Friday, 07 June 2013

PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI) dijadwalkan beroperasi tahun ini. Saat ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III telah menyiapkan Terminal Nilam Timur yang akan digunakan sebagai window atau lokasi sementara sebelum Terminal Mltipurpose Teluk Lamong beroperasi tahun 2014 nanti.

Hal ini disampaikan Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Edi Priyanto saat dikonfirmasi Radar Surabaya, kemarin petang.

Menurut Edi, langkah tersebut dimaksudkan bilka TPI harus beroperasi tahun ini atau selambat-lambatnya awal 2014.

TPI merupakan anak perusahaan joint operation antara Pelindo I hingga IV untuk mendukung main sea corridor atau Pendulum Nusantara . TPI ini untuk mendukung jalur distribusi petikemas domestik dari Belawan (Medan) hingga Sorong (Papua).

Edi mengatakan, Pelindo III telah menyiapkan terminal domestik di Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang diperkirakan baru beroperasi April 2014 nanti.

“TPI nantinya dipastikan tidak mengganggu kegiatan operasional petikemas domestik. Kita sudah menerapkan sistem window. Misalnya Surabaya nantinya dengan Makassar, dan Makassar dengan Sorong untuk Indonesia Timur.sedangkan Indonesia Barat, Surabaya-Jakarta-Batam-Belawan, jadi sudah terkoneksi dengan sistem,”katanya.

Sistem ini diharapkan tidak mengganggu kinerja anak perusahaan Pelindo I-IV. Meskipun anak perusahaan Pelindo juga sudah terkoneksi dengan sistem window yang sudah berjalan.

“Saya rasa tidak. Seperti Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sudah memiliki sistem yang tertata,”tambahnya.

Sementara operasional saat ini masih digodok jajaran direksi perusahaan TPI. Saat ini jajaran manajemen PT Terminal Petikemas Indonesia sudah terbentuk, tinggal menentukan jadwal operasional.

Sumnber : Radar Surabaya

 

Read more
Wednesday, 05 June 2013

Kadin Indonesia mendesak pemerintah agar menata ulang bisnis BUMN pelabuhan guna menuntaskan kisruh persaingan usaha antara PT Pelabuhan Indonesia I,II,III,IV dengan dunia usaha jasa terkait kepelabuhan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan pemerintah mesti segera turun tangan menuntaskan kisruh antara PT Pelabuhan Indonesia I,II,III,IV dengan dunia usaha jasa terkait kepelabuhan khususnya angkutan khusus pelabuhan, usaha bongkar muat, forwader, transportasi laut, dan logistik.

“Kami mendesak pemerintah untuk segera turun tangan guna menuntaskan kisruh persaingan usaha antara PT Pelindo dengan dunia usaha dengan mereposisi bisnis BUMN pelabuhan.

Reposisi bisnis yang dimaksud yakni BUMN sebaiknya berkonsentrasi pada usaha pokok atau bisnis inti perusahaan yakni penyediaan prasarana pelabuhan dan penyediaan jasa yang belum bisa disediakan oleh swasta.

Adapun penyediaan sarana pelabuhan, termasuk pelayaran, baik jalur dan kapal diserahkan kepada swasta dan mekanisme pasar.

Dia menilai penataan ulang bisnis BUMN pelabuhan seperti itu positif untuk mencipakan  persaiangan usahan yang sehat di pelabuhan, menjaga akselerasi perekonomian domestik, dan menciptakan pemerataan.

Selain itu, imbuhnya, model bisnis itu juga akan saling menguatkan dunia usaha nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) No.5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Pelabuhan adalah urat nadi bagi ribuan perusahaan penyedia jasa usaha kepelabuhanan, tetapi BUMN pelabuhan di Indonesia masih memonopoli sehingga perlu mekanisme yang jelas untuk menjaga persaingan usha yang sehat,”tuturnya.

Suryo menjelaskan mekanisme dalam menjaga persaingan usaha yang sehat itu termasuk dengan meningkatkan peran regulator di pelabuhan. Oleh karena itu,wakil pemerintah di pelabuhan,dalam hal ini, Otoritas Pelabuhan diminta kuat dan netral.

Kadin menilai perlunya iklim usaha pada sektor tansportasi dan logistik yang kondusif guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi domestik di atas 6% pada tahun ini di tengah instabilitas ekonomi global.

Kondusifnya sektor itu juga akan meningkatkan arus investasi, menguatkan ekspor, dan meningkatkan perdagangan domestik sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi.

