Tuesday, 21 May 2013

Secara sederhana, sistem baru itu memfasilitasi pengguna jasa melalui internet. Sehingga saat mengajukan izin, tak ada lagi cerita pengguna layanan harus datang dari satu kantor ke kantor lainnya.

Melalui sistem online, pengguna cukup mendaftar untuk mendapatkan username dan password. Lantas dengan itu, pengguna bisa masuk ke sistem yang menyajikan data lokasi kapal, kapan waktu bongkar muatan berdasar urutan dan besaran biaya yang harus ditanggung saat mengajukan layanan.

Sebelum ada sistem online, ketiga hal itu harus dilakukan manual. Datang ke Pelindo III mengisi berkas. Bila berkas lengkap, baru ke bank membayar biaya dan kembali menyerahkan ke petugas Pelindo dan terbitlah izin.

Akan tetapi dengan sistem online, ketiganya bisa dilakukan sekaligus didepan komputer, menggunakan komputer tablet atau hanya dengan smartphone. “Sistem memotong mekanisme, sehingga pengajuan izin semakin sederhana,” jelas Hariyana, Senior Manajer Sistem Informasi Pelindo III.

Keunggulan lain dari sistem, lanjut dia, pengguna layanan bisa memantau biaya secara transparan, melihat posisi kapal disekitar pelabuhan hingga mengetahui jadwal tepatnya kapal bersandar. Hal itu memberi kepastian usaha.

“25 kilometer disekitar pelabuhan kapal sudah bisa dipantau, termasuk pergerakannya,. Posisi itu real time,” jelasnya.

Di sisi pembiayaan, sistem yang sedianya dikembangkan di Pelabuhan Semarang dan Banjarmasin itu juga terhubung dengan perbankan. Sehingga pembayaran juga bisa dilakukan saat itu juga via online.

Sistem itu, menurutnya menyebabkan pembayaran menjadi mudah. Soal keamanan, Hariyana menegaskan sistem  yang dibangun dielengkapi tiga lapis pengamanan.

Direktur Keuangan PT Pelabuhan III , Wahyu Suparyono menguraikan penggunaan sistem online menyebabkan tak ada lagi pembayaran tertunda. Pasalnya , pengguna jasa tinggal menyiapkan saldo di rekening yang akan terdebet bila terjadi transaksi.

“Bagi perseroan itu mempercepat arus pembayaran masuk dan mengurangi piutang. Bagi pengguna layanan itu efisien, menghemat waktu dan biaya, bisa menekan biaya ekonomi, kata Wahyu.

Di sisi lain, penggunaan sistem online juga mendukung visi mewujudkan pelabuhan hijau alias ramah lingkungan.

Edi Priyanto, kepala Humas Pelindo III menjelaskan, dalam sistem manual kertas yang digunakan cukup banyak sehingga bertentangan dengan program green port. Aplikasi anjungan tersebut dapat diakses di                                 https ://anjungan.perakport.co.id.

Sumber : Radar Surabaya

 

Read more
Tuesday, 21 May 2013

Mulai perbaikan dan penambahan fasilitas dermaga, terminal, peralatan bongkar muat, juga sistem operasional. Ini semua dilakukan dalam rangka pengingkatan pelayanan pada semua pengguna jasa pelabuhan. Baik percepatan untuk peningkatan produktivitas bongkar muat maupun kualitas pelayanan menjadi lebih baik.

Sebagai Terminal Operator (TO) menjadikan posisi Pelindo III semakin strategis. Sebagai penggerak dalam pertumbuhan ekonomi. Karena merupakan pintu gerbang kelancaran arus pengiriman barang via laut. Baik barang tujuan dalam negeri (antarpulau) maupun barang tujuan ekspor-impor (internasional).

