Tuesday, 22 December 2015

Sebelumnya, pukul 08.00 acara yang rutin diadakan setiap tahun ini melakukan khataman Al Qur’an terlebih dahulu oleh 30 anak yatim piatu. Acara khataman berakhir pukul 11.30 yang kemudian dilanjutkan shalat dhuhur berjamaah dan makan siang bersama seluruh staff PMS dan anak yatim.

Selesai makan siang bersama anak yatim piatu, dilanjutkan tausiyah oleh Ustadz Imam Syafii. Dengan mengambil tema “Akhlak & Kepemimpinan Sebagai Pijakan Revolusi Mental dalam Pelaksanaan Tugas”, diharapkan seluruh pegawai PMS mengutamakan akhlak dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik dalam pembukaannya mengatakan bahwa kegiatan duniawi dan akhirat harus seimbang. “saya tidak bosan-bosannya mengingatkan teman-teman sekalian agar kita bisa menyeimbangkan antara bekerja dan ibadah.” Tutur Harry.

Para pegawai terlihat antusias mengikuti acara yang masuk dalam rangkaian 4 tahun menyambut HUT PMS ini. Terbukti seluruh pegawai PMS mengikuti rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Dalam tausiyahnya, ustadz Imam Syafii mengatakan agar kita tetap bersyukur. Besar kecilnya materi yang diterima harus tetap di syukuri. “ walaupun yang di dapat sedikit tidak apa-apa yang terpenting barakah.” Seru Ustadz Imam Syafii.

Setelah tausiyah, Manajemen juga menyerahkan bantuan berupa pemberian santunan berupa biaya operasional untuk 2 yayasan serta barang dan materi untuk 30 anak yatim. Tipung Muljoko selaku Manager SDM & Umum mengutarakan bahwa dengan adanya aksi social ini diharapkan dapat meningkatkan aspek kerohanianberupa kepedulian terhadap sesama. “harapannya seluruh manajemen dan pegawai dapat mencontoh perilaku-perilaku baik untuk diterapkan dalam kehidupannya baik dalam lingkungan keluarga maupun Perusahaan.”

Terakhir, acara dilanjutkan dengan sailing menggunakan kapal Cruise milik Pelindo 3 yang di operasikan oleh PMS. Acara yang juga merupakan bagian dari program CSR ini dimaksudkan agar para anak yatim ini mengerti mengenai dunia maritime. “kami ingin mengenalkan kepada mereka tentang dunia maritime serta profesi yang ada di dunia maritime khususnya terkait crew kapal.” Tutup Tipung.

Read more
Friday, 11 December 2015

Lanjutnya, Tipung mengatakan bahwa tidak hanya pegawai saja yang di tanggung, namun keluarga yaitu istri dan dua orang anak juga mendapatkan jaminan kesehatan. Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan mengenai alur pelayanan rawat jalan dan rawat inap, persyaratan peserta, pelayanan kesehatan rawat inap serta pelayanan yang tidak di tanggung. “ yang tidak ditanggung diantaranya meliputi yang berkaitan dengan kecantikan, kosmetik atau kecelakaan kerja. Karena kecelakaan kerja sudah menjadi tanggungan BPJS. “ ujar Dr Agus Ahmadi MaRS Direktur Pelayanan Medis PHC selaku pembicara dalam acara sosialisasi tersebut.

Dr. Agus juga menambahkan, Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bekerja sama dengan PHC Health Care dapat dijangkau dimana saja karena telah bekerja sama dengan beberapa Rumah Sakit. Diantaranya RS Mitra Keluarga Waru, RS Islam Jemur Sari, RS Royal.

Terakhir Dr Agus menjelaskan bahwa, Peserta PHC Health Care dapat secara terbuka menyampaikan keluhan apabila ada Rumah Sakit yang dituju dalam memberikan pelayanan tidak sesuai dengan SOP. “misalkan pada saat pembayaran tertulis obat A namun pada kenyataannya tidak diberikan, hal itu dapat dilaporkan ke kami.” Tutup Dr Agus.

