Monday, 31 August 2015

Ada yang berbeda pada acara jalan sehat keluarga yang baru pertama kali diadakan ini, kalau biasanya jalan sehat disiapkan doorprize, namun Panitia sengaja tidak menyiapkan doorprize untuk memikat minat peserta untuk mengikuti acara jalan sehat ini. “kami ingin mereka yang mengikuti jalan sehat tidak pada didasari oleh doorprize, namun memang tulus ingin mengikuti dan meramaikan acara ini.” Ujar Tipung Muljoko selaku Manager SDM & Umum.

Tidak disangka, antusias peserta yang di ikuti oleh seluruh lapisan karyawan dari Officeboy, Security serta anak Perusahaan dari PMS, PT PE Logistik dan APBS pun turut serta meramaikan acara jalan sehat yang dimulai dari pukul 7 pagi ini. Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik memberi sambutan dalam acara jalan sehat ini. Harry menuturkan bahwa diadakan acara ini tidak lain adalah juga untuk memperkenalkan antar anggota keluarga pegawai lainnya. “Supaya kita saling mengenalkan satu sama lain. Jika bertemu di jalan agar bisa saling menyapa, menyambung silaturahmi.” Ujar Harry.

Lanjutnya Harry juga berharap agar setelah ini, keakraban antar pegawai bahkan antar anggota keluarga dapat tercipta. “Saya berharap keluarga besar PMS menjadi keluarga besar yang harmonis. Satu sama lain saling kenal, demi terciptanya lingkungan kerja yang nyaman. Dengan begitu, anggota keluarga yang bekerja dapat memberikan kontribusi yang positif untuk Perusahaan.”

Setelah jalan sehat, sambil menikmati hidangan seperti soto, pecal dan bakso, keluarga Pegawai disuguhkan atraksi Drumband yang seluruh pemainnya merupakan staff PMS darat dan laut. Banyak anggota keluarga yang terkagum melihat keluarganya mahir memainkan drumband. Salah satunya adalah Firda, pasangan dari Dhani Wijaya, Laison Officer (LO) Gresik. “tidak menyangka kalau suami bisa memainkan bass drum. “ ujarnya.

Usai atraksi drumband, para keluarga pegawai di persilahkan untuk photo booth yang telah disediakan gratis oleh panitia. Hampir seluruh keluarga tidak menyia-nyiakan moment yang bagus ini. Setelah itu dilanjutkan acara perlombaan yang diperuntukkan untuk para anak Pegawai PMS. Diantaranya lomba makan kerupuk, memindahkan bendera, memasukkan pensil dalam botol dan lomba joget di Kapal Artama.

Acara semakin meriah ketika melihat kelucuan para peserta lomba yang di dominasi balita ini saat mengikuti rangkaian perlombaan. Seperti hal nya pada saat lomba makan krupuk, Marsekal (3th) salah satu peserta putra dari Devi crew Artama mengundang gelak tawa para penonton. Sedianya lomba tersebut dilarang memegang krupuk, namun dengan santainya Ekal panggilan akrab Marsekal makan sambil memegang krupuk tersebut bahkan terlihat menikmati makan krupuk.

Terakhir, peserta jalan sehat diajak trip menggunakan kapal wisata Artama III yang di operasikan oleh PMS melewati TPS, patung Jalasteva Jayamahe, dan Suramadu. keceriaan terlihat begitu terasa saat trip ini. peserta yang di dominasi anak-anak ini nampak bahagia bisa melihat aktivitas bongkar muat di TPS. Selain itu mereka juga berkesempatan memasuki ruang Nahkoda untuk melihat bagaimana seorang Nahkoda membawa kapal. Bahkan dengan didampingi Nahkoda, mereka berkesempatan untuk mencoba mengemudikan kapal. Terakhir mereka berfoto di patung Jalasteva Jayamahe dari sisi Laut dan foto dengan background jembatan Suramadu, dan karaoke di dalam kapal.  

Read more
Wednesday, 16 September 2015

Selain itu Harry juga mengatakan bahwa, leadership dibutuhkan oleh semua orang. “terlebih dahulu kita harus mampu menjadi pemimpin untuk diri kita sebelum kita memimpin orang lain. Dan bila sudah menjadi pemimpin harus bisa berkomitmen, berani mengambil resiko dan melindungi bawahan yang tidak bersalah.” Pesan Harry

Pelatihan yang akan berjalan 4 hari ini merupakan batch terakhir yang di lakukan oleh PMS. “ini merupakan angkatan terakhir. Gelombang pertama dan kedua sudah kami lakukan awal tahun kemarin.” Tutur Tipung Muljoko selaku Manager SDM dan Umum.

