Home / Company / News

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu, Surabay

Tuesday, 02 Dec 2025
Share this news
Share Twitter    Share Facebook    Share LinkedIn

Surabaya (2/12) – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) resmi beroperasi mulai Selasa, 2 Desember 2025, di bantaran Sungai Kali Tebu, Kenjeran, Surabaya, yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hasil kolaborasi antara PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dengan dukungan Baitul Maal Muamalat. IPAL tersebut akan dikelola oleh warga RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya, untuk mendukung produktivitas masyarakat sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. 
 
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K., yang turut meresmikan bantuan IPAL, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia menyampaikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Menjaga lingkungan adalah kewajiban kita bersama. Semoga dengan hadirnya IPAL ini dapat dijaga secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar,” ujarnya.  
 
Selain peresmian IPAL, acara ini juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai untuk menjaga ekosistem dan mencegah erosi. Kabid Kebersihan & Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Moch. Rokim, S.T., menyampaikan bahwa pengelolaan limbah berbasis masyarakat ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Surabaya. “Dengan adanya IPAL, limbah rumah tangga tidak langsung turun ke sungai. Kita tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga menjaga tepi sungai agar tetap lestari,” katanya. 
 
Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, mengapresiasi inisiatif warga RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya, yang menjaga kebersihan tepi sungai dengan memanfaatkan bantaran untuk kegiatan produktif. “Kami berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat melalui IPAL ini tidak hanya menjaga kelestarian sungai, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif demi menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ungkap Warsilan. 

Yoyok Soehendro, Ketua RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, menyampaikan apresiasi atas hadirnya IPAL di wilayahnya yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa warga menerima bibit tanaman hortikultura sebagai bagian dari Program TJSL. “Kami akan memanfaatkan IPAL untuk kegiatan produktif yang ramah lingkungan, seperti menanam hortikultura, budidaya lele, serta mengembangkan aktivitas bernilai ekonomi dengan tujuan menjaga ekosistem sungai,” ujar Yoyok. 

Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program IPAL ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga mendorong pemberdayaan warga melalui kegiatan produktif yang ramah lingkungan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sungai.