Home / Company / News

Dengan GRC, Pelindo Marines Tingkatkan Kinerja dan Raih Peluang Usaha Saat Pandemi

Thursday, 28 Jul 2022
Share this news
Share Twitter    Share Facebook    Share LinkedIn

Jakarta – PT Pelindo Marine Service (PMS) merupakan salah satu perusahaan yang menjadi bagian dari sub-holding Pelindo Jasa Maritim di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Sekadar diketahui sebelum menjadi bagian dari sub-holding Pelindo Jasa Maritim, PMS merupakan anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia 3 (Pelindo 3) dan melakukan operasional di wilayah terbatas di Pelindo 3. Kendati demikian, mulai tahun ini, wilayah operasional PMS sudah semakin luas. “Sekarang sejak Januari tahun 2022, kami beroperasi mulai dari Sabang sampai Merauke. Jadi, wilayah kami semakin luas di tahun ini,” ungkap Fesi Dita Anugra, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Marine Service saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2022 yang diadakan Majalah Top Business secara virtual, Kamis, (28/7/2022).

Ada bagian menarik yang disampaikan pihak PMS saat sesi penjurian, yakni terkait dengan bagaimana perusahaan menangani dampak pandemi, sementara di sisi lain juga harus mempertahankan kinerja di tahun 2021 lalu. Tentunya sejumlah upaya telah dilakukan PMS, dari mulai membentuk tim satgas untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, penerapan pola kerja Work From Home (WFH) sesuai kebijakan pemerintah, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta upaya lainnya, seperti membangun sistem IT yang membantu kegiatan operasional.

Lebih lanjut dikatakan Fesi, pada tahun 2021, di tengah perjuangan melawan pandemic Covid-19, PMS melakukan beberapa strategi bisnis, di antaranya dengan terus menggali peluang-peluang usaha yang ada seperti pelayanan penundaan dan pemanduan di luar wilayah SBPP (wilayah Pelindo). Semua upaya telah didukung oleh Satuan Pengawas Intern, Manajemen Risiko, serta Sekretaris Perusahaan selaku pemangku kepentingan terkait Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Sebagai bagian dari penerapan GRC, terutama dari sisi tata kelola, PT PMS tergolong rutin melakukan assessment terkait dengan GCG (Good Corporate Governance). “Mulai dari awalnya (2018) itu skornya sekitar 76, kemudian naik skor GCG kami (menjadi) 78, kemudian di akhir tahun 2020 ketika dari eksternal assessment itu kami memperoleh skor 80,02 (kategori baik). Untuk tahun 2021 itu kami sedang proses penilaian. Kami berharap ada perbaikan proses GCG sehingga dampaknya pun skor juga akan meningkat di tahun 2021 ini,” ungkap Fesi.

Selain rutin melakukan assessment GCG, PMS juga telah menerapkan Whistle Blowing System, serta memiliki pedoman hubungan induk dan anak perusahaan untuk GCG, sistem pengadaaan barang dan jasa, serta keputusan bersama direksi dan dewan komisaris terkait code of conduct.

Sementara dari sisi manajemen risiko, PMS telah melakukan empat tahapan beserta hal-hal lainnya terkait dengan implementasi Manajemen Risiko.

“Yaitu kami sudah punya identifikasi terhadap risk profile berupa risk register, kemudian ada Risk Control Self-assessment (RCSA) terkait investasi. Kami juga melakukan assessment risk maturity level dengan skor maturitas manajemen risiko PT PMS tahun 2021 adalah 3,02 dari skala 1,00 – 5,00. Kemudian kami juga menerapkan ISO 31000 terkait Risk Management, dengan kelengkapan-kelengkapannya ada Dokumen Manual manajemen risiko; Pedoman strategis dan teknis manajemen risiko PT Pelindo Marine Service; Pedoman selera dan toleransi risiko; Pedoman kerja sama usaha dan investasi,” jelas Fesi.

Berkaitan dengan implementasi manajemen kepatuhan, Fesi mengatakan bahwa di internal perusahaan PT PMS telah menerapkan The Three Lines of Defence. “Kriteria keberhasilan implementasi Kepatuhan itu kami juga ada audit GCG yang tadi (telah) kami sampaikan, skornya cukup baik di 80,02. Kemudian penerapan tersebut menghasilkan nilai risk maturity 3,02,” ujarnya.

Pada saat sesi penjurian, PT PMS juga mengungkap terkait peran teknologi informasi dalam mendukung implementasi GRC. Dalam hal ini perusahaan mengandalkan dua sistem atau aplikasi, yaitu Marina (Marine Internal Audit) yang merupakan aplikasi untuk mendukung kelancaran audit. Kemudian ada juga RIMA (Risk Management Assessment).

“Kedua sistem ini membantu kami untuk memantau bagaimana proses pelaksanaan internal audit dan proses pelaksanaan risk assessment di internal PMS,” pungkas Fesi.

Penulis: Fauzi Sumber: https://www.topbusiness.id/66210/dengan-grc-pelindo-marine-service-tingkatkan-kinerja-dan-raih-peluang-usaha-saat-pandemi.html