Terminal Multipurpose Teluk Lamong dibangun untuk mendukung percepatan pelayanan kapal dan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Terminal ini memiliki kedalaman sampai -14 meter dan menjadi terminal ramah lingkungan kali pertama di Tanah Air. Teluk Lamong dioperasikan dengan teknologi canggih menggunakan Automatic Stacking Crane (ASC) yaitu alat angkat dan angkut yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Terminal ini dijadwalkan beroperasi awal 2014. “Di dunia hanya Jerman, Arab Saudi, dan Spanyol yang menggunakan ASC,” kata Djarwo Surjanto.

Kegiatan lainnya adalah upaya pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya ( APBS). Tujuannya untuk mempermudah dan memperbanyak jumlah kapal dengan daya angkut lebih besar masuk di Pelabuhan Surabaya. Baik kapal kargo maupun kapal petikemas.

Pelindo III juga melakukan modernisasi Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) di daerah operasional Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Meliputi optimalisasi operasional dermaga dan peningkatan kapasitas lapangan penumpukan petikemas. Revitalisasinya menggunakan sistem polder dan terintegrasi dengan sistem polder Semarang.

Peningkatan pelayanan kegiatan angkutan petikemas juga dilakukan di Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) di daerah operasional Pelabuhan Banjarmasin. Seperti ; penambahan peralatan bongkar muat di lapangan penumpukan berupa Rubber Tyred Gantry (RTG), Head Truck berikut chasisnya.

Selain perhatian pada kegiatan pelabuhan niaga dan perdagangan, Pelindo III juga sangat konsen terhadap pelayanan di pelabuhan pariwisata. Pelabuhan Benoa – Bali sebagai pelabuhan pariwisata terbesar di Tanah Air telah dilakukan beberapa pembangunan dan peningkatan pelayanan.

Diantaranya ; kapal pengangkut wisatawan asing (cruise) yang semula tidak bisa sandar dan harus rede di kolam, sekarang sudah bisa langsung merapat di dermaga. Pelabuhan Benoa – Bali kini memiliki terminal khusus untuk penumpang cruise, yaitu Benoa Cruise Terminal (BCT) lengkap dengan segala fasilitasnya. Sementara terminal penumpang kapal domestik terpisah sehingga terlihat lebih tertib dan bersih. Pelabuhan Benoa juga akan menjadi pusat kegiatan cruise yang lebih besar.

Sumber : Radar Surabaya

Read more
Monday, 20 May 2013
Banyak BUMN yang mendapat penghargaan tersebut, penghargaan langsung diberikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013)

Berikut ini BUMN-BUMN tersebut berdasarkan beberapa kategori:

Kategori Individual (I)

1. Dukungan Ketahanan Pangan Melalui Pengadaan Beras Dalam Negeri 
Perum BULOG 

2.Konsistensi Produktivitas Karet dalam 5 Tahun Terakhir 
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) 

3. Pengurangan Emisi melalui Penggunaan Bio Gas 
PT Perkebunan Nusantara V (Persero) 

4. Keteladanan Hilirisasi Produk Tambang 
PT Antam (Persero) Tbk 

5. Keteladanan Kreativitas Pemasaran dan Distribusi Produk Gula 
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) 

6.Perintis Usaha Industri Kedirgantaraan di Indonesia 
PT Dirgantara Indonesia (Persero) 

7. Penggunaan Konten Produk Lokal dalam Pembuatan Kendaraan Taktis
PT Pindad (Persero) 

8.Mendukung Ketahanan Energi Melalui Pembangunan Geothermal PLTU dan Penyumbang Kontribusi Dividen Terbesar 
PT Pertamina (Persero) 

9. Pelopor Industri Baja Terintegrasi di Indonesia 
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 

10. Pelopor Multi Yard Single Construction 
PT DKB (Persero) 

11. Perintis Usaha Industri Kapal Alutista 
PT PAL (Persero) 

12. Pelopor Pemanfaat Green Building di Indonesia 
PT Dahana (Persero) 



Kategori Individual (II)