Read more
Tuesday, 22 September 2015

Selasa (22/9), PMS melaunching kapal yang diberi nama KT Kresna 315. Kapal buatan Korea tahun 2007 ini mempunyai bollard pull hingga 40 ton sehingga dapat menarik kapal berjenis cargo, container yang lebarnya hingga 200 meter

Setelah melalui proses familirisasi dan sea trial di Korea untuk dilakukan pengujian dan percobaan kecepatan menggunakan GPS, terjadi kesepakatan pembelian yang ditandatangani di Singapore oleh Direktur Utama PMS, Moch Chairoel Anwar dengan pemilik kapal, Korin Star Co Ltd, MR. Shin In Chul, pada pertengahan Juni 2015 kemarin.

Tepat pukul 10.30, acara Launching KT Kresna dimulai. Moch Chairoel Anwar, selaku Direktur Utama PMS mengatakan bahwa pengadaan kapal tunda ini merupakan program PMS pada tahun 2014. “Alhamdulillah program ini bisa kita laksanakan. Sehingga dari tahun 2014 sampai tahun ini (2015) kita mempunyai kapal tunda dengan daya diatas 3000 HP sebanyak 2 unit dan mulai hari ini KT Kresna sudah dapat dioperasikan” Tutur Chairoel

Kapal yang dibeli dengan harga 41 M dan berbendera Korea ini merupakan aset milik PMS sendiri setelah sebelumnya PMS membeli KT Kresna 306 di akhir tahun 2014. Dengan demikian aset Kapal Tunda yang dimiliki oleh PMS dari pertama berdiri tahun 2011 hingga saat ini adalah sebanyak 7 buah kapal.

Acara kemudian dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh Manager Operasi PMS, Hapsoro Nugroho dengan Manager Pelayanan Kapal PT Pelindo III Cab Tanjung Perak, yang diwakilkan oleh Ari Setiawan dan disaksikan oleh Direksi PMS dan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, beserta Pejabat Pelindo III Cabang Tanjung Perak kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Harry Poerwanto, Direktur Teknik, SDM dan Umum, Logistik untuk diberikan kepada nahkoda KT Kresna 315 dan pemecahan kendi oleh Otoritas Pelabuhan. Terakhir dilakukan sea trial melewati terminal Teluk Lamong hingga jembatan Suramadu.

Secara terpisah, Harry Poerwanto, Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik PMS mengatakan bahwa, penambahan Kapal Tunda diperuntukkan untuk memperkuat posisi Perusahaan dalam melayani cabang. “kita sebenarnya berusaha untuk terus memenuhi kebutuhan pasar dengan tetap meningkatkan pelayanan. PMS tidak mau hanya sekedar memenuhi kebutuhan pasar saja, namun dari segi kualitas tetap kita tingkatkan. Maka dari itu kita sediakan kapal berdaya mesin 3600 HP ini.” Ujar Harry.

Kapal buatan tahun 2007 ini mempunyai daya mesin 3600 HP dengan fasilitas mesin  dan navigasi lengkap sesuai dengan standart Internasional Kapal Tunda dan masih sangat bagus. Desain kapal yang lebih stabil membuat crew kapal yang ikut serta menjemput merasakan kenyamanan saat berhadapan dengan ombak besar. “KT Kresna 315 ini cocok di gunakan untuk melayani penundaan di wilayah perairan Tanjung Perak yang berarus deras, Teluk Lamong dan sekitarnya. Dengan daya mesin 3600 HP dan bollard pull hingga 40 ton, sudah memenuhi kebutuhan konsumen dalam pelayanan penundaan.” Tutup Harry  

Kapal bermesin Niigata yang mempunyai Gross Tonase (GT) hingga 213 Ton yang terkenal bandel dan mempunyai Propulsion Z-peller, dengan begitu dapat manuver hinga 360 derajat

Read more
Monday, 31 August 2015

Ada yang berbeda pada acara jalan sehat keluarga yang baru pertama kali diadakan ini, kalau biasanya jalan sehat disiapkan doorprize, namun Panitia sengaja tidak menyiapkan doorprize untuk memikat minat peserta untuk mengikuti acara jalan sehat ini. “kami ingin mereka yang mengikuti jalan sehat tidak pada didasari oleh doorprize, namun memang tulus ingin mengikuti dan meramaikan acara ini.” Ujar Tipung Muljoko selaku Manager SDM & Umum.

