Tuesday, 18 February 2020

Surabaya (18/2) – Kementerian Perhubungan menunjuk BUMN Pelindo III untuk memberikan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di Selat Malaka, Selat Phillip, dan Selat Singapura. Kawasan perairan tersebut dinyatakan sebagai wilayah perairan pandu luar biasa alur pelayaran Traffic Separation Scheme (TSS) yang berbatasan dengan batas negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service akan menjadi ujung tombak pelayanan, sekaligus membawa BUMN yang berkantor pusat di Surabaya tersebut untuk semakin mapan menggarap pasar internasional.

Penunjukkan tersebut berdasarkan SK Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diserahkan oleh Kasubdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kementerian Perhubungan, Agus Arifianto kepada Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, yang didampingi oleh Direktur Utama Pelindo Marine Service Eko Hariyadi Budiyanto, di Surabaya, Selasa (18/2).

“Hari ini merupakan momen bersejarah, setelah melalui berbagai tahapan yaitu evaluasi kinerja, sarana prasarana, dan SDM. Pelindo III dipercaya untuk melayani pemanduan, terutama di TSS. Hal ini penting karena pasar global semakin bersaing. (Layanan pemanduan perairan Selat Malaka) harus dilaksanakan dengan service excellent, sebagai penegasan untuk menjaga ketahanan dan suplai logistik Indonesia,” kata Agus Arifianto dalam sambutannya.

Pada acara tersebut, Joko Noerhudha, mengapresiasi kinerja strategis Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri yang telah berhasil untuk tidak hanya mengokohkan kedaulatan wilayah teritorial Indonesia, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi industri maritim nasional. “Dengan diberikannya SK oleh pemerintah kepada Pelindo III, maka Pelindo III melalui Pelindo Marine Service, sebagai BUMN akan semakin dipercaya oleh operator atau agen kapal-kapal internasional untuk menggunakan jasa pandu dan kapal tunda Indonesia dalam melayari Selat Malaka dan sekitarnya dengan aman dan selamat,” katanya.

“Pelindo III terus mendorong anak usahanya untuk mengembangkan bisnis di luar captive market-nya. Salah satunya dengan terus berinovasi agar bisa memberikan added value kepada pengguna jasa global. Ini juga merupakan wujud ekspansi BUMN ke pasar internasional,” tambah Joko Noerhudha.

Eko Hariyadi Budiyanto mengungkapkan, peluang bisnis menggarap layanan pandu dan tunda di perairan tersebut telah dibahas bertahun-tahun oleh para negara pantai atau The Littoral States. Forum negosiasi multilateral tersebut yaitu Forum Tripartite Technical Expert Group (TTEG) yang diikuti oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura. “Negosiasi mulai menemukan titik terang pada pertemuan Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services in Straits of Malacca and Singapore di Bandung, awal 2017. Pertemuan ini digagas pada Forum TTEG ke-41 di Yogyakarta,” jelasnya yang juga hadir pada Forum TTEG tersebut.

Ia melanjutkan, penunjukkan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia pada pengembangan sektor maritim nasional. Melalui Kementerian Perhubungan memberikan kepercayaan pada BUMN, khususnya Pelindo III yang memiliki anak usaha di bidang marine service, yaitu PMS. PMS sudah melayani jasa pemanduan di perairan Selat Malaka selama beberapa tahun ini.

“Memang persaingan di sana cukup ketat, ada pilotage atau marine advisory oleh Malaysia dan Singapura. Padahal sekitar 60 persen wilayah pelayaran tersebut merupakan wilayah NKRI. Jadi itu tantangannya bahwa menunjukkan pada komunitas maritim internasional bahwa Indonesia mampu mengelola Selat Malaka. Layanan pilotage dan marine advisory yang dikerjakan oleh Pelindo Marine Service merupakan bagian dari rencana kerja Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan vessel traffic information system (di perairan Selat Malaka),” jelasnya.

Pengajar maritim ITS Surabaya, Saut Gurning, yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mengutip data Straitrep (2019) bahwa pada kurun waktu 2009-2019 arus kapal yang melalui Selat Malaka sekitar 60.000-85.000 unit per tahun. “Dari jumlah tersebut baru sekitar 300 kapal saja yang dilayani oleh Indonesia. Seharusnya ke depan bisa mencapai 2.000-3.000an unit. Lebih strategis bagi Indonesia untuk melayani kapal-kapal besar, misalnya VLCC (very large crude carrier/tanker),” paparnya.

Ia menambahkan, dari jumlah 60.000-85.000 unit kapal per tahun tersebut, nilai ekonominya mencapai Rp 45 triliun untuk layanan pandu saja. Bila ditotal dengan derivasinya bisa mencapai Rp 360 triliun. Kenyataan tersebut seperti tidak terlihat oleh Indonesia, padahal sebenarnya sebagian besar melayari jalur di sisi eastbound (wilayah Indonesia) seperti dari Sumatra hingga Natuna.

“Saat ini realisasinya dari sekitar 80 ribu kapal, diperkirakan sekitar 70 persennya dilayani oleh Singapura. Karena mereka ada pelabuhan. Maka pelabuhan interport di Indonesia harus terus dikembangkan, misalnya Kuala Tanjung. Bila hanya bermain di segmen hinterland (wilayah pendukung pelabuhan), porsi keuntungannya jauh. Seluruh stakeholder, baik pemerintah, BUMN, swasta harus bekerja sama untuk mengelola potensi Selat Malaka,” ujarnya.

Read more
Saturday, 18 January 2020

On January 18, General Director of PT Pelindo Marine Service, Eko Hariyadi Budiyanto has the opportunity to be a speaker at the 2020 Business Opportunity Seminar organized by Airlangga University. The topics presented are regarding logistics and shipping. The event is also attended by many business people from various industries, and became a moment of networking and elaborating on sharing business potential for 2020 and beyond.