Diharapakan setelah mengikuti pelatihan dari The Dale Carnegie Course ini, 27 peserta pelatihan lebih mampu dan terampil berkomunikasi, terampil memimpin untuk mencapai sasaran, mengontrol dan memotivasi diri serta dapat mengelola sikap dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

“selain itu Perusahaan juga mengharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mempunyai lebih rasa percaya diri lagi, dapat memperkuat hubungan jangka panjang dengan orang lain sehingga tercipta rasa saling percaya antar rekan kerja.” Harap Tipung.

Tipung juga menjelaskan bahwa dari batch sebelumnya, sudah terlihat perubahan sikap setelah mengikuti pelatihan yang dimulai dari 15 September kemarin. “banyak yang sudah memperlihatkan perubahannya. Salah satunya dari yang sebelumnya pendiam, sekarang sudah lebih confidence dalam berkomunikasi. Komunikasi lebih tertata pada saat presentasi atau bertemu dengan mitra kerja.” jelas Tipung

PMS akan rutin mengadakan pelatihan dan mendukung penuh segala kegiatan untuk menghasilkan tenaga SDM yang handal dan mampu berdaya saing. “SDM adalah asset Perusahaan, kita harus jaga dan kita asah terus kemampuan yang mereka miliki. Perusahaan bisa colaps apabila pembentukan SDM yang salah.” Tutup Harry.

Read more
Wednesday, 09 September 2015

Acara yang dibuka oleh Kepala KSOP dan di hadiri oleh KSOP  Celukan Bawang Bali,GM cabang celukan bawang,anggota insa,agen serta pemilik kapal pelayaran lainya ini menuturkan bahwa,saat ini celukan bawang memang tidak termasuk wilayah wajib pandu. Namun demi keselamatan pelayaran,Ketut menghimbau agar para pengguna jasa menggunakan Pandu. "guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kapal pada saat akan sandar, lepas ke atau dari tambatan." ucap Ketut.

Ketut juga menambahkan bahwa ke depannya Pelabuhan Celukan Bawang akan diusulkan menjadi wilayah perairan wajib pandu. "mungkin ke depannya akan di usulkan ke Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk dapat di jadikan wilayah perairan wajib pandu." ujarnya

Respon positif datang dari para undangan yang menghadiri acara launching sekaligus sosialisasi ini. Terlihat setelah acara selesai banyak diantara mereka yang masih mengajak Tim dari PMS untuk berdiskusi dan menanyakan proses alur transaksi pemesanan pandu.

Di harapkan memang setelah adanya sosialisasi ini pengguna jasa angkutan laut sadar akan pentingnu safety. "keselamatam tidak bisa diukur dengan materi. Yang paling penting memang adalah safety." ujar Wahyu Agung Prihartanto, Direktur Operasi dan Kmoersial sekaligus sebagai pembicara dalam acara sosialisasi dan launching ini.

Lanjutnya, Wahyu juga mengatakan bahwa Pandu dari PMS nantinya akan memberikan pelayanan "pandu yang menunggu kapal, bukan kapal yang menunggu pandu". Apabila nantinya terjadi keterlambatan dari pihak pandu, Wahyu mengatakan biaya add service/mobdemob akan dihapus atau menjadi free. "selain itu juga saya meminta pada rekan-rekan yang hadir untuk tidak memberikan fee kepada para pandu dari PMS." seru Wahyu disambut persetujuan oleh peserta yang hadir.

untuk sementara sambil melihat progres Pelabuhan terbesar nomor 2 di Bali ini, PMS menyediakan 2 orang tenaga pandu dan 1 kapal tunda.

Sebagaimana diketahui, selain membantu pemerintah dalam menggali dan memenuhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan membantu Otoritas Pelabuhan/UPP dalam Melaksanakan fungsi pelayanan pemanduan, adanya kerjasama ini juga untuk memperkuat holding Pelindo III.

Di kesempatan yg sama, GM Pelindo III cabang Celukan Bawang Bali ,Dewa Adikumarajaya mengatakan bahwa dengan adanya pelayanan tambahan terkait dengan jasa pemanduan di Pelabuhan Celukan Bawang akan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan bagi kapal-kapal yang melaksanakan kegiatan sandar dan lepas di Pelabuhan Celukan Bawang. "setidaknya dapat meminimalisir demorage." tutup Dewa.

Read more
Wednesday, 16 September 2015

Dalam pembukaanya, Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM&Umum, Logistik mengatakan bahwa, PMS dibentuk dan berdiri bukan untuk 1 atau 2 tahun saja. Tetapi untuk jangka panjang. Oleh karena itu di butuhkan tenaga SDM yang lebih berkualitas. “terlebih saat ini kita menghadapi MEA, kita harus mampu berdaya saing dengan Perusahaan lain.”