1. Inisiasi Penerapan Program Online ICT untuk Percepatan Pelayanan Pelabuhan dan Inisiasi Penerapan Green Port di Pelabuhan Tanjung Priok 
PT Pelindo II (Persero) 

2. Pembangun Rumah Rakyat Lebih Dari 1 Juta 
Perum Perumnas 

3. Gagasan Inovasi Monorail Container 
PT Pelindo III (Persero) 

4. Perbaikan Turn Around Time di Pelabuhan Belawan 
PT Pelindo I (Persero) 

5. Penurunan Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan Kariangau
PT Pelindo IV (Persero) 

6. Moda Angkutan Pengangkut Penumpang Terbanyak di Indonesia, Inovasi Teknnologgi Rail Ticket System (RTS) dan Penataan Stasiun Jabodetabek 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 

7. Pengembangan Aplikasi Handling Complain Pelanggan 
PT Angkasa Pura I (Persero) 

8. Safety Improvement untuk Pelayanan di Bandara 
PT Angkasa Pura II (Persero) 

9. Pelopor Green Contractor di Indonesia 
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 

10. Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak, Salah Satu Model Utama Micro Finance Dunia dan Bank dengan Jumlah ATM terbanyak 
PT Bank BRI (Persero) Tbk 

11. Peningkatan Pelayanan Peserta Melalui Jamsostek Point of Service Officer dan Pengembangan Unit Traumatic Center 
PT Jamsostek (Persero) 

12. Penyalur terbesar Program KPR/KPRS Bersubsidi 
PT Bank BTN (Persero) Tbk 

13. Bank dengan jumlah aset terbesar di Indonesia 
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

14. Pelopor Penggunaan Energi Alternatif Kapal Berbahan Bakar Compress Natural Gas (CNG) 
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)

15. Jaringan Askes Center untuk Program Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Satu Atap oleh Dokter Keluarga Provider Askes 
PT Askes (Persero) 

16. Percepatan Penyelesaian Klaim Satelit TELKOM 
PT Asuransi Jasindo (Persero)

17. Perluasan Jaringan Aplikasi SIMGAJI PNS di 98 Pemda 
PT Taspen (Persero)

18. Memiliki Laboratorium Testing Terintegrasi Terbesar di Indonesia 
PT Sucofindo (Persero) 


Kategori Group


1. Kemandirian Usaha Tanpa Tambahan PMN 
Group: 


  • PT Perkebunan Nusantara I (Persero)
  • PT Djakarta Lloyd (Persero)
  • PT Survei
Read more
Monday, 20 May 2013

Kementerian BUMN memberikan penghargaan terhadap pencapaian kinerja dan terobosan para BUMN.

Banyak BUMN yang mendapat penghargaan tersebut, penghargaan langsung diberikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013), beberapa diantaranya adalah Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV.

Pnghargaan tersebut diraih Pelindo dengan kategori yang berbeda – beda. Pelindo I mendapatkan penghargaan dengan kategori “Perbaikan Turn Around Time di Pelabuhan Belawan”, Pelindo II dengan kategori “Inisiasi Penerapan Program Online ICT untuk Percepatan Pelayanan Pelabuhan dan Inisiasi Penerapan Green Port di Pelabuhan Tanjung Priok”, Pelindo III dengan kategori “Gagasan Inovasi Monorail Container”, dan Pelindo IV dengan kategori  “Penurunan Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan Kariangau”

Berikut ini beberapa BUMN yang mendapatkan penghargaan berdasarkan kategori Individual I dan Individual II:

Kategori Individual (I)

1. Dukungan Ketahanan Pangan Melalui Pengadaan Beras Dalam Negeri

    Perum BULOG

2. Konsistensi Produktivitas Karet dalam 5 Tahun Terakhir

    PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)

3. Pengurangan Emisi melalui Penggunaan Bio Gas

    PT Perkebunan Nusantara V (Persero)