Dia dinilai tidak harus terjadi jika pemerintah turun tangan dengan melakukan intervensi kuat guna menjamin terciptanya asas fairness dalam berusaha di sektor kepelabuhanan.

“Kami melihat aksi setop operasi awal pekan ini bukan tanpa alasan karena ini menyangkut kelangsungan usaha mereka,”katanya.

Bagi Kadin, peran swasta di sektor kepelabuhanan di Indonesia sangat vital karena selama ini mereka telah berkontribusi besar dalam menjaga pertumbuhan dan ketahanan perekonomian nasional melalui aktivitas di pelabuhan.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Tuesday, 04 June 2013

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Belawan Medan tetap berjalan seperti sedia kala kendati perusahaan bongkar muat menggelar aksi setop operasi.

Mohammad Syafiudin, Pelaksana Harian General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Emas Semarang, mengatakan kegiatan bongkar muat tetep berjalan di beberapa titik dermaga yanag ada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ada empat kapal yang melakukan proses bongkar muat di sejumlah titik dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Menurutnya, ada empat kapal yang melakukan aktivitas bongkar muat tersebut berada di Dermaga Samudera satu kapal, Dermaga Pelabuhan Dalam ada dua kapal, dan Dermaga Curah Cair satu kapal.

Di Dermaga Samudera terdapat kapal membongkar raw sugar, di Dermaga Pelabuhan Dalam ada dua kapal membongkar kayu log sedangkan Dermaga Curah Cair ada kapal membongkar olien.

Dia menjamin aktivitas bongkar muat tidak  terganggu karena terkait erat dengan pergerakan perekonomian masyarakat. Bila Pelindo III Cabang Tanjung Emas tidak melayani permintaan jasa bongkar muat, justru akan melanggar undang-undang. “Bahkan yang melakukan bongkar muat tersebut juga tidak semua PBM Pelindo III Tanjung Emas Semarang tapi juga ada PBM swasta, jadi tidak benar ada monopoli, tuturnya.

Sementara itu, ratusan pekerja perusahaan bongkat muat yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jateng menggelar aksi mogok operasional di Dermaga Pelabuhan Dalam , kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Aksi itu dilakukan dengan memarkir puluhan truk serta alat berat sebagai bentuk protes terhadap PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang yang turut membuka usaha jasa bongkar muat.

Romulo Simangunsong, Ketua APBMI Jateng, menilai usaha bongkar muat yang dilakukan         PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang dilakukan sejak 2011.

“Aksi ini agar Pelindo III Tanjung Emas taat terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku, karena sudah membuka usaha bongkar muat tapi tidak berizin,”tuturnya.

Dari Medan, aksi mogok yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta tidak diikuti perusahaan bongkar muat di Pelabuhan Medan, Sumatera Utara.

Khairul Mahalli. Wakil Ketua Kadin Sumatera Utara Bidang Logistik dan Multimoda, menegaskan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Belawan aman dari aksi mogok.

Kadin Sumut bersama dengan Syahbandar, Pelindo I dan Bea Cukai Belawan telah melakukan pemantauan secara langsung.

“Di Medan aman-aman saja, jangan sampai ada kendala. Demo hanya ada di Priok saja,”ujarnya. Mohammad Eka Tarigan, Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumatra Utara, mengatakan aksi mogok tidak berdampak luas ke Sumatra Utara.

 

 

Read more
Saturday, 01 June 2013

Pelindo III kembali melakukan restrukturisasi pejabat sekelas General Manager. Kali ini Iwan Sabatini yang telah menahkodai Pelabuhan Cabang Benoa Bali selama 2 tahun dan 3 bulan menggantikan Sumarzen sebagai General Manager Terminal Petikemas Semarang (TPKS).  Pelantikan serta serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Djarwo Surjanto.

Acara yang berlangsung di Ruang Bromo Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) tersebut sekaligus melantik Prasetyo yang dipercaya menggantikan Iwan Sabatini sebagai General Manager Pelabuhan Benoa - Bali. Sebelumnya, Prasetyo menjabat sebagai Askaro Perencanaan Korporat pada Biro Perencanaan Kantor Pusat.

