Monday, 13 May 2013

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan mengurangi emisi pada pengoperasian Terminal Multipurpose Teluk Lamong tahun 2014 nanti. Perusahaan plat merah ini akan menggunakan listrik sebagai pasokan energi untuk operasionalnya.

Kebutuhan energi untuk operasional di Teluk Lamong sebesar 16 Mega watt (MW) yang terbagi dalam dua line (jalur). Kebutuhan operasional yang paling pokok adalah Ship to Shore Crane (STS) dan Automatic Stacking Crane (ASC).

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengungkapkan , penggunaan energi listrik untuk menekan biaya operasional pembelian bahan bakar serta menekan pembuangan emisi. “ Peralatan yang kita gunakan lebih ramah lingkungan, karena sumber energinya 90 persen dari listrik,” kata Edi.

Dia menambahkan penggunaan listrik ini untuk mendukung program eco green port (pelabuhan ramah lingkungan) yang digagas sejak tahun lalu. Setidaknya, ada tiga peralatan bongkar muat yang diharapkan bisa menekan buangan emisi.

Edi menyebut STS dan ASC yang sepenuhnya menggunakan listrik. Alat ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang menggunakan listrik.               “ Sebelumnya kami (Pelabuhan Tanjung Perak) selalu menggunakan solar untuk pengoperasian Rubber Tyrd Gentry (RTG) dan Container Crane (CC). Dua alat ini telah kita ganti dengan STS dan ASC,” jelasnya.

Sementara Automatic Terminal Trailer (ATT) masih menggunakan solar. Tetapi ATT ini jauh lebih efisien dibanding operasional truk pemindah kontainer dari kapal menuju lapangan penumpukan.

Mesin ATT secara otomatis mati dalam beberapa menit ketika tidak digunakan. Artinya pembuangan emisi melalui bahan bakar bisa ditekan. Selain itu, roda yang dimiliki ATT jauh sedikit dibanding truk kontainer. Hal ini berfungsi menghindari limbah karet.

 

Read more
Saturday, 11 May 2013

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana memasang tiga Shore to Ship (STS) Crane di Pelabuhan Domestik Teluk Lamong. Pemasangan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan arus petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara untuk dermaga internasional diperkirakan terpasang dua STS Crane.

“Dari tahun ke tahun, pertumbuhan petikemas domestik selalu mengalami kenaikan, termasuk pergeseran tren,” kata Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto.

Saat ini pembangunan dermaga di Terminal Multipurpose Teluk Lamong telah seratus persen selesai untuk internasional. Sedangkan untuk domestik hingga 30 April pembangunannya sudah mencapai 54 persen.

Menurut Edi, tiga STS Crane yang dibeli dari Konecranes, Finlandia, itu akan dipasang di dermaga domestik. Sedangkan dua STS lainnya akan dioperasikan untuk dermaga petikemas internasional yang kini sudah selesai pembangunannya.

Edi menjelaskan, meski membeli STS dari perusahaan yang sama tetapi fungsi crane ini berbeda. “ Untuk petikemas internasional menggunakan twin lift, dimana bisa mengangkut dua petikemas sekaligus ukuran 20 feet.

Demikian juga dengan kemampuannya, Edi mengatakan memiliki perbedaan. Untuk crane internasional ukurannya lebuh tinggi dan jangkauannya lebih panjang.

Sumber : Radar Surabaya

Read more
Monday, 13 May 2013

PT Pelabuhan Indonesia III dan PT Adi Karya Tbk bakal menggarap proyek monorel pengangkut peti kemas dari pelabuhan Tanjung Perak ke Terminal Multipurpose Teluk Lamong sekitar Rp.2,5 triliun

Direktur komersial dan pengembangan usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Husein Latif mengatakan proyek monorel bernama automatic container trasporter (ACT) itu akan berawal dari Pelabuhan Tanjung Perak hingga Terminal Multipurpose Teluk Lamong sekitar 5,6 km.

Saat ini, menurutnya nota kesepahaman pegkajian rencana proyek monorel peti kemas itu sudah ditandatangani kedua belah pihak pada awal bulan ini.

