mohammad Harry Dharmawan, who had served as the Chief of the Terminal Teluk Lamong Construction Project Team and Director of PT Terminal Teluk Lamong). Collaboration, as one of the #AKHLAK values, ??????is a culture that continues to be maintained at Pelindo III Group.

Read more