Read more
Wednesday, 15 January 2020

Pelindo III Group held a mass circumcision for 300 kids in three cities, Surabaya, Semarang, and Banjarmasin on Wednesday, 15th of January 2020. This social activity is held in celebrating the anniversary of three Subsidiaries. Those are BJTI Port (18th Anniversary), Pelindo Marine (8th Anniversary), and Terminal Teluk Lamong (6th Anniversary). For Pelindo III, celebrating by sharing to the people around is form of gratitude for all the business lines of the Subsidiaries are supported by the surrounding people and society’ said the HR Director of Pelindo III, Toto Herliyanto. ‘today there are 150 kids participated in Surabya. There are 75 people in Semarang, ang 75 kids in Banjarmasin. They perticipants also get some school aid and gift. There is also some intertainment like music and magic show during the waiting time to get circumcised.’ added him.

The medical teams for this mas circumcision are from PHC Hospital in Surabaya, Semarang, and Kalimantan. ‘Pelindo III is commited to pay more attention on social care by supporting the community around. So that we can help and support the people around on health, social, education, and economy’ said Toto Herliyanto. One of the participant’s parents, Ageng Satria delivers his gratitude and says that this event can really help their financial by saving the money for circumcision to another need such as education’. The organizer of Baitun Nisa Islamic Boarding School also says that 3 of 5 participants are orphans, so that it really helps them.

Read more
Thursday, 09 January 2020

Pelindo Marines 8th Anniversary series of events also includes the maritime education agenda. President Director Eko Hariyadi Budiyanto was invited to give an expert lecture in CEO Talk 2020 at Hang Tuah University (UHT) Surabaya, Thursday (9/1). Around 400 UHT cadets and students of the Faculty of Engineering and Marine Sciences and the Sailing Diploma Program eagerly followed the session, and many of them actively asked questions. After the lecture, the President Director and Director Denny Hermanto were signed an agreement of internship program facilitation by Pelindo Marines the UHT cadets and students. In order to make them have more practical experience during study.

Read more
Tuesday, 31 December 2019

Surabaya (31/12) – Anak usaha BUMN Pelindo III, Pelindo Marines Service merayakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-8 di kantor PMS Group di Surabaya, Selasa (31/12). Acara puncak yang bertepatan dengan jelang perayaan malam tahun baru tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama Pelindo Marines Joko Noerhudha bersama dewan komisaris dan Direktur Utama Pelindo Marines Eko Hariyadi Budiyanto bersama dewan direksi. Selain itu juga hadir direksi anak perusahaan dan afiliasi, serta seluruh karyawan PMS Group di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Rangkaian acara peringatan HUT ke-8 Pelindo Marines dilaksanakan dengan meliputi berbagi aspek, mulai dari aspek religius, olahraga, edukasi, lingkungan, hingga kebersamaan antara manajemen dan seluruh karyawan PMS Group. Sesuai usia ulang tahun yang kedelapan, maka ada delapan acara,” kata Eko Hariyadi Budiyanto, di sela acara.

Ia memaparkan, untuk yang pertama pada aspek religius, Pelindo Marines meresmikan Masjid Al-Farisi di kompleks kantor PMS Group di Surabaya. Manajemen juga memberikan bantuan ibadah keagamaan untuk 5 pegawai kantor dan awak kapal muslim untuk umroh ke Mekah dan Madinah. Tak hanya muslim, juga ada 1 pegawai Nasrani untuk ziarah ke Yerusalem. Di bidang olahraga, direksi hingga karyawan mengikuti lomba tenis meja dan akan mengadakan gowes bertajuk First Saturday Ride of 2020. Event gowes semakin semarak dengan mengundang komunitas pehobi sepeda lipat yang bekerja di pelabuhan, yaitu Port Sally Club.

Kemudian di bidang lingkungan, pegawai Pelindo Marines akan memulai Green Office Initiatives dengan melaksanakan penanaman tanaman di kawasan kantor, baik berupa bibit maupun vertical garden.  Untuk edukasi dilaksanakan khusus di bidang maritim dengan Direktur Utama turun langsung menjadi pembicara kuliah tamu untuk mahasiswa Universitas Hang Tuah Surabaya. Selain itu pada minggu lalu, Pelindo Marines juga menyerahterimakan 6 miniatur kapal tunda untuk menjadi diorama di Surabaya North Quay. Sehingga pengunjung dan penumpang di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dapat lebih mengetahui tentang jenis-jenis kapal yang beroperasi di pelabuhan.

Eko Hariyadi Budiyanto mengungkapkan bahwa semarak rangkaian peringatan HUT ke-8 Pelindo Marines sebagai bentuk syukur atas sejumlah pencapaian perusahaan selama tahun 2019. Di antaranya yaitu meningkatnya rating korporasi menurut Pefindo menjadi A-, kontrak kapal Kresna 306 untuk mendukung pekerjaan offshore PHE WMO, selesainya asesmen Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) dengan predikat baik, serta sejumlah capaian lainnya.

“PMS Group juga telah menetapkan Masterplan TI 2020-2024 dan budaya perusahaan baru, yakni GOHI yang merupakan nilai-nilai seperti growth atau mendorong pertumbuhan, bekerja dengan optimism dan happy (bahagia), dan tetap menjunjung tinggi integritas. Sehingga growth, optimism, happy, and integrity disingkat menjadi GOHI. Tahun ini kami luncurkan tagline baru, GOHI, Go Beyond!,” ujarnya.

Read more
Monday, 25 November 2019

To increase the comunication service directly to the customers with some questions or complains. Marine Care becomes a solution and communication facility to develop clients’ marine business.

Read more