Diharapkan Prasetyo nanti dapat meneruskan perjuangan Iwan Sabatini meneruskan program perusahaan terhadap Pelabuhan Benoa sebagai turn around port dimana Indonesia khususnya Bali memiliki peluang yang sangat besar karena memiliki potensi wisata yang beragam. di Tahun 2013 ini Benoa rencananya akan disinggahi oleh 28  kunjungan kapal pesiar dari total 97 kunjungan kapal pesiar di seluruh pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Sumber : Dermaga.com

Dalam sambutannya, Djarwo Surjanto menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan dilakukan oleh Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.  Artinya, rotasi pejabat yang dilakukan ditujukan untuk menciptakan suasana baru dalam lingkup perusahaan dan diharapkan mampu mempengaruhi iklim kerja pegawai.  Bukan hanya itu saja, pergantian kepemimpinan diharapkan mampu mendorong pemikiran-pemikiran baru yang dibutuhkan untuk mengembangkan perusahaan, demi mencapai tujuan perusahaan.

Sementara itu, Sumarzen yang digantikan oleh Iwan Sabatini akan diperbantukan sebagai salah satu Direksi di anak perusahaan bersama PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV yaitu Terminal Petikemas Indonesia. Terminal Petikemas Indonesia merupakan operator pelabuhan yang menyediakan rute pelayaran sepanjang jalur barat-timur Indonesia dan beroperasi seperti pendulum.

Dikatakan seperti pendulum karena akan terus bergerak. Rute yang dimaksud akan melewati enam pelabuhan utama, yakni Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Sorong. Sistem ini diharapkan dapat menurunkan ongkos pengiriman logistik di Indonesia. Selama ini, masih terjadi perbedaan harga antara Pelindo I hingga Pelindo IV. Jika sistem Nusantara berjalan, Pelindo I hingga Pelindo IV akan bekerja sama menentukan satu tarif.

 

 

Read more
Saturday, 01 June 2013

Pelindo III  Banjarmasin belum lama ini melakukan peresmian RF di area Workshop Terminal Petikemas Banjarmasin. Hal ini merupakan komitmen sebagai pelabuhan yang berwawasan lingkungan.

Acara dilangsungkan di lokasi Reception Facility dengan ditandai melalui pengguntingan pita oleh Hamdi (Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Banjarmasin) sebagai peresmian dan prosesi simulasi pembuangan / penanganan limbah serta pengangkutan limbah oleh pihak rekanan ditunjuk sebagai ilustrasi untuk menunjukan bagaimana penanganan limbah yang berlaku di area PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin

Port Reception Facility merupakan fasilitas penampungan limbah sementara yang digunakan untuk menampung limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun) berupa oli bekas, kain majun dan berbagai sisa proses operasional kantor seperti cartridge printer dan sebagainya. Fasilitas ini dibangun atas dasar komitmen manajemen dalam menjalankan bisnis kepelabuhanan yang berwawasan lingkungan.

Dalam Sambutannya, Toto Heli Yanto (General Manager PT Pelindo III) menyampaikan bahwa Manajemen sangat peduli dalam menjaga lingkungan, dalam memastikan konsistensi pengelolaan limbah, Manajemen tengah menggodok adanya struktur organisasi baru yang khusus menangani limbah dimaksud jelas toto.

“Kami telah menghimbau dan melakukan sosialisasi  kepada mitra / stakeholder yang melakukan aktivitas di area pelabuhan, bahwa setiap limbah B3 yang dihasilkan wajib dikumpulkan di area RF untuk selanjutnya dimusnahkan oleh perusahaan transportir limbah yang ditunjuk manajemen, dan melarang  keras kepada mitra yang memperjualbelikan limbah B3, karena hal tersebut dapat  membahayakan lingkungan”. Tambah Toto.

Tindakan tegas pun akan dilakukan kepada mitra / stakeholder yang melanggar ketentuan tersebut. pada prinsipnya semua mitra yang melakukan aktifitas di pelabuhan diwajibkan membuang limbahnya melalui RF tersebut. “apabila ingin menjual / membuang limbah ke pihak lain silahkan, tapi jangan dilakukan di area Pelindo Banjarmasin” imbuh toto. Pemberlakukan kebijakan tersebut berdasar atas penunjukan transportir limbah yang memenuhi kriteria dan ijin dari kementerian lingkungan hidup.