Selanjutnya, dia menjelaskan kedua BUMN itu akan membentuk tim guna mempersiapkan kajian dalam rangka pelaksanaan kerja sama usaha lebih lanjut dalam bentuk pendirian anak usaha          patungan atau konsep kerja sama lain.

Husein memaparkan kedua belah pihak akan menjalankan prastudi kelayakan atau feasibility study meliputi aspek finansial, komersial, teknis, legal dan aspek lain.

“Survei juga dilakukan terhadap lahan, demand , dan tarif angkutan peti kemas termasuk penempatan station train centre di area yang menghubungkan Tanjung Perak sampai terminal Multipurpose,” katanya.

Dia menjelaskan ACT merupakan moda transportasi monorel peti kemas untuk membantu pendistribusian kontainer dari dipo ke pelabuhan atau sebaliknya untuk mempercepat pengiriman barang sekaligus mengatasi kemacetan lalu lintas kendaraan pengangkut.

Moda transportasi itu dikembangkan bagi angkutan container dari stock yard atau dry port ke pelabuhan sehingga lebih praktis dan efisien.

“Ini pertama di dunia pengangkut container automatis. Dana yang dibutuhkan Rp2,5 triliun dengan pengerjaan 12 bulan. Ini akan mengurangi kemacetan di sekitar Tanjung Perak Surabaya.

PACU PEREKONOMIAN

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto menambahkan saat ini proyek itu masih dalam nota kesepahaman untuk mengkaji merancang ACT.

Bila hasil kajian secara detail selesai, menurutnya, akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama dalam waktu 3 bulan.

Proyek monorel itu merupakan bagian dari rencana pembangunan 3 monorel oleh konsorsium tujuh BUMN yakni     PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Industri Kereta Api (Inka), PT LEN, PT Telkom, PT Angkas Pura, dan Pelindo III.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Monday, 13 May 2013

Terobosan kembali dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, terbaru perseroan meluncurkan layanan anjungan informasi dan transaksi berbasis web. System itu selain baru pertama aplikasi di Pelabuhan Indonesia juga bukti komitmen Pelindo III terhadap peningkatan pelayanan.

Secara sederhana, sistem baru itu memfasilitasi pngguna pelabuhan melalui internet. Sehingga saat mengajukan izin, tak ada lagi cerita harus datang dari kantor satu ke lainya.

Melalui sistem online, pengguna cukup mendaftar unuk mendapatkan username dan password. Lantas dengan itu, pengguna bisa masuk ke sistem yang menyajikan data loksi kapal, kapan waktu bongkar muatan berdasarkan urutan dan besar biaya yang harus ditanggung saat mengajukan layanan.

Sebelum ada sistem online, ketiga hal tersebut harus dilakukan manual. Datang ke Pelindo III mengisi berkas lengkap,  baru ke bank membayar biaya dan kembali menyerahkan ke petugas Pelindo dan terbitlah ijin.

Akan tetapi dengan sistem online, ketiganya bisa dilakukan sekaligus di depan komputer, dengan hanya menggunakan komputer tablet atau hanya menggunakan smart phone. “Sistem memotong mekanisme, sehingga pengajuan izin semakin sederhana,” jelas Hariyana Senior Manajer Sistem Informasi Pelindo III.

Keunggulan lain dari sistem, lanjut dia, pengguna layanan bisa memantau biaya secara transparan, melihat posisi kapal di sekitar pelabuhan hingga mengetahui jadwal tepatnya kapal bersandar. Hal itu memberi kepastian usaha.

“25 kilometer sekitar pelabuhan kapal sudah bisa dipantau , termasuk pergerakanya. Posisi itu real time,” jelasnya.

Di sisi pembiayaan, sistem yang sedianya dikembangkan di pelabuhan Semarang dan Banjarmasin itu juga terhubung dengan perbankan. Sehingga pembayaran juga bisa dilakukan saat itu juga via online. Sistem itu, menurutnya menyebabkan pembayaran menjadi mudah.

Soal keamanan, Hariyana menegaskan sistem yang dibangun dilengkaoi 3 lapir pengamanan. “Kami sudah antisipasi,” sudah ada tiga lapis, jadi aman,” tambahnya.