Tidak disangka, antusias peserta yang di ikuti oleh seluruh lapisan karyawan dari Officeboy, Security serta anak Perusahaan dari PMS, PT PE Logistik dan APBS pun turut serta meramaikan acara jalan sehat yang dimulai dari pukul 7 pagi ini. Harry Poerwanto selaku Direktur Teknik, SDM & Umum, Logistik memberi sambutan dalam acara jalan sehat ini. Harry menuturkan bahwa diadakan acara ini tidak lain adalah juga untuk memperkenalkan antar anggota keluarga pegawai lainnya. “Supaya kita saling mengenalkan satu sama lain. Jika bertemu di jalan agar bisa saling menyapa, menyambung silaturahmi.” Ujar Harry.

Lanjutnya Harry juga berharap agar setelah ini, keakraban antar pegawai bahkan antar anggota keluarga dapat tercipta. “Saya berharap keluarga besar PMS menjadi keluarga besar yang harmonis. Satu sama lain saling kenal, demi terciptanya lingkungan kerja yang nyaman. Dengan begitu, anggota keluarga yang bekerja dapat memberikan kontribusi yang positif untuk Perusahaan.”

Setelah jalan sehat, sambil menikmati hidangan seperti soto, pecal dan bakso, keluarga Pegawai disuguhkan atraksi Drumband yang seluruh pemainnya merupakan staff PMS darat dan laut. Banyak anggota keluarga yang terkagum melihat keluarganya mahir memainkan drumband. Salah satunya adalah Firda, pasangan dari Dhani Wijaya, Laison Officer (LO) Gresik. “tidak menyangka kalau suami bisa memainkan bass drum. “ ujarnya.

Usai atraksi drumband, para keluarga pegawai di persilahkan untuk photo booth yang telah disediakan gratis oleh panitia. Hampir seluruh keluarga tidak menyia-nyiakan moment yang bagus ini. Setelah itu dilanjutkan acara perlombaan yang diperuntukkan untuk para anak Pegawai PMS. Diantaranya lomba makan kerupuk, memindahkan bendera, memasukkan pensil dalam botol dan lomba joget di Kapal Artama.

Acara semakin meriah ketika melihat kelucuan para peserta lomba yang di dominasi balita ini saat mengikuti rangkaian perlombaan. Seperti hal nya pada saat lomba makan krupuk, Marsekal (3th) salah satu peserta putra dari Devi crew Artama mengundang gelak tawa para penonton. Sedianya lomba tersebut dilarang memegang krupuk, namun dengan santainya Ekal panggilan akrab Marsekal makan sambil memegang krupuk tersebut bahkan terlihat menikmati makan krupuk.

Terakhir, peserta jalan sehat diajak trip menggunakan kapal wisata Artama III yang di operasikan oleh PMS melewati TPS, patung Jalasteva Jayamahe, dan Suramadu. keceriaan terlihat begitu terasa saat trip ini. peserta yang di dominasi anak-anak ini nampak bahagia bisa melihat aktivitas bongkar muat di TPS. Selain itu mereka juga berkesempatan memasuki ruang Nahkoda untuk melihat bagaimana seorang Nahkoda membawa kapal. Bahkan dengan didampingi Nahkoda, mereka berkesempatan untuk mencoba mengemudikan kapal. Terakhir mereka berfoto di patung Jalasteva Jayamahe dari sisi Laut dan foto dengan background jembatan Suramadu, dan karaoke di dalam kapal.  

Read more
Wednesday, 16 September 2015

Selain itu Harry juga mengatakan bahwa, leadership dibutuhkan oleh semua orang. “terlebih dahulu kita harus mampu menjadi pemimpin untuk diri kita sebelum kita memimpin orang lain. Dan bila sudah menjadi pemimpin harus bisa berkomitmen, berani mengambil resiko dan melindungi bawahan yang tidak bersalah.” Pesan Harry

Pelatihan yang akan berjalan 4 hari ini merupakan batch terakhir yang di lakukan oleh PMS. “ini merupakan angkatan terakhir. Gelombang pertama dan kedua sudah kami lakukan awal tahun kemarin.” Tutur Tipung Muljoko selaku Manager SDM dan Umum.