Selain itu Harry juga mengatakan bahwa, leadership dibutuhkan oleh semua orang. “terlebih dahulu kita harus mampu menjadi pemimpin untuk diri kita sebelum kita memimpin orang lain. Dan bila sudah menjadi pemimpin harus bisa berkomitmen, berani mengambil resiko dan melindungi bawahan yang tidak bersalah.” Pesan Harry

Pelatihan yang akan berjalan 4 hari ini merupakan batch terakhir yang di lakukan oleh PMS. “ini merupakan angkatan terakhir. Gelombang pertama dan kedua sudah kami lakukan awal tahun kemarin.” Tutur Tipung Muljoko selaku Manager SDM dan Umum.

Diharapakan setelah mengikuti pelatihan dari The Dale Carnegie Course ini, 27 peserta pelatihan lebih mampu dan terampil berkomunikasi, terampil memimpin untuk mencapai sasaran, mengontrol dan memotivasi diri serta dapat mengelola sikap dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

“selain itu Perusahaan juga mengharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mempunyai lebih rasa percaya diri lagi, dapat memperkuat hubungan jangka panjang dengan orang lain sehingga tercipta rasa saling percaya antar rekan kerja.” Harap Tipung.

Tipung juga menjelaskan bahwa dari batch sebelumnya, sudah terlihat perubahan sikap setelah mengikuti pelatihan yang dimulai dari 15 September kemarin. “banyak yang sudah memperlihatkan perubahannya. Salah satunya dari yang sebelumnya pendiam, sekarang sudah lebih confidence dalam berkomunikasi. Komunikasi lebih tertata pada saat presentasi atau bertemu dengan mitra kerja.” jelas Tipung

PMS akan rutin mengadakan pelatihan dan mendukung penuh segala kegiatan untuk menghasilkan tenaga SDM yang handal dan mampu berdaya saing. “SDM adalah asset Perusahaan, kita harus jaga dan kita asah terus kemampuan yang mereka miliki. Perusahaan bisa colaps apabila pembentukan SDM yang salah.” Tutup Harry.

Read more
Thursday, 17 September 2015

Sigit Poernomo menggantikan Suroso Wahyu Prihartanto sebagai Manager Keuangan yang baru menjabat selama 4 bulan di PMS. Diharapkan Sigit mampu melanjutkan apa yang dikerjakan oleh Suroso.begitu pula Hapsoro, diharapkan mampu menggantikan Joko yang telah menjabat sebagai Manager Operasi selama 1.5 tahun ini.

Chairoel sebagai Pembina Upacara mengucapkan selamat datang kepada dua Pejabat baru PMS. “semoga dapat melanjutkan pekerjaan dari Pejabat sebelumnya dengan sebaik-baiknya. Dan bersungguh – sungguh menjalankan prinsip GCG dan Pakta Integritas yang telah ditandatangani.” Ujar Chairoel.

Selain pelantikan pejabat, juga dibagikan sertifikat penghargaan untuk 11 Tim Diving yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Upacara HUT ke – 70 di bawah laut serta penanaman terumbu karang yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Kepala Staff Angkatan Laut. “terimakasih atas partisipasi Tim Diving yang telah membawa nama PMS keluar. Semoga berdampak positif.” Tutup Chairoel.

Read more
Friday, 07 August 2015

Pemasangan 17 umbul-umbul  serta pemasangan lampu hias di 8 titik yang terletak di depan area kantor PMS,dimaksudkan untuk menunjukkan tanggal serta bulan Peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus.

Dengan semangat 45, seluruh pegawai ikut serta dalam acara bersih-bersih mempercantik Kantor yang diresmikan bertepatan dengan HUT PMS ini, 31 Desember 2014. Seluruh Pegawai berbaur menjadi satu bersama-sama mengikuti kerja bakti ini.

Dengan suka cita, satu per satu Pegawai mulai melakukan kerja bhakti. Untuk pegawai Perempuan mendapatkan tugas mengecat trotoar dan membersihkan sekitar kantor PMS. Sebagian Pegawai laki-laki membantu mengecat, sebagian lagi memasang umbul-umbul dan lampu hias.

Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM & Umum dan Logistik berharap agar seluruh Pegawai  tetap dapat menjaga lingkungan kantor. “bersih-bersihnya jangan pada saat ada kegiatan kerja bakti saja. Melainkan setiap hari kita harus bisa mempercantik kantor. Minimal dengan cara menjaga kebersihan. Tidak bisa hanya mengandalkan teman-teman cleaning service. Tetapi dari kita semua harus mempunyai kesadaran untuk menjaga.” Tutup Harry.

 

Read more