Direktur keuangan PT Pelindo III Wahyu Suparyono menguraikan penggunaan sistem online menyebabkan tak ada lagi pembayaran tertunda. Pasalnya, pengguna jasa tinggal menyiapkan saldo yang akan terdebet bila terjadi transaksi.

“Bagi perseroan itu mempercepat arus pembayaran masuk dan mengurangi piutang. Bagi pengguna layanan itu efisien, menghemat waktu dan biaya , bisa menekan biaya ekonom,” jelas Wahyu.

Di sisi lain, penggunaan penggunaan sistem online juga mendukung pengunaan sistem online juga membantu mewujudkan visi pelabuhan hijau alias ramah lingkungan.

Edi Priyanto, Kepala humas PT Pelindo III (Persero) menjelaskan dalam sistem manual kertas yang digunakan cukup banyak sehingga bertentangan dengan program green port. “ Efisiensi kertas dampak sistem online bisa mencapai Rp.2 Milyar per tahun,” paparnya.

Aplikasi anjungan tersebut bisa di akses di https://anjungan.perakport.co.id. Guna memastikan transformasi manual ke online lancer, Pelindo III menyiapkan gerai konsultasi dan bimbingan teknologi terbaru di kantor Surabaya.

Kalangan pengusaha menyambut baik terobosan Pelindo III. Wayan Jayadi, Direktur Perusahaan bongkar muat PT Agung Jaya Prasetya, menilai system online sangat membantu pasalnya, usaha yang dikelola bisa membongkar barang sampai 2 kapal per haridengan kapasitas 2000 metric ton sampai 3000 metric ton/kapal.

Sebagai informasi, jumlah kunjungan kapal triwulan I 2013 di Tanjung Perak sebanyak 2.585 unit kapal berbendera Indonesia dengan berat mencapai 8.507.531 gross tonnage. Kapal penumpang 326 unit atau 2.443.259 gross tonnage dan kapal tanker 270 unit atau 2.705.980 GT serta kapal lainya 694 unit.

Rating idAA+, Pelindo III jadi pionerr

PT Pelabuhan Indonesia III jadi pioneer diantara pengelola pelabuhan karena berhasil mengantongi peringkat idAA+ dari Pefindo.

Direktur keuangan PT Pelindo III Wahyu Suparyono menguraikan capaian itu mencerminkan tata kelola manajemen yang baik. “ Itu menunjukan pula prioritas manajemen terhadap kepuasan pelanggan,”jelasnya

Kementrian Badan Usaha Milik Negara menuntut Perusaan BUMN harus semakin independen dan professional. Salah satu cara mengukur professionalitas dengan mengikuti pemeringkatan akuntabilitas pengelolaan BUMN ke masyarakat luas.

Vonny Widjaja, analis perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menguraikan peringkat itu mencerminkan kemampuan perusaan mempertahankan marjin yang stabil dan proteksi arus kas yang kuat. Namun, peringkat dibatasi meningkatnya leverage (utang) keuangan perusaan untuk mendukung ekspansi usaha.

Selain itu pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo III memiliki posisi strategis dan dalam kondisi keuangan kuat. Tahun lalu perseroan menyumbang pendapatan Negara 35% dari sektor pelabuhan milik Negara.“ Pelindo III merupakan gerbang ekonomi Indonesia timur yang tumbuh kuat beberapa waktu terakhir ,” jelas Vonny.

Sebagai informasi, jasa kepelabuhan perseroan meliputi 43 pelabuhan pada 17 cabang di tujuh provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pefindo juga menilai perseroan mampu menjaga kinerja keuntungan perusahaan stabil. Laba kotor pelindo III  stabil di kisaran 35%. Selain itu, manajemen juga meningkatkan efisiensi perusahaan.

Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelindo III menguraikan jajaranya dianggap memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan dalam jangka pamjang. Pemeringkatan didasarkan kepada data dan informasi yang diperoleh dari pefindo dari pelindo III serta laporan keuangan tahun 2011 dan tahun 2012.