4. Keteladanan Hilirisasi Produk Tambang

    PT Antam (Persero) Tbk

5. Keteladanan Kreativitas Pemasaran dan Distribusi Produk Gula

    PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

6.Perintis Usaha Industri Kedirgantaraan di Indonesia

   PT Dirgantara Indonesia (Persero)

7. Penggunaan Konten Produk Lokal dalam Pembuatan Kendaraan Taktis

    PT Pindad (Persero)

8. Mendukung Ketahanan Energi Melalui Pembangunan Geothermal PLTU dan  Penyumbang Kontribusi Dividen  Terbesar

    PT Pertamina (Persero)

9. Pelopor Industri Baja Terintegrasi di Indonesia

    PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

10. Pelopor Multi Yard Single Construction

      PT DKB (Persero)

11. Perintis Usaha Industri Kapal Alutista

      PT PAL (Persero)

12. Pelopor Pemanfaat Green Building di Indonesia

      PT Dahana (Persero)

 

Kategori Individual (II)

1.  Inisiasi Penerapan Program Online ICT untuk Percepatan Pelayanan Pelabuhan dan Inisiasi Penerapan Green  Port di Pelabuhan Tanjung Priok

     PT Pelindo II (Persero)

2. Pembangun Rumah Rakyat Lebih Dari 1 Juta

    Perum Perumnas

3. Gagasan Inovasi Monorail Container

    PT Pelindo III (Persero)

4. Perbaikan Turn Around Time di Pelabuhan Belawan

    PT Pelindo I (Persero)

5. Penurunan Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan Kariangau

    PT Pelindo IV (Persero)

6. Moda Angkutan Pengangkut Penumpang Terbanyak di Indonesia, Inovasi Teknnologgi Rail Ticket System (RTS) dan Penataan Stasiun Jabodetabek

    PT Kereta Api Indonesia (Persero)

7. Pengembangan Aplikasi Handling Complain Pelanggan

    PT Angkasa Pura I (Persero)

8. Safety Improvement untuk Pelayanan di Bandara

   PT Angkasa Pura II (Persero)

9. Pelopor Green Contractor di Indonesia

    PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

10. Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak, Salah Satu Model Utama Micro   Finance Dunia dan Bank dengan Jumlah ATM terbanyak

     PT Bank BRI (Persero) Tbk

11. Peningkatan Pelayanan Peserta Melalui Jamsostek Point of Service Officer dan Pengembangan Unit Traumatic Center

     PT Jamsostek (Persero)

12. Penyalur terbesar Program KPR/KPRS Bersubsidi

     PT Bank BTN (Persero) Tbk

13. Bank dengan jumlah aset terbesar di Indonesia

      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

14. Pelopor Penggunaan Energi Alternatif Kapal Berbahan Bakar Compress Natural Gas (CNG)

      PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)

15. Jaringan Askes Center untuk Program Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Satu Atap oleh Dokter Keluarga Provider Askes

     PT Askes (Persero)

16. Percepatan Penyelesaian Klaim Satelit TELKOM

     PT Asuransi Jasindo (Persero)

17. Perluasan Jaringan Aplikasi SIMGAJI PNS di 98 Pemda

     PT Taspen (Persero)

18. Memiliki Laboratorium Testing Terintegrasi Terbesar di Indonesia

     PT Sucofindo (Persero)

 

 

 

Read more
Monday, 20 May 2013

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan bahwa ia berharap perbedaan kultur BUMN dapat dikurangi.

"Bila BUMN diumpamakan sebagai satu kelompok perusahaan, seharusnya kultur manajemen antarperusahaan tidak berbeda jauh," kata Dahlan Iskan pada acara BUMN Marketing Day 2012 di Jakarta, Rabu.

Namun nyatanya ia mendapati ada perbedaan yang besar mengenai kultur manajemen dari seorang direktur utama satu BUMN dengan BUMN lainnya.