Diharapakan setelah mengikuti pelatihan dari The Dale Carnegie Course ini, 27 peserta pelatihan lebih mampu dan terampil berkomunikasi, terampil memimpin untuk mencapai sasaran, mengontrol dan memotivasi diri serta dapat mengelola sikap dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

“selain itu Perusahaan juga mengharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mempunyai lebih rasa percaya diri lagi, dapat memperkuat hubungan jangka panjang dengan orang lain sehingga tercipta rasa saling percaya antar rekan kerja.” Harap Tipung.

Tipung juga menjelaskan bahwa dari batch sebelumnya, sudah terlihat perubahan sikap setelah mengikuti pelatihan yang dimulai dari 15 September kemarin. “banyak yang sudah memperlihatkan perubahannya. Salah satunya dari yang sebelumnya pendiam, sekarang sudah lebih confidence dalam berkomunikasi. Komunikasi lebih tertata pada saat presentasi atau bertemu dengan mitra kerja.” jelas Tipung

PMS akan rutin mengadakan pelatihan dan mendukung penuh segala kegiatan untuk menghasilkan tenaga SDM yang handal dan mampu berdaya saing. “SDM adalah asset Perusahaan, kita harus jaga dan kita asah terus kemampuan yang mereka miliki. Perusahaan bisa colaps apabila pembentukan SDM yang salah.” Tutup Harry.

Read more
Wednesday, 09 September 2015

Acara yang dibuka oleh Kepala KSOP dan di hadiri oleh KSOP  Celukan Bawang Bali,GM cabang celukan bawang,anggota insa,agen serta pemilik kapal pelayaran lainya ini menuturkan bahwa,saat ini celukan bawang memang tidak termasuk wilayah wajib pandu. Namun demi keselamatan pelayaran,Ketut menghimbau agar para pengguna jasa menggunakan Pandu. "guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kapal pada saat akan sandar, lepas ke atau dari tambatan." ucap Ketut.

Ketut juga menambahkan bahwa ke depannya Pelabuhan Celukan Bawang akan diusulkan menjadi wilayah perairan wajib pandu. "mungkin ke depannya akan di usulkan ke Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk dapat di jadikan wilayah perairan wajib pandu." ujarnya

Respon positif datang dari para undangan yang menghadiri acara launching sekaligus sosialisasi ini. Terlihat setelah acara selesai banyak diantara mereka yang masih mengajak Tim dari PMS untuk berdiskusi dan menanyakan proses alur transaksi pemesanan pandu.

Di harapkan memang setelah adanya sosialisasi ini pengguna jasa angkutan laut sadar akan pentingnu safety. "keselamatam tidak bisa diukur dengan materi. Yang paling penting memang adalah safety." ujar Wahyu Agung Prihartanto, Direktur Operasi dan Kmoersial sekaligus sebagai pembicara dalam acara sosialisasi dan launching ini.

Lanjutnya, Wahyu juga mengatakan bahwa Pandu dari PMS nantinya akan memberikan pelayanan "pandu yang menunggu kapal, bukan kapal yang menunggu pandu". Apabila nantinya terjadi keterlambatan dari pihak pandu, Wahyu mengatakan biaya add service/mobdemob akan dihapus atau menjadi free. "selain itu juga saya meminta pada rekan-rekan yang hadir untuk tidak memberikan fee kepada para pandu dari PMS." seru Wahyu disambut persetujuan oleh peserta yang hadir.

untuk sementara sambil melihat progres Pelabuhan terbesar nomor 2 di Bali ini, PMS menyediakan 2 orang tenaga pandu dan 1 kapal tunda.

Sebagaimana diketahui, selain membantu pemerintah dalam menggali dan memenuhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan membantu Otoritas Pelabuhan/UPP dalam Melaksanakan fungsi pelayanan pemanduan, adanya kerjasama ini juga untuk memperkuat holding Pelindo III.

Di kesempatan yg sama, GM Pelindo III cabang Celukan Bawang Bali ,Dewa Adikumarajaya mengatakan bahwa dengan adanya pelayanan tambahan terkait dengan jasa pemanduan di Pelabuhan Celukan Bawang akan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan bagi kapal-kapal yang melaksanakan kegiatan sandar dan lepas di Pelabuhan Celukan Bawang. "setidaknya dapat meminimalisir demorage." tutup Dewa.

Read more