Selain predikat idAA+, lanjut dia, predikat stable outlook diberikan atas dasar kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas usaha yang dijalankan . predikat itu akan dipertahankan jika Pelindo III mampu mewujudkan segala harapan atas investasi yang ditanamkan di terminal Multiprupose Teluk Lamong.

Senior manager Treassury PT Pelindo III Yon Irawan mengatakan rating dari Pefindo hanya berlaku setahun. Oelh karena itu, kedepan tantanganya meningkatkan kinerja sehingga bisa mendapat predikat AAA (triple A) alias peringkat tertinggi dalam kinerja perusahaan.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more
Wednesday, 08 May 2013

Tingginya  prospek bisnis kelautan yang ada di Tanjung Perak mendorong PT Pelindo Marine Service membuka keagenan kapal. Tetapi kali ini bukan keagenan tentang kapal niaga umum atau penumpang umum tetapi untuk kapal kebutuhan khusus.

Direktur PT Pelindo Marine Service (PMS), Choiroel Anwar, menyebutkan keagenan yang akan dibuka adalah kapal offshore dan cruise.

Beliau mengatakan “Kebutuhan khusus ini untuk mencari celah bisnis yang ada di Tanjung Perak. Prinsipnya kita tidak ingin berebut ceruk pasar yang selama ini sudah berjalan, dan mencari bisnis yang bisa dimanfaatkan ”.

Sejumlah perusahaan besar tengah melakukan pengeboran di lepas pantai. Saat ini saja di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya sudah berjajar perusahaan besar yang memasang rig. Baik swasta maupun perusahaan pengeboran milik pemerintah, lanjutnya.

Demikian juga dengan kebutuhan tentang cruise (kapal pesiar). Tahun ini sejumlah cruise yang hendak sandar di Tanjung Perak diperkirakan meningkat dibanding tahun lalu. PT Pelabuhan Indonesia III sudah memegang data bila tahun ini diperkirakan ada sembilan cruise yang hendak sandar.

Pak Choiroel mengatakan bahwa menangkap market (pasar) seperti pelayanan dengan kapal kebutuhan khusus belum banyak dioperasikan maskapai, tetapi secara garis besar ,PMS menjadi operator penyediaan kapal khusus.

Salah satu bukti penyediaan kapal khusus ini dengan membeli kapal dari Eropa untuk melayani offshore. Kapal Harbour Tug (HT) dua unit dan satu unit Anchor Handling Tug (AHTS) telah dipesan dengan nilai investasi, Rp 75 miliar.

Read more
Tuesday, 07 May 2013

Operator angkutan Pelabuhan Tanjung Priok mecatat terjadi penurunan aktivitas angkutan peti kemas ekspor impor selama kuartal I/2013 rata-rata sebesar 5% karena merosotnya arus barang melalui pelabuhan terbesar di Indonesia itu.

Sekretaris Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Anguspel) DKI Jakarta maradang Rasjid mengatakan penurunan aktivitas angkutan pelabuahan itu dirasakan seiring dengan berkurangnya order angkutan selama empat bulan pertama tahun ini.

“Memang terjadi penurunan kira- kira tidak lebih 5%, tetapi biasanya akan terjadi lagi kenaikan pada menjelang semester II tahun ini,” ujarnya , Senin (6/5).

Dia mengatakan aktivitas angkutan akan kembali meningkat menjelang angkutan bula Ramadhan guna menghadapi angkutan lebaran. Peningkatan itu diprediksi berlanjut hingga menjelang akhir tahun.

“Siklus seperti ini (penurunan) muatan sudah biasa terjadi pada awal-awal tahun hingga kuartal I,” tuturnya.

Data yang diperoleh  mencatat arus peti kemas ekspor impor melalui PT Jakarta International Containner Terminal (JICT) selama januari-april 2013 mencapai 779.584 twenty foot equivalent units (TEUs) atau turun 0,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 740.513 TEUs.

Khusus arus container di TPK Koja selama periode yang sama mencapai 276.037 TEUs atau turun 0,2% dari periode yang sama yahun lali sebanyak 271.780 TEUs.

Sumber : Bisnis Indonesia

Read more