Dahlan mengumpamakan bahwa sejumlah dirut BUMN sebagai "kuda liar" karena dianggap memiliki manajemen yang terlalu "kiri" sedangkan ada dirut lain yang disebut "lemah syahwat" karena menganut manajemen kanan.

"Menyatukannya memang tidak mungkin, tapi paling tidak perbedaan tersebut berkurang, misalnya bagaimana dirut yang merasa sebagai kuda liar dapat mengendalikan diri dan memberi wewenang kepada direksi lain sedangkan dirut yang merasa lemah syahwat diberikan dorongan agar tidak pasif," jelas Dahlan.

Ia memahami bahwa penyebab terjadinya perbedaan tersebut adalah karena aturan yang berlaku, sistem pengangkatan direksi, tanggung renteng risiko hingga persoalan gaji.

"Namun untuk perbaikan BUMN, perhatian saya tetap tertuju kepada dirut dan bukan direksi lain, tentu dirut juga diberi peluang bila meminta ada pergantian direksi, hanya keputusan pergantian perlu dilihat apakah alasannya logis atau tidak," tambah Dahlan.

Ia juga berharap agar para dirut BUMN memberikan kesempatan pengembangan karir kepada orang muda dan perempuan.

"Letak masa depan BUMN berada di tangan pemuda dan perempuan, jadi sewajarkan pimpinan perusahaan menyediakan suasana agar mereka dapat tampil," jelas Dahlan.

Ia juga mengusulkan agar perempuan dapat memperoleh cuti 1-2 tahun setelah melahirkan agar karir tetap mendapat kesempatan untuk berkembang.

Pada acara itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpilih menjadi "The Best BUMN Marketers 2012", diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Penghargaan itu merupakan hasil kerja sama majalah BUMN Track, BUMN Marketeers Club dan Markplus Inc kepada 32 BUMN yang dianggap mengembangkan marketing dan inovasi marketing.

Dahlan Iskan menjadi juri kehormatan dalam pemberian penghargaan itu sedangkan dewan juri terdiri dari Hermawan Kartajaya dan tim Markplus Inc.

Ada tiga aspek yang dinilai yaitu "strategic", terdiri atas "brand", produk dan manajemen bagi pelanggan; kedua adalah "tactical" yaitu komunikasi, penjualan dan layanan terakhir adalah "special award" yaitu marketing 3.0 dan "new wave of marketing".

Sumber : yahoo.com

Read more
Sunday, 19 May 2013

Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang telah dikucurkan PT Pelabuhan Indonesia III cukup besar. Terhitung Januari hingga Mei sudah Rp 1,5 miliar bantuan yang diberikan warga sekitar Terminal Multipurpose Teluk Lamong.

Sementara bantuan terakhir yang diberikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III sebesar Rp 75 juta untuk Pondok Pesantren Al Fatich, Kelurahan Tambak Oso Wilangun. Penyerahan bantuan itu diberikan langsung Diektur Keuangan Pelindo III, Wahyu Suparyono.

“Pemberian bantuan ini merupakan program Kemitraan Bina Lingkungan yang sudah dialokasikan perusahaan,” kata Wahyu.

Dia menambahkan bantuaan kemarin bersifat bantuan lunak yang penggunaannya diserahkan kepada penerima. Bantuan ini juga tidak ada keterikatan antara perusahaan dengan penerima.

Wahyu menyebutkan alasan pemberian bantuan ini ditujukan kepada warga sekitar proyek. Kebetulan posisi Ponpes Al Fatich juga mengembangkan pendidikan. Di ponpes ini juga adaMadrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dan Madrasah Aliyah (MA), selain Pondok Pesantren. Sementara jumlah santri dan siswi mencapai 600.

Hingga bulan Mei 2013 ini, alokasi untuk bantuan warga di sekitar proyek Teluk Lamong mencapai Rp 1,5 miliar. Sementara besaran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Selain itu nominal anggaran tiap-tiap kelurahan juga tidak sama.

Sumber : Radar Surabaya

 

 

 

 

Read more