Manajemen telah menunjuk perusahaan transportir limbah yang memiliki sertifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan rekomendasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin. sebagai perusahaan transportir, PT Nazar telah memiliki pengalaman yang cukup. Dalam kontrak dengan PT Pelindo, PT Nazar diwajibkan untuk mengambil limbah B3

Hamdi, kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin memberikan apresiasi positif kepada manajemen atas upayanya menjadi pioneer untuk menuju ecoport yang diharapkan. Kedepan, pihak lingkungan hidup akan memonitor seluruhaktifitas pengelolaan limbah B3 sesuai dengan laporan dari pihak rekanan transportir limbah yang ditunjuk.

Pengelolaan limbah suatu perusahaan juga merupakan salah satu tolok ukur dalam KPI, melalui Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. kriteria penilaian Proper Kriteria Penilaian PROPER tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2011 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Secara umum peringkat kinerja PROPER dibedakan menjadi 5 warna Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam, dimana kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan biru, merah dan hitam, sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah hijau dan emas.

Dituturkan oleh Hamdi, dengan pengoperasian Port reception Facility ini diharapkan dapat mencapai peringkat hijau. Pemberian penghargaan PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan system manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan operasional pelabuhan yang sudah berlangsung sebelumnya, pembangunan fasilitas penampungan limbah ini sesuai dengan kepentingannya, karena fasilitas ini dibangun untuk menampung limbah sisa operasional perusahaan yang semakin meningkat pasca pembangunan fasilitas pelabuhan yang pesat.

Kedepan, pengelolaan lingkungan di pelabuhan akan diikuti dengan upaya lain, seperti saat ini tengah penggodokan untuk pengadaan alat sweeperguna mengatasi permasalahan debu yang muncul karena operasional perusahaan. 

Diungkapkan, selain sebagai komitmen menjalankan PP No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, upaya manajemen dalam hal kepedulian terhadap  lingkungan juga berasal dari kecintaan pimpinan terhadap lingkungan. Penataan Pelabuhan Martapura Baru yang memiliki taman, Penghijauan area terminal penumpang juga merupakan wujud kecintaan pribadi terhadap lingkungan hijau.

Sumber : Dermaga.com

 

 

 

Read more
Monday, 03 June 2013

Edi Priyanto memastikan tak ada pemogokan Asosiasi Pelayanan Bongkar Muat, Organisasi Angkutan Darat, Asosiasi Depo Container, Gabungan Pengusaha Eksport, Gabungan Importir, maupun Asosiasi Pelayaran Indonesia, dan Asosiasi Pelayaran Rakyat di 16 pelabuhan yang dikelola Pelindo III, kecuali Pelabuhan Tanjung Emas.

Edi mengatakan semua asosiasi yang terkait dengan pelabuhan tersebut telah sepakat bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Pelindo III telah berkomunikasi dan meyakinkan stakeholder pelabuhan, bahwa tindakan pemogokan berdampak luas pada kredibilitas negara serta merugikan pelaku jasa sendiri. "Selain di Tanjung Emas, tidak ada pemogokan. Semua bisa menerima kenyataan ini," kata Edi kepada Tempo, Senin 3 Mei 2013.

Kendati sempat didemo, Edi melihat sebagian aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas tetap berjalan seperti biasa di beberapa titik. Ia menguraikan, ada empat kapal yang melakukan proses bongkar muat. Yakni; 1 kapal bongkar raw sugar di dermaga Samudera, 2 kapal bongkar kayu log di dermaga pelabuhan dalam, dan satu kapal lagi bongkar olien di dermaga curah cair.

Edi belum bisa menjawab berapa angka kerugian akibat mogoknya aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas. "Enggak pengaruh besar terhadap kinerja pelabuhan secara umum. Justru yang rugi mereka sendiri," kata dia.

Di Pelabuhan Tanjung Perak sendiri, aktivitas berjalan normal. Seperti aktivitas di Jamrud Selatan, kapal MV Catleya PBM Suntraco posisi kerja, MV Anggrek 1 PBM AJP posisi kerja, MV LCU Nusiana PBM posisi kerja, MV MI Nomor 1 PBM posisi kerja dan MV Mentari PBM Pelindo posisi kerja, dan MV Daebo Masan PBM Jasko posisi kerja.

Di sisi Jamrud Utara ada kapal Great Rust PBM PSK posisi kerja, MV Vinh Thung PBM SSR posisi kerja, MV Aya3 PBM Jasko posisi kerja, MV Golden Ocean PBM Pelindo posisi kerja. "Semua posisi kerja, tidak ada tanda - tanda mogok," kata Edi.

Sumber : Tempo.com

 

 

Read more